Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi dan Penguatan Amenitas–Homestay Berbasis CHSE, GSTC, dan SUPW: Studi Kasus Destinasi Wisata Danau Paisu Pok: Evaluation and Strengthening of Homestay Amenities Based on CHSE, GSTC, and SUPW: A Case Study of the Danau Paisu Pok Tourist Destination Iwan Setiawan Basri; Rosmiaty Arifin; Muhammad Ilham; Sarifuddin; Naila Ariesthy Djafar
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.10376

Abstract

Destinasi wisata alam skala kecil sangat bergantung pada kualitas amenitas dan homestay, namun kinerjanya jarang dinilai dengan kerangka terpadu. Studi ini mengidentifikasi potensi dan masalah fasilitas di Danau Paisu Pok, menganalisis faktor internal dan eksternal, serta merumuskan strategi penguatan amenitas dan homestay berkelanjutan. Metode deskriptif evaluatif digunakan dengan instrumen CHSE SNI 9042:2021, kriteria destinasi GSTC v2.0, dan standar usaha pondok wisata (homestay) Indonesia. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan telaah dokumen, dianalisis deskriptif, lalu diuji melalui SWOT dengan dukungan matriks IFE dan EFE. Hasil menunjukkan mayoritas indikator CHSE terutama aspek keselamatan dan lingkungan masih belum memenuhi, sedangkan homestay baru sebagian memenuhi layanan dasar dan persyaratan keselamatan. Pemetaan GSTC menempatkan pilar tata kelola dan lingkungan pada tingkat awalmenengah. Skor IFE 2,68 dan EFE 2,64 menempatkan destinasi pada kuadran “grow-and-fix-essentials”, sehingga pengembangan harus berjalan paralel dengan perbaikan layanan esensial. Strategi prioritas meliputi pemenuhan layanan CHSE di koridor pengunjung, penguatan wayfinding dan fungsi visitor desk, penyusunan SOP homestay, penyediaan fasilitas cuci tangan dan pemilahan sampah, serta kemitraan dengan perguruan tinggi untuk dukungan desain dan pemantauan.
Kesiapan Infrastruktur Agropolitanisasi dan Dualitas Desa–Kota: Studi Kasus Desa Bora, Kabupaten Sigi: Agropolitanisation Infrastructure Readiness and Rural–Urban Duality: A Case Study of Bora Village, Sigi Regency Iwan Setiawan Basri; Muhammad Adhim Halim; Tri Wahyuningsih; Rasdiana A; Wafiqh Zalzabilah
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9507

Abstract

Penelitian ini menilai kesiapan infrastruktur agropolitanisasi di Desa Bora, Kabupaten Sigi, dan dualisme desa–kota beserta implikasinya terhadap posisi spasial kawasan dalam sistem wilayah dengan kerangka Central Place Theory (CPT) and Urban–Rural Linkages (URL). Pendekatan evaluatif–deskriptif digunakan dengan skoring Likert 1–5 untuk menyusun Indeks Kesiapan Infrastruktur (IKI) per klaster dan indeks gabungan (tak berbobot). Data (2025) dihimpun melalui observasi, wawancara, dan telaah RTRW/RDTR. Hasil menunjukkan ketimpangan: hulu 2,40, on-farm 2,65, hilir 1,40, sosial–ekonomi 3,45, TIK 2,00, Indeks Gabungan 2,38 (“Tidak Siap”). Dalam bingkai penelitian ini, Bora diposisikan sebagai pusat orde menengah (PKL) yang mengonsolidasikan produksi hinterland dan menyalurkannya ke layanan orde lebih tinggi di Palu. Implikasi penataan perlu selaras dengan RTRW/RDTR dan perlindungan LP2B, agenda operasional pra-CBA meliputi penguatan hulu, pengelolaan air dan mekanisasi on-farm, hilirisasi (UPH/packhouse, gudang, cold storage, market center), penguatan kelembagaan, dan digitalisasi koridor produksi. Keterbatasan studi mencakup tanpa verifikasi citra satelit dan tanpa analisis biaya–manfaat. Riset lanjutan disarankan untuk pemantauan IKI periodik dan integrasi data spasial guna mendukung perencanaan presisi. Studi ini memberikan kerangka indeks kesiapan infrastruktur yang dapat diadaptasi untuk evaluasi agropolitanisasi di wilayah peri-urban lain di Indonesia.