Febriansyah
Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi Circular Economy: Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga Menjadi Produk Bernilai Jual pada TPS 3R Jejama Secancanan Kabupaten Pringsewu Citrawati Jatiningrum; Marilin Kristina; Rara Marselina Jupon; Didi Susianto; Febriansyah
Sriwijaya Accounting Community Services Vol. 5 No. 1 (2026): Sriwijaya Accounting Community Services
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomu Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29259/sacs.v5i1.50

Abstract

Pengelolaan limbah rumah tangga di Kabupaten Pringsewu, masih menghadapi tantangan berupa tingginya volume sampah, rendahnya pemilahan di sumber, dan minimnya pemanfaatan menjadi produk bernilai ekonomi. Minimnya edukasi masyarakat dalam pengolahan limbah rumah tangga juga menjadi perhatian bagi Pemerintah Kabupaten Pringsewu. Kondisi ini menyebabkan beban lingkungan dan potensi ekonomi lokal terabaikan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menerapkan prinsip circular economy melalui edukasi, pelatihan teknis, dan pendampingan pengolahan limbah menjadi produk bernilai jual di TPS 3R Jejama Secancanan, Kabupaten Pringsewu, Lampung. Edukasi ini diberikan kepada mahasiswa dan dosen yang diyakini sebagai “Agent of Change” untuk mengedukasi masyarakat luas dan berdampak besar pada masyarakat.  Metode yang digunakan yaitu kombinasi pendekatan partisipatif dan terapan yang terdiri dari edukasi kepada peserta pengabdian tentang konsep circular economy, pemilahan sampah, dan teknik pengolahan kerajinan dari sampah plastik, serta pembuatan produk bernilai tambah. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman tentang circular economy, model pengelolaan TPS 3R yang berorientasi pada nilai ekonomi, serta peningkatan pemahaman pemanfaatan sampah terhadap produk melalui diversifikasi produk berbasis limbah. Kegiatan pengabdian ini diharapkan menjadi model bagi masyarakat dalam skala pelatihan yang lebih luas, dukungan fasilitas pengolahan, dan jejak pasar untuk keberlanjutan ekonomi sirkular lokal.