Afried Lazuardi
Syarif Hidayatullah State Islamic University Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi Digital Sumber Daya Manusia dalam Mendukung Tata Kelola Perguruan Tinggi Islam yang Adaptif Afried Lazuardi
Jurnal Al-fatih Global Mulia Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Al Fatih Global Mulia
Publisher : STEBI Global Mulia Cikarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59729/g512kt66

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi digital Sumber Daya Manusia (SDM) dalam mendukung tata kelola Perguruan Tinggi Islam yang adaptif di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Transformasi digital di pendidikan tinggi menuntut pengembangan infrastruktur teknologi sekaligus peningkatan kesiapan SDM menghadapi sistem kerja berbasis digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus untuk memahami pengalaman, persepsi, dan strategi adaptasi aktor pendidikan. Data dikumpulkan melalui wawancara semiterstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, serta pengelola sistem informasi akademik melalui purposive dan snowball sampling. Analisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan tematik. Hasil menunjukkan transformasi digital SDM mendorong budaya kerja yang lebih efektif, transparan, dan berbasis data, meskipun masih terdapat tantangan kompetensi digital, resistensi perubahan, dan keterbatasan pelatihan. Nilai Islam berperan menjaga keseimbangan inovasi dan identitas kelembagaan
Dari Green Economy Menuju Prophetic Economy: Pengembangan Indeks Keberlanjutan Ekonomi Islam Berbasis Maqashid Al-Syariah Muammar Zulfiqri; Arief Rahman Hakim; Afried Lazuardi
Jurnal Al-fatih Global Mulia Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Al Fatih Global Mulia
Publisher : STEBI Global Mulia Cikarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59729/e36j1w72

Abstract

Paradigma ekonomi hijau telah menjadi respons kebijakan utama terhadap krisis iklim global dan degradasi ekologi, namun kerangka ini sering dikritik karena tetap bersifat antroposentris dan sebagian besar tidak memiliki substansi etika-spiritual. Artikel ini mengusulkan pergeseran epistemologis dari ekonomi hijau menuju ekonomi kenabian, sebuah model ekonomi yang menempatkan nilai-nilai kenabian dan maqashid al-syariah sebagai dasar keberlanjutan yang lebih holistik. Dengan menggunakan desain metode campuran berurutan yang menggabungkan studi Delphi dua putaran yang melibatkan dua puluh satu ahli ekonomi Islam dengan Analytical Hierarchy Process (AHP), studi ini mengembangkan Indeks Keberlanjutan Ekonomi Islam (IESI) yang dibangun di atas enam dimensi maqashid: hifz al-din, hifz al-nafs, hifz al-aql, hifz al-nasl, hifz al-mal, dan hifz al-bi'ah. Pengujian data sekunder lintas sektor menunjukkan bahwa IESI menangkap dimensi spiritual, distributif, dan antargenerasi yang sebagian besar tidak ada dalam indeks ekonomi hijau konvensional, dengan skor tertinggi tercatat untuk hifz al-din (72,4) dan hifz al-mal (70,2), serta skor yang relatif tertinggal untuk hifz al-bi'ah (58,9), menunjukkan adanya kesenjangan implementasi ekologi yang persisten dalam praktik ekonomi syariah nasional. Temuan ini menegaskan bahwa keberlanjutan ekonomi tidak dapat direduksi menjadi masalah teknis-lingkungan semata, melainkan harus diintegrasikan dalam kerangka nilai yang lebih komprehensif, memberikan instrumen pengukuran baru dan wacana yang lebih kaya tentang ketahanan ekonomi dan geopolitik Indonesia yang berlandaskan studi Islam.