Distribusi logistik merupakan salah satu komponen penting dalam menjaga efisiensi rantai pasok, khususnya pada wilayah dengan karakteristik jaringan transportasi yang beragam. Penentuan rute distribusi yang hanya mempertimbangkan jarak tempuh sering kali belum mampu merepresentasikan kondisi operasional yang sesungguhnya karena aspek waktu perjalanan dan biaya operasional juga memengaruhi efisiensi distribusi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model optimasi rute distribusi logistik menggunakan algoritma Dijkstra berbasis multi-kriteria dengan mengintegrasikan parameter jarak, waktu perjalanan, dan biaya operasional ke dalam satu fungsi bobot terintegrasi. Jaringan distribusi dimodelkan dalam bentuk graf berbobot, kemudian dilakukan normalisasi data menggunakan metode Min-Max Normalization sebelum proses pencarian rute optimal menggunakan algoritma Dijkstra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koridor distribusi melalui jalur lintas timur menghasilkan nilai fungsi objektif yang lebih rendah dibandingkan jalur alternatif pada jaringan yang dianalisis. Selain itu, analisis sensitivitas menunjukkan bahwa perubahan skenario pembobotan tidak mengubah rute optimal yang diperoleh sehingga solusi yang dihasilkan relatif stabil terhadap perubahan preferensi pengambilan keputusan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa modifikasi struktur bobot pada algoritma Dijkstra dapat digunakan sebagai pendekatan alternatif dalam penyelesaian permasalahan shortest path problem berbasis multi-kriteria pada sistem distribusi logistik.