Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Inovasi “Bata Bolong” sebagai Smart Composter untuk Penguatan Resiliensi Petani di Desa Suci, Jember Ihsannudin Ihsannudin; Aryo Fajar Sunartomo; Subhan Arif Budiman; Senki Desta Galuh; Laily Mutmainnah; Lenny Luthfiyah; Rizky Yanuarti; Dessy Melia Eka Putri; Ade Angelia Maizul Putri; Ilham Hanif Firdausyah
MALLOMO: Journal of Community Service Vol 6 No 1 (2025): Desember-Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/mallomo.v6i1.2441

Abstract

Perubahan iklim dan peningkatan volume limbah rumah tangga serta pertanian menimbulkan tantangan serius bagi ketahanan lingkungan dan ekonomi masyarakat pedesaan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan mendesak akan model pengelolaan limbah berbasis masyarakat melalui penerapan pendekatan ekonomi sirkular di Desa Suci, Kabupaten Jember. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan kapasitas kelompok tani dalam mengelola limbah menjadi produk bernilai ekonomi melalui inovasi “Bata Bolong” sebagai komposter cerdas berbahan bata terawang. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan partisipatif, dan pendampingan teknis dalam produksi pupuk organik serta pemasaran berbasis digital. Analisis hasil dilakukan secara deskriptif melalui observasi, kuesioner, dan evaluasi capaian produksi. Hasil menunjukkan peningkatan keterampilan petani dalam menerapkan prinsip reduce, reuse, recycle serta kemampuan memproduksi pupuk organik dengan kualitas hara baik dan waktu dekomposisi lebih singkat. Program ini juga mendorong diversifikasi produk, peningkatan pendapatan, dan penguatan resiliensi masyarakat terhadap perubahan iklim. Inovasi Bata Bolong terbukti efektif sebagai model penerapan ekonomi sirkular yang berkelanjutan dan dapat direplikasi pada wilayah pedesaan lain
PENGEMBANGAN BEKA’ ECOTOURISM GUNA MENDUKUNG KONSERVASI KAKAKTUA KECIL JAMBUL KUNING DAN EKONOMI MASYARAKAT PULAU MASAKAMBING Ihsannudin Ihsannudin; Sriyono Sriyono; Safi' Safi'; Ebban Bagus Kuntadi
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol. 11 No. 01 (2024): January
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v11i01.5566

Abstract

Masakambing island, having only one village Masakambing and located in Sumenep Regency, East Java, has area 7,79 square kilometers. This island is designated as Essential Ecosystem Area (KEE) through East Java Governor’s decree No. 188/166/2020 because it has High Conservation Valued Area (ABKT) as the habitat of endemic yellow-crested cockatoos (Caccatua sulphurea abbotti). The wildlife having local name Beka’ is critically endangered because there are only 22 birds left in the wild. Furthermore, the society in Masakambing is motivated and eager to save yellow-crested cockatoos when they have economic benefits, one of them is ecotourism. The implementation of ecotourism should refer to the preservation, the involvement of local people, and interpretation–education content while considering safety and hospitality. Accordingly, this emerges an idea of Beka’ Ecotourism development as ecotourism activity-based conservation of yellow-crested cockatoos. The development is conducted for the institutional capacity of Pokdarwis Beka’ Island in terms of institution, legality, and governance. Besides, safety assurance, interpretation-education, and hospitality such as homestay and food-beverage service and as well as promotion through social media and network connectivity are also developed