Riris Apriani Simarmata
Universitas Negeri Medan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dependence on the Use of ChatGPT and Its Impact on Statistics Students' Linguistic Literacy in Compiling Data Analysis Reports Menggie Orlanda Br Simarmata; Nazla Dia Maharani; Riris Apriani Simarmata; Wilda Rahmadani; Widi Aulia; Muhammad Fazra; Hendra Kurnia Pulungan
Jurnal Salaka : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Salaka : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jsalaka.v8i1.60

Abstract

The rapid development of generative artificial intelligence, particularly ChatGPT, has significantly influenced higher education, especially in student academic writing activities. However, research specifically examining the relationship between ChatGPT dependency and student language literacy in preparing data analysis reports remains limited. This study aimed to analyze the relationship between dependency on ChatGPT usage and the language literacy of Statistics students in preparing data analysis reports. A quantitative approach with a survey strategy was employed. The population consisted of 265 active Statistics students at Universitas Negeri Medan from the 2023, 2024, and 2025 cohorts, with 66 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using a digital questionnaire via Google Forms, measuring ChatGPT dependency (7 items) and language literacy (6 items) on a 4-point Likert scale. Descriptive statistical analysis and Pearson correlation tests were conducted using RStudio. The results showed that ChatGPT dependency was in the Agree category (mean = 2.70), with students demonstrating selective use by disagreeing with directly copying AI output (1.91). Language literacy was also in the Agree category (mean = 2.98), although confidence in independent writing remained low (2.62). The Pearson correlation test revealed no significant relationship between ChatGPT dependency and language literacy (r = -0.002; p = 0.9903 > 0.05). The study concludes that AI dependency does not inherently weaken language literacy, and educational efforts should focus on critical AI usage rather than prohibition. Keywords: ChatGPT dependency, language literacy, generative artificial intelligence, academic writing, Statistics students.
Penerapan Model Regresi Spasial pada Data Tingkat Pengangguran Terbuka di Seluruh Provinsi Indonesia Naomi Sitompul; Riris Apriani Simarmata; Angelica Carolina Tambunan; Aura Patresia Naibaho; Lirana Sapriani Gulo; Muhammad Fazra; Hanna Dewi Marina Hutabarat
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 20 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/wms.v20i1.113559

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di seluruh provinsi Indonesia tahun 2024 menggunakan pendekatan regresi spasial. Data sekunder diperoleh dari Kemnaker dan BPS tahun 2024, mencakup 38 provinsi dengan data spasial berbasis shapefile dari LapakGIS. Metode analisis yang digunakan meliputi uji autokorelasi spasial dengan Indeks Moran's I, matriks pembobotan spasial berbasis k-nearest neighbor (KNN), serta perbandingan tiga model regresi: Ordinary Least Squares (OLS), Spatial Autoregressive Model (SAR), dan Spatial Error Model (SEM). Hasil pengujian Moran's I menunjukkan tidak adanya autokorelasi spasial yang signifikan pada data TPT (p-value = 0,1202 pada k = 2), sehingga model OLS terpilih sebagai model terbaik berdasarkan nilai AIC terendah dan R² sebesar 29,26%. Hasil estimasi OLS menunjukkan bahwa UMP berpengaruh positif dan signifikan terhadap TPT (p = 0,0013), mengindikasikan bahwa kenaikan upah minimum cenderung meningkatkan angka pengangguran melalui mekanisme efisiensi tenaga kerja oleh pelaku usaha. Sementara itu, IPM menunjukkan pengaruh positif yang tidak signifikan secara statistik. Implikasi penelitian ini menegaskan perlunya kebijakan penetapan upah minimum yang mempertimbangkan daya serap tenaga kerja secara sektoral, agar tidak kontraproduktif terhadap upaya penurunan pengangguran di Indonesia.
Analisis Deviasi Mortalitas TMI IV dan Dampaknya Cadangan serta RBC: Studi Estimasi Berbasis Data Publik Laura Annisa Purba; Riris Apriani Simarmata; Angelica Carolina Tambunan
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 20 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/wms.v20i1.113596

Abstract

Perbedaan antara tingkat kematian aktual dengan tingkat kematian yang diharapkan berdasarkan tabel mortalitas standar dapat memengaruhi kecukupan cadangan teknis dan tingkat solvabilitas perusahaan asuransi jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi deviasi mortalitas aktual portofolio BCA Life terhadap Tabel Mortalitas Indonesia (TMI) IV, menganalisis dampaknya terhadap cadangan prospektif, serta mengkaji implikasinya terhadap rasio kecukupan modal berbasis risiko pada periode 2023–2024. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dari laporan keuangan tahunan BCA Life dan laporan Otoritas Jasa Keuangan. Tingkat mortalitas aktual diestimasi menggunakan metode rasio klaim (claim ratio), sedangkan deviasi mortalitas diukur melalui perbandingan antara mortalitas aktual dan ekspektasi. Cadangan prospektif dihitung menggunakan aproksimasi berbasis kerangka Gross Premium Valuation (GPV), dan dampaknya terhadap solvabilitas dianalisis melalui perubahan pada modal tersedia dan modal minimum yang disyaratkan. Hasil estimasi berbasis asumsi skenario moderat menunjukkan deviasi mortalitas negatif sekitar 9,69%, yang berimplikasi pada potensi surplus cadangan prospektif sekitar Rp14,88 miliar serta keuntungan mortalitas sebesar Rp15,68 miliar dalam kerangka asumsi yang digunakan. Temuan ini perlu ditafsirkan secara hati-hati karena bergantung pada asumsi proporsi klaim kematian sebesar 20% dan sejumlah asumsi lain yang ditetapkan dalam penelitian, sehingga tidak dapat dinyatakan sebagai kondisi aktual perusahaan. Secara keseluruhan, temuan ini mengindikasikan bahwa pengelolaan risiko mortalitas yang efektif berperan penting dalam menjaga stabilitas keuangan perusahaan, meskipun keterbatasan data publik mengharuskan interpretasi hasil dilakukan dengan sangat hati-hati.