Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Eksplorasi Nilai Budaya Kaulinan Barudak Sunda Pada Permainan Oray-Orayan Dalam Pembelajaran Di SD: Exploration of the Cultural Values of Sundanese Barudak in the Oray-Orayan Game in Elementary School Learning Sahrany Nurmalasari; Aida Nurasyipha; Laila Puspita; Rita Nuraeni; Indah Nurmahanani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 5: Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i5.11048

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya eksistensi kaulinan barudak Sunda akibat perkembangan teknologi digital, sehingga nilai-nilai budaya yang terkandung dalam permainan tradisional mulai kurang dikenal oleh anak-anak. Salah satu permainan tradisional yang memiliki nilai budaya dan edukatif adalah permainan oray-orayan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam permainan tradisional oray-orayan serta relevansinya dalam pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Data diperoleh melalui kajian terhadap berbagai artikel ilmiah dan literatur yang relevan mengenai permainan oray-orayan dan nilai budaya dalam pembelajaran. Teknik analisis data menggunakan analisis isi dengan mengelompokkan data berdasarkan indikator nilai budaya, yaitu nilai moral, nilai kearifan lokal, dan nilai karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan oray-orayan mengandung nilai moral berupa sikap saling menghargai dan kebersamaan, nilai kearifan lokal berupa pelestarian budaya Sunda melalui bahasa, lagu, dan tradisi permainan, serta nilai karakter berupa kerja sama, disiplin, dan tanggung jawab. Selain itu, permainan oray-orayan memiliki potensi sebagai media pembelajaran kontekstual yang mampu menciptakan pengalaman belajar yang aktif, menyenangkan, dan bermakna bagi siswa sekolah dasar. Dengan demikian, permainan tradisional oray-orayan dapat diintegrasikan dalam pembelajaran sebagai upaya penguatan pendidikan karakter sekaligus pelestarian budaya lokal.
Analisis Perkembangan Kognitif, Motorik, dan Sosial-Emosional Anak Usia Dini (0–2 Tahun) dalam Masa Golden Age Caroline Rotua Joesputri Samosir Samosir; Asep Yogie Sholihin; Laila Puspita; Shifa Aulia Sabna; Lisna Maulia; Wina Mustikaati
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.13828

Abstract

This study aims to analyze the cognitive, motor, and socio-emotional development of early childhood (0–2 years) during the golden age period. The research uses a qualitative approach through observation and literature review techniques. The results show that children aged 0–2 years experience rapid development in cognitive, motor, and socio-emotional aspects. Cognitive development is characterized by the ability to recognize the environment through sensorimotor interactions, motor development is reflected in the improvement of gross and fine motor skills, while socio-emotional development is indicated by children’s responses to their environment and interactions with others. Furthermore, appropriate stimulation from the environment, especially from parents, plays a crucial role in supporting optimal child development. Without adequate stimulation, children may experience developmental delays. Therefore, understanding the golden age period is essential, particularly for parents and prospective educators, to provide appropriate and optimal stimulation for early childhood development.