p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Rekayasa Sipil
Griselda Junianda Velantika
Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Sains, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DAYA BELI MASYARAKAT TERHADAP PERUMAHAN Griselda Junianda Velantika; Andi Muflih Marsuq Muthaher; Dwi Jenita Maharani; Ilma Alfianarrochmah
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 21 No. 2 (2025)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.21.2.94-104.2025

Abstract

Hunian yang nyaman dan layak merupakan hak mendasar bagi masyarakat Indonesia. Untuk mendukung pemenuhan kebutuhan tersebut, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR melaksanakan program penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang bersifat subsidi. Program ini diharapkan dapat menekan jumlah kawasan kumuh yang tersebar di berbagai wilayah, khususnya di kawasan perkotaan. Dalam implementasinya, penyediaan perumahan perlu memperhatikan faktor-faktor yang memengaruhi preferensi masyarakat agar pembangunan yang dilakukan dapat berkelanjutan serta mampu meningkatkan daya beli kelompok MBR. Berdasarkan kajian literatur dan data sekunder dari berbagai jurnal, faktor utama yang memengaruhi pemilihan perumahan meliputi harga, lokasi, dan fasilitas. Di antara ketiga faktor tersebut, harga menjadi determinan paling signifikan dalam proses pemilihan. Penelitian ini menggunakan kombinasi pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk menganalisis pengaruh lokasi dan fasilitas terhadap harga perumahan. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan persamaan Y = 0,089 + 0,256 X1 + 0,651 X2. Penelitian ini mengindikasikan bahwa fasilitas merupakan variabel yang paling dominan memengaruhi harga, diikuti oleh faktor lokasi, dengan kontribusi kedua variabel bebas terhadap perubahan harga mencapai 96,8%.
PENGARUH LIMBAH SERBUK KAYU DAN SERBUK ARANG TERHADAP BERAT VOLUME DAN KUAT TEKAN BETON Ilma Alfianarrochmah; Rizka Ayu Rahmawati; Dwi Jenita Maharani; Griselda Junianda Velantika
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 21 No. 2 (2025)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.21.2.67-78.2025

Abstract

Peningkatan kebutuhan pada pembangunan infrastruktur menyebabkan penggunaan beton semakin membesar, namun hal ini turut memberikan dampak negatif terhadap lingkungan terutama pada penggunaan sumber daya alam yang berlebihan dan emisi karbon dari proses produksi semen. Untuk mengurangi pencemaran lingkungan maka dapat dilakukan pemanfaatan bahan ramah lingkungan dengan melakukan penelitian terkait analisis berat volume dan kuat tekan beton dengan penggunaan bahan substitusi serbuk kayu dan serbuk arang. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh serbuk kayu sebagai substitusi berat agregat halus sebesar 2,5% dan serbuk arang sebagai substitusi berat semen dengan variasi 0%, 2%, 5%, 7%, dan 9% terhadap hasil berat volume dan kuat tekan beton pada umur 14 dan 28 hari. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium menggunakan benda uji silnder beton sebanyak 24 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan serbuk kayu dan serbuk arang menyebabkan penurunan berat volume pada beton. Pada umur 14 hari menunjukkan penurunan dari beton normal ke V5 yaitu sebesar 2225 kg/m3 menjadi 1966 kg/m3. Pada umur 28 hari menunjukkan penurunan signifikan berat volume terjadi pada beton normal ke V5 yaitu sebesar 2258 kg/m3 menjadi 2035 kg/m3. Hasil pengujian kuat tekan optimal pada penambahan inovasi material adalah V2 sebesar 7,55 MPa pada umur 14 hari dan V3 sebesar 9,24 MPa pada umur 28 hari. Kuat tekan dengan inovasi material ramah lingkungan pada peneitian ini menunjukkan kuat tekan yang dihasilkan lebih rendah dibandingkan kuat tekan pada beton normal yang mencapai 15,66 Mpa dan 17,17 Mpa pada 14 dan 28 hariĀ  . Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan bahan ramah lingkungan dapat mengurangi berat beton secara signifikan walaupun diiringi dengan penurunan kuat tekan. Hal tersebut menunjukkan potensi aplikasinya sebagai material untuk konstruksi non struktural sehingga dapat membantu mengurangi penggunaan sumber daya alamt dan emisi karbon dari produksi semen.