Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Faktor Risiko Gaya Hidup Pada Pasien Hipertensi Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Bromo Kecamatan Medan Denai: Analysis of Lifestyle Risk Factors in Elderly Hypertension Patients in the Bromo Community Health Center Work Area, Medan Denai District Amelia Resita Sari; Nofi Susanti
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9613

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak menyerang lansia dan dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik. Dari data SKI 2023 (survei kesehatan indonesia), lebih dari setengah lansia di Indonesia (56,8). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis faktor-faktor risiko gaya hidup pada pasien hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Bromo, Kecamatan Medan Denai. Metode yang digunakan adalah studi analitik kuantitatif dengan pendekatan case control. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat menggunakan uji Chi Square dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Populasi penelitian adalah 234 hipertensi lansia dengan sampel 80 responden. Yang dipilih menggunakan teknik dua proporsi dan melakukan adanya kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil uji chi square menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara riwayat keluarga dengan pasien hipertensi lansia (p = 0.014 < 0.05), selanjutnya adanya hubungan yang signifikan antara konsumsi natrium pada pasien hipertensi lansia (p = <0.001 < 0.05), dan adanya hubungan yang signifikan antara merokok dengan pasien hipertensi lansia (p = 0.001 < 0.05). Hasil uji chi square menunjukan tidak ditemukan hubungan yang signifikan usia (p = 0.431 > 0.05), jenis kelamin (p = 0.459 > 0.05), stres (p = 0.723 > 0.05), kualitas tidur (p = 0.314 > 0.05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa Riwayat keluarga, konsumsi natrium dan merokok memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian pasien hipertensi lansia.
Hubungan Faktor Karakteristik Penderita TB Serta Status Komorbid TB-DM Dengan Keberhasilan Pengobatan Tuberkulosis Di Kota Medan Tahun 2023: The Relationship Between Characteristic Factors of TB Patients and TB-DM Comorbid Status with the Success of Tuberculosis Treatment in Medan City in 2023 Anggun Sheillawany; Nofi Susanti
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9614

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia. Kota Medan merupakan wilayah dengan jumlah kasus TB tertinggi di Provinsi Sumatera Utara, namun tingkat keberhasilan pengobatannya masih rendah. Keberhasilan pengobatan TB dipengaruhi oleh faktor karakteristik individu dan penyakit penyerta seperti diabetes melitus (DM). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor karakteristik penderita TB dan TB-DM dengan keberhasilan pengobatan TB di Kota Medan tahun 2023. Desain penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 195 responden dipilih melalui teknik Simple Random Sampling berdasarkan data SITB tahun 2023. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p ? 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya variabel pekerjaan (p=0,019) yang berhubungan signifikan dengan keberhasilan pengobatan TB. Sementara variabel usia (p=0,654), jenis kelamin (p=1,000), pemeriksaan kontak (p=0,053), riwayat pengobatan sebelumnya (p=0,692), riwayat DM (p=0,366), dan status TB-DM (p=0,869) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Kesimpulannya, status pekerjaan berpengaruh terhadap keberhasilan pengobatan TB. Oleh karena itu, program pengendalian TB perlu mempertimbangkan kondisi pekerjaan pasien dan memberikan edukasi serta pendampingan bagi pasien yang aktif bekerja agar pengobatan dapat diselesaikan secara optimal
Studi Ekologi Faktor Host Terhadap Penyakit Pneumonia Pada Balita Di Provinsi Sumatera Utara Tahun 2020 – 2023: Ecological Study of Host Factors on Pneumonia in Toddlers in North Sumatra Province 2020-2023 Sri Rezky Gantina; Nofi Susanti
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9964

Abstract

Menurut WHO, penyakit Pneumonia telah mengambil nyawa 740.180 anak dengan rentang usia <5 tahun. Provinsi Sumatera Utara, memiliki angka temuan kasus dan kematian akibat penyakit Pneumonia pada balita yang fluktuatif dari tahun 2020 - 2023, sehingga terdapat Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara yang memiliki temuan kasus Pneumonia tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui studi ekologi faktor host (Jenis Kelamin, ASI eksklusif, IDL, Status Gizi, dan BBLR) dengan penyakit Pneumonia pada balita di Provinsi Sumatera Utara tahun 2020 – 2023. Desain penelitian menggunakan studi ekologi deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan distribusi frekuensi kasus Pneumonia pada balita berdasarkan klasifikasi temuan kasus di Provinsi Sumatera Utara tahun 2020 – 2023 mengalami fluktuatif. Kabupaten Deli Serdang dan Kota Tebing Tinggi menjadi Kabupaten/Kota dengan kecenderungan angka temuan kasus Pneumonia pada balita tertinggi. Faktor Host yang memiliki kecenderungan positif dengan kasus Pneumonia pada balita yaitu ASI eksklusif, IDL dan BBLR, sedangkan yang memiliki Kecenderungan negatif yaitu status gizi. Pemetaan kasus Pneumonia pada balita tahun 2020 dalam kategori tinggi terdapat pada 10 Kabupaten/Kota, tahun 2021 kategori tinggi terdapat pada 3 Kabupaten/Kota, tahun 2022 kategori tinggi terdapat pada 7 Kabupaten/Kota, dan tahun 2023 kategori tinggi terdapat pada 9 Kabupaten/Kota. Saran untuk Dinas Kesehatan untuk meningkatkan sistem pemantauan dan pencatatan berbasis elektronik, Meningkatkan pemantauan serta edukasi kepada orang tua, Menyediakan layanan imunisasi keliling dan melakukan kerjasama dengan kader, memperkuat program pemantauan terhadap ibu hamil dan bayi baru lahir agar terhindar BBLR, memperkuat edukasi kepada ibu menyusui mengenai ASI eksklusif.
Epidemiologi Ekologi Kasus Malaria: Faktor Host, Dan Agent Di Provinsi Sumatera Utara Tahun 2020 – 2023: Ecological Epidemiology of Malaria Cases: Host and Agent Factors in North Sumatra Province 2020–2023 A’isa Maharani Hasibuan; Nofi Susanti
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10097

Abstract

Malaria merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis epidemiologi ekologi kasus malaria berdasarkan faktor host dan agent pada periode tahun 2020–2023. Penelitian menggunakan data sekunder dari SISMAL yang dianalisis secara deskriptif untuk melihat distribusi kasus menurut tahun kejadian, jenis kelamin, kelompok umur, pekerjaan, jenis Plasmodium, dan sebaran wilayah endemis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kasus malaria tertinggi terjadi pada tahun 2022 sebanyak 5.226 jiwa. Kabupaten/Kota dengan status endemis sedang secara konsisten adalah Batubara, Asahan, Labuhan Batu Utara, dan Serdang Bedagai. Risiko penularan pada laki-laki dan perempuan sama (rasio 1:1). Kelompok umur dewasa (15–64 tahun) menjadi yang paling banyak terinfeksi. Jenis pekerjaan berisiko tertinggi tercatat pada tahun 2022 sebesar 3.569 jiwa, terutama pada sektor perkebunan, pertanian, perikanan, kehutanan, atau tinggal di daerah endemis. Sebagian besar kasus disebabkan oleh Plasmodium vivax dan Plasmodium falciparum, dengan Asahan mencatat kasus tertinggi. Sebaran wilayah endemis sedang berkisar 1–4 kabupaten, sedangkan endemis rendah meningkat hingga 21 kabupaten/kota pada 2023. Penelitian ini menegaskan bahwa faktor host (umur, pekerjaan,) dan agent (Plasmodium vivax serta Plasmodium falciparum) berperan penting dalam penularan malaria di Sumatera Utara, sehingga pengendalian malaria memerlukan pendekatan terintegrasi berbasis faktor risiko tersebut.