Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Uji Efektivitas Ekstrak Daun Beluntas (Pluchea Indica (L) Less) Sebagai Larvasida Nabati Terhadap Mortalitas Larva Aedes Aegypti: Effectiveness Test of Pluchea Indica (L.) Lesser Leaf Extract as a Botanical Larvicide on Aedes Aegypti Larvae Mortality Arlin Lakoro; Herlina Jusuf; Nikmatisni Arsad
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10317

Abstract

Aedes aegypti merupakan vektor penyebab penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang memang merupakan penyakit dengan angka kasus yang tinggi di banyak daerah, terutama di negara tropis seperti Indonesia. Pengendalian vektor secara kimiawi menggunakan larvasida sintetik menimbulkan risiko resistensi dan pencemaran lingkungan, sehingga diperlukan alternatif larvasida nabati yang lebih aman dan ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun beluntas (Pluchea indica (L) Less) sebagai larvasida nabati terhadap mortalitas larva nyamuk Aedes aegypti. Jenis penelitian Quasi eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL). Populasi penelitian larva Aedes sp dan sampel sejumlah 200 ekor larva konsentrasi 0%, 3%, 6%, dan 9%, dengan pengulangan 3 kali dan diamati mortalitasnya setiap 3 jam dalam waktu pengamatan 24 jam. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis, dan Mann-Whitney dengan tingkat signifikansi (?) = 0,05. Hasil penelitian, ekstrak daun beluntas konsentrasi 6% dan 9% mortalitas 100% larva, sedangkan konsentrasi 3% mortalitas 86,7%. Uji Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan signifikan mortalitas antar kelompok (p = 0,012), dengan waktu kematian larva tercepat pada konsentrasi 9% (6 jam), diikuti 6% (12 jam), dan 3% (>24 jam). Uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan signifikan antara konsentrasi 3% dan 9% (p = 0,009), tetapi tidak signifikan antara 6% dan 9%. Simpulan bahwa ekstrak daun beluntas efektif sebagai larvasida nabati, dengan efektivitas meningkat seiring kenaikan konsentrasi. Masyarakat disarankan memanfaatkan tanaman beluntas sebagai alternatif pengendalian larva Aedes aegypti yang ramah lingkungan.
Pengaruh Etika Tenaga Kesehatan Terhadap Pelayanan Pasien Di Puskesmas Tilango: The Influence of Health Worker Ethics on Patient Services at Tilango Community Health Center Anisa Huruji; Laksmyn Kadir; Nikmatisni Arsad
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10322

Abstract

Etika tenaga kesehatan merupakan dasar penting dalam meningkatakan mutu pelayanan pasien dipuskesmas, penerapan etika yang baik seperti autonomy, benefience, non-maleficience dan justice dapat menciptakan hubungan profisional yang postif antara tenaga kesehatan dan pasien serta meningkatakan mutu pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh etika tenaga kesehatan terhadap pelayanan pasien di Puskesmas Tilango. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectiona. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien JKN dari bulan juli-agustus sebanyak 1.088 orang, dengan sampel 292 responden yang di pilih menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa etika tenaga kesehatan berpengaruh signifikan terhadap pemberian pelayanan pasien di Puskesmas Tilango dengan nilai uji statistik yang di dapatkan p-value=0,000<?=0,05. Dapat disimpulkan bahwa etika tenaga kesehatan berpengaruh signifikan terhadap pelayanan pasien di Puskesmasmas Tilango. Disarankan agar Puskesmas Tilango mempertahankan dan meningkatakan penerapan etika tenaga kesehatan. Untuk peneliti selanjutnya disarankan untuk memperluas wilayah penelitian yang tidak hanya di satu puskesmas.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian HIV/AIDS Pada Laki-Laki Di Provinsi Gorontalo: Factors Associated with the Incidence of HIV/AIDS in Men in Gorontalo Province Faradila Wahab; Herlina Jusuf; Nikmatisni Arsad
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i10.8812

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah jenis virus yang menyerang sel darah putih dalam tubuh manusia, yang menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh yang dapat berkembang menjadi AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome), yaitu kumpulan gejala penyakit yang disebabkan oleh retrovirus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Perilaku laki-laki yang melakukan seks dengan sesama laki-laki (LSL) adalah salah satu faktor risiko tinggi penyebab HIV/AIDS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status perkawinan, tingkat pengetahuan, perilaku lelaki seks lelaki (LSL), penggunaan narkoba suntik dan status sosial ekonomi dengan kejadian HIV/AIDS pada laki-laki di Provinsi Gorontalo. Metode penelitian menggunakan observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian yaitu laki-laki yang melakukan tes VCT pada bulan Januari sampai Juni 2024 sebanyak 104 orang. Jumlah sampel penelitian sebanyak 83 orang dengan teknik pengambilan sampel nonprobability sampling yaitu purposif sampling. Analisis data menggunakan uji Spearman Rho dengan ?=0.05. Hasil analisis untuk faktor status perkawinan ?-value 0.012 nilai r = -0.276, tingkat pengetahuan ?-value 0.000 nilai r = 0.407, perilaku LSL ?-value 0.000 nilai r = 0.655, penasun ?-value 0,450 nilai r = -0.084 dan status sosial ekonomi ?-value 0,017 nilai r = 0.261. Kesimpulan terdapat hubungan antara status perkawinan, tingkat pengetahuan, perilaku LSL dan status sosial ekonomi dengan kejadian HIV/AIDS pada laki-laki di Provinsi Gorontalo. Sementara untuk faktor penggunaan narkoba suntik tidak ditemukan hubungan bermakna. Perilaku LSL adalah faktor risiko tinggi penyebab HIV/AIDS pada laki-laki dengan kekuatan korelasi r = 0.655. Saran sosialisasi mengenai faktor risiko kejadian HIV/AIDS terutama perilaku seksual berisiko serta pemeriksaan kesehatan rutin utamanya pada kelompok LSL.
Hubungan Asupan Lemak Dan Asupan Natrium Dengan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Tilango : The Relationship Between Fat and Sodium Intake and Blood Pressure in Hypertensive Patients at the Tilango Community Health Center Santi Adam; Herlina Jusuf; Nikmatisni Arsad
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i10.8899

Abstract

Hipertensi merupakan suatu penyakit degeneratif ke-3 yang merupakan faktor risiko utama dari perkembangan (penyebab) penyakit jantung dan stroke. Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang apabila terus dibiarkan akan menyebabkan dampak lain seperti meningkatnya risiko terjadinya penyakit jantung, gangguan penglihatan dan penyakit ginjal. Permasalahan yang terjadi di puskemas Tilango yaitu masih banyak masyarakat yang mengalami hipertensi. Rumusan masalah yaitu apakah ada hubungan asupan lemak dan asupan natrium dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Tilango. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan asupan lemak dan asupan natrium pada pasien hipertensi yang ada di Puskesmas Tilango. Jenis penelitian kuantitatif dengan metode penelitian survey analitik dengan cross sectional. Populasi penelitian 127 orang. Sampel sebanyak 97 orang. Menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data dengan instrumen Semi Quantitatif food frequency questionnaires (SQ-FFQ) data di analisis dengan uji chi square. Hasil univariat tekanan darah yang terkontrol 38,1% dan tekanan darah tidak terkontrol sebanyak 61,9%, asupan lemak normal 21,6%, defisit ringan 38,1%, defisit sedang 32,1%, dan defisit berat sebanyak 7,2%, asupan natrium cukup 57,7% dan lebih sebanyak 42,3%. Hasil analisis bivariat ada hubungan asupan lemak dan asupan natrium pada pasien hipertensi mendapat nilai p-value=0,001 dan p-value=0,005. Kesimpulanya ada hubungan asupan lemak dan asupan natrium dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Tilango. Saran bagi peneliti selanjutnya agar dapat memberi edukasi kepada masyarakat agar selalu memantau tekanan darah sebagai bentuk tindakan yang dapat dilakukan secara mandiri dan memilih jenis asupan lemak dan asupan natrium yang baik.