Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Analisis Kepuasan Pelanggan Menggunakan Metode Customer Satisfaction Index di Wilayah Kerja Puskesmas Tilango: Customer Satisfaction Analysis Using the Customer Satisfaction Index Method in the Tilango Community Health Center Work Area Nurazkiyah Lamasai; Laksmyn Kadir; Ramly Abudi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 9: September 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i7.8280

Abstract

Kepuasan pelanggan adalah perasaan senang atau kecewa yang dirasakan pelanggan setelah membandingkan produk atau jasa yang mereka terima dengan harapan mereka. Rumusan Masalah bagaimana analisis kepuasan pelanggan menggunakan metode customer satisfaction index di wilayah kerja Puskesmas Tilango. Tujuan penelitian untuk menganalisis kepuasan pelanggan menggunakan metode customer satisfaction index di wilayah kerja Puskesmas Tilango. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 38 responden Pasien Rawat Inap, penelitian ini menggunakan total sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data disajikan dalam bentuk presentase dan distribusi frekuensi. Hasil penelitian diperoleh bahwa dari 38 responden karakteristik dalam tangible kategori sangat puas sebanyak (84,2%) dan kategori cukup puas sebanyak (15,8%) karakteristik dalam emphty kategori sangat puas sebanyak (89,5%) dan kategori cukup puas sebanyak (10,5%) karakteristik dalam reliability kategori puas sebanyak (94,7%) dan kategori cukup puas sebanyak (5,3%) karakteristik dalam responsiveness kategori puas (57,9%) kategori cukup puas sebanyak (26,3%) dan kategori tidak puas sebanyak (15,8%) dan karakteristik dalam assurance kategori puas sebanyak (84,2%) dan kategori cukup puas sebanyak (15,8%). Dapat disimpulkan nilai tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan Puskesmas Tilango secara keseluruhan berada pada kategori puas dengan nilai CSI sebesar 71,55%. Disarankan kepada pihak Puskesmas Tilango agar dapat memberikan pelaksanaan upaya perbaikan harus dipantau agar kepuasan pelanggan benar-benar terpenuhi.
Efektivitas Tanaman Biji Kelor (Moringa Oleifera) Sebagai Koagulan Alami Dalam Menurunkan Kekeruhan Di Air Kolam Renang Lombongo: The Effectiveness of Moringa Oleifera Seeds as a Natural Coagulant in Reducing Turbidity in Lombongo Swimming Pool Water Dhea Oktaviany Daud; Laksmyn Kadir; Ayu Rofia Nurfadillah
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i5.9752

Abstract

Air kolam renang yang bersumber dari alam tanpa pengolahan kimia seperti kaporit memiliki tingkat kekeruhan yang tinggi dan berpotensi menjadi media penyebaran penyakit kulit seperti dermatitis.Salah satu alternatif menurunkan kekeruhan air ramah lingkungan adalah biji kelor (Moringa oleifera), yang mengandung senyawa aktif berfungsi sebagai koagulan alami.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas serbuk biji kelor dalam menurunkan kekeruhan air kolam renang Lombongo di Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango. Jenis penelitian eksperimental dengan pendekatan true eksperimen, di mana sampel dibagi secara acak ke dalam kelompok perlakuan dan kontrol. Sampel penelitian adalah sebagian air kolam renang lombongo di Kecamatan Suwawa lalu diberikan perlakuan dengan tiga variasi dosis serbuk biji kelor (0,15 gram, 0,30 gram, dan 0,45 gram per 1 liter air), masing-masing dengan tiga kali pengulangan. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Walls. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serbuk biji kelor efektif dalam menurunkan kekeruhan air kolam renang. Penurunan tertinggi terjadi pada dosis 0,15 gram dengan persentase penurunan sebesar 91,89%, sedangkan penurunan terendah terjadi pada dosis 0,45 gram dengan persentase 73,15%. Berdasarkan uji Kruskal-Wallis diperoleh nilai P value = 0,113 > 0,05 yang berarti tidak ada perbedaan efektivitas tanaman biji kelor (Moringa oleifera) dosis 0,15 gram, 0,30 gram, 0,45 gram dalam menurunkan kekeruhan pada air kolam renang Lombongo. Disarankan untuk dapat membudidayakan dan memanfaatkan tanaman biji kelor dalam meningkatkan kualitas air.
Pengaruh Etika Tenaga Kesehatan Terhadap Pelayanan Pasien Di Puskesmas Tilango: The Influence of Health Worker Ethics on Patient Services at Tilango Community Health Center Anisa Huruji; Laksmyn Kadir; Nikmatisni Arsad
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10322

Abstract

Etika tenaga kesehatan merupakan dasar penting dalam meningkatakan mutu pelayanan pasien dipuskesmas, penerapan etika yang baik seperti autonomy, benefience, non-maleficience dan justice dapat menciptakan hubungan profisional yang postif antara tenaga kesehatan dan pasien serta meningkatakan mutu pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh etika tenaga kesehatan terhadap pelayanan pasien di Puskesmas Tilango. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectiona. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien JKN dari bulan juli-agustus sebanyak 1.088 orang, dengan sampel 292 responden yang di pilih menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa etika tenaga kesehatan berpengaruh signifikan terhadap pemberian pelayanan pasien di Puskesmas Tilango dengan nilai uji statistik yang di dapatkan p-value=0,000<?=0,05. Dapat disimpulkan bahwa etika tenaga kesehatan berpengaruh signifikan terhadap pelayanan pasien di Puskesmasmas Tilango. Disarankan agar Puskesmas Tilango mempertahankan dan meningkatakan penerapan etika tenaga kesehatan. Untuk peneliti selanjutnya disarankan untuk memperluas wilayah penelitian yang tidak hanya di satu puskesmas.
Gambaran Konsumsi Makanan Siap Saji, Minuman Siap Saji, Dan Kecukupan Zat Besi Pada Anak Obesitas Di SDN 56 Kota Timur Kota Gorontalo : Overview of Consumption of Ready-to-Eat Food, Ready-to-Eat Drinks, and Iron Adequacy in Obese Children at SDN 56 Kota Timur, Gorontalo City Nuryaningsih Yusup; Sunarto Kadir; Laksmyn Kadir
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.10619

Abstract

Obesitas pada anak merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang semakin meningkat dan dapat berdampak terhadap risiko penyakit kronis di masa mendatang. Salah satu faktor penyebabnya adalah pola konsumsi makanan dan minuman siap saji yang tinggi, disertai rendahnya asupan zat gizi mikro seperti zat besi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konsumsi makanan siap saji, minuman siap saji, dan kecukupan zat besi pada anak obesitas di SDN 56 Kota Timur Kota Gorontalo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan food recall 1x24 jam selama tiga hari terhadap 30 responden anak obesitas kelas III–V SDN 56 Kota Timur. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak obesitas memiliki frekuensi konsumsi makanan siap saji yang tinggi, seperti ayam goreng cepat saji, mie bakso, burger, donat, dan jajanan gorengan. Konsumsi minuman siap saji juga tergolong tinggi, dengan jenis minuman seperti teh kemasan, Pop Ice, Nutrisari, dan es coklat yang mengandung gula sederhana tinggi. Berdasarkan hasil food recall, diperoleh bahwa kecukupan zat besi sebagian besar anak masih kurang, yaitu pada hari pertama 66,7% anak belum memenuhi Angka Kecukupan Gizi (AKG), hari kedua 63,3%, dan hari ketiga 56,7%. Anak obesitas di SDN 56 Kota Timur Kota Gorontalo memiliki konsumsi makanan dan minuman siap saji yang tinggi serta kecukupan zat besi yang sebagian besar belum memenuhi AKG, sehingga diperlukan edukasi gizi bagi siswa dan orang tua, pengawasan jajanan sekolah, serta pembiasaan konsumsi makanan sehat untuk mencegah kekurangan zat gizi mikro dan menurunkan risiko obesitas.
Gambaran Efektivitas Pelaksanaan Program Pelayanan Kesehatan Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Moutong Kabupaten Parigi Moutong: Overview of the Effectiveness of the Implementation of the Toddler Health Service Program in the Working Area of the Moutong Community Health Center, Parigi Moutong Regency Riri Devita Desi Ratna Sari; Laksmyn Kadir; Yasir Mokodompis
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.10629

Abstract

Pelayanan kesehatan merupakan salah satu bentuk pelayanan publik yang dikelola oleh pemerintah dengan baik. Upaya Kesehatan ibu dan anak merupakan upaya di bidang Kesehatan masyarakat menyangkut pelayanan dan pemeliharaan ibu hamil, ibu bersalin, ibu menyusui, bayi, dan balita serta anak prasekolah, yang bertujuan untuk mencapai kemampuan hidup sehat melalui peningkatan derajat kesehatan yang optimal, baik bagi ibu maupun keluarganya. Untuk mencapai tujuan yang diharapkan dan memberikan kepuasan kepada pasien, penyelenggaraan pelayanan kesehatan perlu efektiv. Program pelayanan kesehatan balita merupakan upaya pemerintah untuk menurunkan Angka Kematian Balita (AKABA). Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan program pelayanan kesehatan balita di wilayah kerja Puskesmas Moutong. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan observasional deskriptif. Populasi dalam penelitian ini yaitu balita yang ada di wilayah kerja Puskesmas Moutong. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan teknik acidental sampling dengan penentuan sampel menggunakan rumus slovin dengan sampel berjumlah 205 orang ibu balita. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian bahwa efektivitas pelayanan berdasarkan kualitas pelayanan (91%), efektivitas pelayanan berdasarkan kuantitas pelayanan (90%) dan efektivitas pelayanan berdasarkan waktu pelayanan (90%). Kesimpulan dari 3 variabel pengukuran efektivitas pelaksanaan pelayanan program kesehatan balita berada pada kategori sangat efektif. Disarankan bagi Puskesmas agar bisa mempertahankan ataupun meningkatkan pelayanan yang di berikan petugas Kesehatan di Kesehatan balita.
Hubungan Perilaku Merokok Keluarga dan Pemberian Asi Ekslusif dengan Kejadian Pneumonia pada Bayi 6-24 Bulan di Wilayah Puskesmas Kota Tengah Kota Gorontalo: The Relationship between Family Smoking Behavior and Exclusive Breastfeeding with the Incidence of Pneumonia in Infants Aged 6-24 Months in the Kota Tengah Health Center Area, Gorontalo City Salwiyah Nur Azizah Usman; Laksmyn Kadir; Yasir Mokodompis
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 1: Januari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i1.6660

Abstract

Pneumonia merupakan penyebab utama kematian balita di dunia, termasuk di Indonesia. Data dari World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa pneumonia menyumbang 16% dari seluruh kematian anak di bawah 5 tahun. Salah satu faktor risiko terbesar adalah perilaku merokok dalam keluarga, yang menyebabkan anak-anak menjadi perokok pasif. Selain itu, kurangnya pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan juga dapat melemahkan daya tahan tubuh anak. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku merokok keluarga dan pemberian ASI ekslusif dengan kejadian pneumonia pada bayi 6-24 bulan di Puskesmas Kota Tengah Kota Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian dilakukan di Puskesmas Kota Tengah, Kota Gorontalo, dengan populasi bayi usia 6-24 bulan. Sampel diambil menggunakan teknik accidental sampling, dengan 111 responden yang terdiri dari orang tua atau pengasuh balita yang bersedia berpartisipasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur perilaku merokok keluarga, pemberian ASI eksklusif, dan kejadian pneumonia. Hasil uji statistik dalam penelitian ini menunjukkan uji Fisher exact antara perilaku merokok dalam keluarga dan kejadian pneumonia dengan nilai p-value = 0,023<0,05 dan uji Fisher exact antara pemberian ASI eksklusif dan kejadian pneumonia juga menunjukkan hasil yang signifikan dengan nilai p-value = 0,000 <0,05. Hal ini berarti ada hubungan yang signifikan antara perilaku merokok dan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian pneumonia. Saran kepada orang tua terutama yang merokok, disarankan untuk tidak merokok di dalam rumah atau di dekat anak-anak. Paparan asap rokok telah terbukti meningkatkan risiko pneuonia pada bayi. Sangat penting untuk menciptakan lingkungan rumah yang bebas asap rokok demi kesehatan anak-anak.
Faktor - Faktor yang Berhubungan Dengan Tingkat Ketahanan Pangan Rumah Tangga Nelayan Tradisional di Desa Lobuto Timur Kecamatan Biluhu: Factors Related to the Level of Food Security of Traditional Fishermen's Households in East Lobuto Village, Biluhu District Deis Yunus; Sunarto Kadir; Laksmyn Kadir
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 3: Maret 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i3.7046

Abstract

Ketahanan pangan merupakan kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup. Rumusan masalah yaitu faktor apa saja yang berhubung dengan tingkat ketahanan pangan rumah tangga nelayan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat ketahanan pangan rumah tangga nelayan tradisional. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional. Sampel penelitian adalah rumah tangga nelayan tradisional di Desa Lobuto Timur Kecamatan Biluhu yang berjumlah 114 rumah tangga nelayan, pengambilan sampel yaitu dengan teknik Total Sampling. Data dalam penelitian ini diambil dengan kuesioner, dan formulir Food Recall. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan responden memiliki pendapatan rumah tangga yang kurang 56,1%. Responden memiliki pengeluaran pangan rumah tangga kurang 57,0%. Responden dengan konsumsi energi kurang 39,5%. Responden tidak menerima bantuan sosial 57,9%. Berdasarkan hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value pendapatan rumah tangga (p=0,001), faktor pengeluaran pangan rumah tangga (rep=0,002), faktor konsumsi energi (p=0,000), dan faktor bantuan sosial (p=0,002). Simpulan terdapat hubungan antara faktor pendapatan, pengeluaran pangan rumah tangga, konsumsi energi, dan bantuan sosial terhadap tingkat ketahanan pangan rumah tangga nelayan tradisional. Saran bagi peneliti selanjutnya agar meneliti faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat ketahanan pangan lainnya yang belum diteliti.
Analisis Risiko Ergonomi Pada Pekerja Manual Material Handling di Pt. Davincy Airindo Menggunakan Metode Quick Exposure Check (QEC): Ergonomic Risk Analysis of Manual Material Handling Workers at PT. Davincy Airindo Using the Quick Exposure Check (QEC) Method Indah Dwi Amalia; Laksmyn Kadir; Tri Septian Maksum
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8468

Abstract

Kegiatan manual material handling melibatkan aktivitas fisik yang berat, termasuk mengangkat, membawa, menurunkan, dan memindahkan barang. Pekerja di PT. Davincy Airindo yang melakukan kegiatan pekerjaan ini berpotensi menimbulkan risiko ergonomi yang dapat berdampak pada kesehatan pekerja, terutama risiko gangguan musculoskeletal disorders. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat risiko ergonomi pada pekerja manual material handling di PT. Davincy Airindo menggunakan metode Quick Exposure Check (QEC). Jenis penelitian yang digunakan adalah deksriptif kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 63 pekerja yang dipilih menggunakan teknik exhausetive sampling. Instrumen pada penelitian ini adalah kuesioner Quick Exposure Checklist untuk mengevaluasi paparan risiko ergonomi. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dari 63 pekerja di PT. Davincy Airindo sebagian besar memiliki exposure score bagian punggung (bergerak) pada kategori high berjumlah 24 pekerja (38,2%). Untuk exposure score bagian bahu/lengan sebagian besar memiliki kategori moderate berjumlah 31 pekerja (49,2%). Untuk exposure score pergelangan tangan sebagian besar pada kategori high berjumlah 34 pekerja (49,2%). Untuk exposure score leher sebagian besar pada kategori high berjumlah 44 pekerja (69,8%). Tingkat action level sebagian besar pekerja memiliki skor paparan total ?70% berjumlah 39 pekerja (61,9%). Disarankan kepada PT. Davincy Airindo untuk merancang kebijakan K3 guna menurunkan risiko gangguan otot dan tulang serta menciptakan lingkungan kerja yang ergonomis.
Hubungan Kebiasaan Mencuci Tangan, Frekuensi Mandi, Kebersihan Pakaian Dan Tempat Tidur Dengan Keluhan Scabies Pada Santri Di Pondok Pesantren Hubulo Kecamatan Tapa Kabupaten Bone Bolango: The Relationship Between Handwashing Habits, Bathing Frequency, Clothing and Bedding Cleanliness and Scabies Complaints Among Students at the Hubulo Islamic Boarding School, Tapa District, Bone Bolango Regency Nur Hairunnisa Abaidatai; Laksmyn Kadir; Moh. Rivai Nakoe
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i10.8861

Abstract

Keluhan scabies pada santri putra maupun putri yaitu mengalami gatal-gatal pada malam hari selain itu gatal tersebut menyebar dengan cepat diantara para santri yang kemungkinan disebabkan karena adanya kontak antar santri. Pihak pesantren mengatakan bahwa ada lebih dari 50 santri yang terkena penyakit scabies. Faktor yang berperan dalam tingginya prevalensi scabies pada pondok pesantren adalah personal hygiene seperti kebiasaan mencuci tangan, frekuensi mandi, kebersihan pakaian dan kebersihan tempat tidur. Para santri yang malas mencuci tangan setelah beraktifitas, mandi hanya sekali sehari, berbagi alat pribadi dengan yang lain dan jarang menjemur tempat tidur. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan kebiasaan mencuci tangan, frekuensi mandi, kebersihan pakaian dan kebersihan tempat tidur dengan keluhan scabies pada santri di pesantren Hubulo. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini 255 santri dan sampel yang diambil untuk penelitian ini adalah 163 santri. Data di analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi squere. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel yang berhubungan dengan keluhan scabies adalah kebiasaan mencuci tangan (p=0,000), frekuensi mandi (p=0,000), kebersihan pakaian (p=0,000) dan kebersihan tempat tidur (p=0,000). Disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan mencuci tangan, frekuensi mandi, kebersihan pakaian dan kebersihan tempat tidur dengan keluhan scabies pada santri. Saran bagi santri untuk menjaga kebersihan diri dan tidak berbagi alat-alat pribadi dengan orang lain. Bagi pesantren untuk memberikan edukasi atau penyuluhan pada santri.
Hubungan Lima Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyakarat Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Tengah: The Relationship Between the Five Pillars of Community-Based Total Sanitation and the Incidence of Diarrhea in Toddlers in the Working Area of ??the Central City Health Center Nurul Tasya Rahmadewi Talalu; Yasir Mokodompis; Laksmyn Kadir
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i11.9321

Abstract

Sanitasi dasar adalah sanitasi rumah tangga meliputi sarana buang air besar, sarana pengelolaan sampah dan limbah rumah tangga. Berbasis masyarakat adalah kondisi yang menempatkan masyarakat sebagai pengambil keputusan dan penanggung jawab dalam rangka menciptakan meningkatkan kapasitas masyarakat, Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan antara perilaku buang air besar, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan limbah cair dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kota Tengah tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan rumus slovin. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita di wilayah kerja Puskesmas Kota Tengah. Analisis uji statistic yang digunakan uji chi-square. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa p-value untuk variable STOP BABS (p-value=0.016), CTPS (p-value=0.005), pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga (p-value=0.024), PSRT (p-value=0.027) dan pengelolaan limbah cair rumah tangga (p-value=0.005) yang siginfikan bahwa terdapat hubungan antara lima variabel terhadap kejadian diare pada balita. Simpulan STOP BABS, CTPS, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga, pengelolaan air limbah cair rumah tangga terdapat hubungan yang signifikan dengan kejadian diare pada Balita di wilayah kerja Puskesmas Kota Tengah, disarankan kepada masyarakat yang memiliki Balita agar lebih memperhatikan hygiene dalam rumah tangga.