Destinasi wisata alam skala kecil sangat bergantung pada kualitas amenitas dan homestay, namun kinerjanya jarang dinilai dengan kerangka terpadu. Studi ini mengidentifikasi potensi dan masalah fasilitas di Danau Paisu Pok, menganalisis faktor internal dan eksternal, serta merumuskan strategi penguatan amenitas dan homestay berkelanjutan. Metode deskriptif evaluatif digunakan dengan instrumen CHSE SNI 9042:2021, kriteria destinasi GSTC v2.0, dan standar usaha pondok wisata (homestay) Indonesia. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan telaah dokumen, dianalisis deskriptif, lalu diuji melalui SWOT dengan dukungan matriks IFE dan EFE. Hasil menunjukkan mayoritas indikator CHSE terutama aspek keselamatan dan lingkungan masih belum memenuhi, sedangkan homestay baru sebagian memenuhi layanan dasar dan persyaratan keselamatan. Pemetaan GSTC menempatkan pilar tata kelola dan lingkungan pada tingkat awalmenengah. Skor IFE 2,68 dan EFE 2,64 menempatkan destinasi pada kuadran “grow-and-fix-essentials”, sehingga pengembangan harus berjalan paralel dengan perbaikan layanan esensial. Strategi prioritas meliputi pemenuhan layanan CHSE di koridor pengunjung, penguatan wayfinding dan fungsi visitor desk, penyusunan SOP homestay, penyediaan fasilitas cuci tangan dan pemilahan sampah, serta kemitraan dengan perguruan tinggi untuk dukungan desain dan pemantauan.
Copyrights © 2026