Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Revitalisasi Ruang Publik dan Keberlanjutan Fungsi Sosial: Analisis Fasilitas Taman Gor Palu dalam Mendukung Ketahanan Komunitas: Public Space Revitalization and Social Function Sustainability: An Analysis of Taman Gor Palu Facilities in Supporting Community Resilience Adina Khusnudzan Hadid; Muhammad Ilham; I Gusti Ngurah Wirawan; Mahfani Raina Rabani; Clara Zenicha Lioni
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 6: Juni 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i6.11024

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) memiliki peran vital sebagai infrastruktur sosial yang mendukung kualitas hidup dan ketahanan komunitas (community resilience), khususnya di kota dengan sejarah kerentanan bencana seperti Kota Palu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi signifikansi revitalisasi Taman Gor Palu tahun 2024 terhadap keberlanjutan fungsi sosial dan ketahanan komunitas. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan ex-post facto, penelitian ini membandingkan keterlaksanaan fungsi sosial pada periode sebelum revitalisasi (2021) dengan proyeksi desain baru berdasarkan data LPSE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun dalam tahap konstruksi, aktivitas komunitas olahraga basket dan pelari tetap bertahan secara stabil di perimeter taman. Hal ini didorong oleh ketergantungan keruangan (spatial dependency) dan kenyamanan lingkungan eksisting seperti tutupan pohon serta keamanan lokasi. Analisis komparatif menunjukkan adanya transformasi dari RTH aktif-fungsional menjadi RTH yang lebih resilien melalui penambahan fasilitas inklusif seperti nursing room, toilet difabel, area refleksi lansia, serta ruang sekretariat komunitas. Penambahan fasilitas ini mencerminkan pergeseran paradigma arsitektur di Kota Palu menuju keadilan spasial (spatial justice) dan keberlanjutan infrastruktur sosial yang lebih bermartabat bagi seluruh lapisan masyarakat. Urban Open Green Spaces (OGS) play a vital role as social infrastructure supporting quality of life and community resilience, particularly in disaster-prone cities like Palu. This study aims to evaluate the significance of the 2024 Taman Gor Palu revitalization regarding the sustainability of social functions and community resilience. Utilizing a descriptive qualitative method with an ex-post facto approach, this research compares social function implementation from the pre-revitalization period (2021) with new design projections based on LPSE data. The findings indicate that despite being under construction, the activities of the basketball and running communities remain stable around the park's perimeter. This persistence is driven by spatial dependency and existing environmental comforts, such as tree canopy cover and perceived safety. Comparative analysis reveals a transformation from active-functional OGS to a more resilient OGS through the addition of inclusive facilities, including nursing rooms, disabled-friendly toilets, elderly reflection areas, and community secretariat spaces. The inclusion of these facilities reflects an architectural paradigm shift in Palu City toward spatial justice and more dignified social infrastructure sustainability for all community members.
Evaluasi dan Penguatan Amenitas–Homestay Berbasis CHSE, GSTC, dan SUPW: Studi Kasus Destinasi Wisata Danau Paisu Pok: Evaluation and Strengthening of Homestay Amenities Based on CHSE, GSTC, and SUPW: A Case Study of the Danau Paisu Pok Tourist Destination Iwan Setiawan Basri; Rosmiaty Arifin; Muhammad Ilham; Sarifuddin; Naila Ariesthy Djafar
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.10376

Abstract

Destinasi wisata alam skala kecil sangat bergantung pada kualitas amenitas dan homestay, namun kinerjanya jarang dinilai dengan kerangka terpadu. Studi ini mengidentifikasi potensi dan masalah fasilitas di Danau Paisu Pok, menganalisis faktor internal dan eksternal, serta merumuskan strategi penguatan amenitas dan homestay berkelanjutan. Metode deskriptif evaluatif digunakan dengan instrumen CHSE SNI 9042:2021, kriteria destinasi GSTC v2.0, dan standar usaha pondok wisata (homestay) Indonesia. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan telaah dokumen, dianalisis deskriptif, lalu diuji melalui SWOT dengan dukungan matriks IFE dan EFE. Hasil menunjukkan mayoritas indikator CHSE terutama aspek keselamatan dan lingkungan masih belum memenuhi, sedangkan homestay baru sebagian memenuhi layanan dasar dan persyaratan keselamatan. Pemetaan GSTC menempatkan pilar tata kelola dan lingkungan pada tingkat awalmenengah. Skor IFE 2,68 dan EFE 2,64 menempatkan destinasi pada kuadran “grow-and-fix-essentials”, sehingga pengembangan harus berjalan paralel dengan perbaikan layanan esensial. Strategi prioritas meliputi pemenuhan layanan CHSE di koridor pengunjung, penguatan wayfinding dan fungsi visitor desk, penyusunan SOP homestay, penyediaan fasilitas cuci tangan dan pemilahan sampah, serta kemitraan dengan perguruan tinggi untuk dukungan desain dan pemantauan.