Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Beban Kerja Terhadap Kelelahan Kerja Pada Tenaga Kerja Di Puskesmas Wilayah Kecamatan Medan Barat: The Relationship Between Workload and Work Fatigue in Workers at Community Health Centers in West Medan District Tia Zahra Khairunnisa; Yulia Khairina Ashar
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10062

Abstract

Kelelahan menjadi tantangan utama bagi petugas kesehatan, karena akumulasi kelelahan dapat meningkatkan risiko kesalahan dalam pekerjaan dan membahayakan keselamatan pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan beban kerja dengan kelelahan kerja pada Tenaga Kerja di Puskesmas Wilayah Kecamatan Medan Barat. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Besar sampel dalam penelitian ini 84 responden. Analisa data yang digunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Bedasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan pada 84 tenaga kesehatan di Puskesmas Wilayah Kecamatan Medan Barat menunjukkan bahwa sebanyak 16 responden memiliki beban kerja ringan, 40 responden beban kerja sedang, dan 28 responden beban kerja berat. Dari aspek kelelahan kerja, terdapat 20 responden dengan kategori kurang lelah, 43 responden lelah, dan 21 responden sangat lelah. Uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan kelelahan kerja pada tenaga kesehatan (p = 0,000 < 0,05).
Analisis Risiko Kecelakaan Kerja Pada Pekerja Informal Nelayan Di Kabupaten Batubara: Analysis of Occupational Accident Risks Among Informal Fishermen Workers in Batubara Regency Alwi Ridho; Tri Niswati Utami; Putra Apriadi Siregar; Yulia Khairina Ashar; Asnil Aidah Ritonga
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i10.8704

Abstract

Data FAO (Food and Agriculture Organization), menyebutkan bahwa sebanyak 16 kali lebih tinggi kematian yang terjadi pada pekerjaan nelayan dibandingkan dengan jumlah kematian pada pekerjaan berbahaya lainnya di dunia. Tujuan penelitian nengetahui dan menganalisis risiko kecelakaan kerja pada pekerja informal nelayan di Kabupaten Batubara menggunakan metode Bowtie Analysis. Metode ini menggunakan kualitatif dengan analisis Bowtie. Informan pada penelitian ini berjumlah 7 informan. Pengumpulan data melalui wawancara dan observasi secara langsung. Data dianalisis secara metode Bowtie Analysis. Berdasarkan penelitian terhadap 7 nelayan penangkap ikan di Kabupaten Batubara, diperoleh kesimpulan bahwa risiko kecelakaan kerja dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang tidak aman, seperti lantai licin, suhu lembab, jaring kasar, cuaca ekstrem, kebisingan, biota laut berbahaya, ombak kencang, serta faktor kepercayaan. Penyebab dari risiko kecelakaan ini diakibatkan oleh kelalaian dari nelayan itu sendiri, cuaca ekstrem, unsafe action dan unsafe condition. Pencegahan dilakukan melalui pengelolaan lingkungan, faktor manusia, peralatan, kearifan lokal, dan pengobatan tradisional. Pengendalian bahaya mencakup perawatan kapal, pemasangan pegangan, menjaga lantai kapal tetap kering, serta penyediaan pelampung sederhana.
Faktor Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Penyakit Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Janjiangkola: Factors Influencing the Incidence of Pulmonary Tuberculosis in the Work Area of the Janjiangkola Community Health Center Anggina Cucu Khetri Sianturi; Yulia Khairina Ashar
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9197

Abstract

Prevalensi penyakit Tb di Indonesia pada tahun 2024 sebanyak 889.000 dan merupakan negara dengan urutan kedua dengan temuan kasus Tb terbanyak didunia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian penyakit tuberculosis paru diwilayah kerja puskesmas Janjiangkola. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan desain case control, jumlah sempel sebanyak 50 sampel kasus dan 50 sampel kontrol, dengan analisisi univariat dan bivariat, tekink pengambilan sampel menggunakan Teknik sampel total (total sampling), berdasarkan hasil penelitian didapati ada hubungan kepadatan hunian, luas ventilasi, pencahayaan, kelembaban, praktik hygiene dan riwayat kontak dengan kejadian tb paru di wilayah kerja puskesmas Janjiangkola, dengan nilai p-value kepadatan hunian 0.025 (OR=2.528;95%CI=1.112-5.744), luas ventilasi dengan nilai p-value 0.032 (OR=2.567; 95%CI=1.072-6.150), pencahayaan dengan nilai p-value 0.001 (OR=6.163;95%CI=2.411-15.755), kelembaban dengan nilai p-value 0.001 (OR=5.688;95%CI=2.227-14.528), praktik hygiene dengan nilai p-value 0.001 (OR=8.143;95%CI=3.325-19.943), riwayat kontak dengan nilai p-value 0.004 (OR=3.341;95%CI=1.440-7.753). variabel suhu menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan secara statistik dengan kejadian tb paru di wilayah kerja puskesmas Janjiangkola (p-value 0.539 (OR=0.777;95%CI=0.347-1.738)). Diharapkan bagi masyarakat agar teratur membuka jendela di pagi hari dan memberi perhatian pada praktik hygiene seperti kebiasaan membuang dahak dan etika batuk