Hunian yang nyaman dan layak merupakan hak mendasar bagi masyarakat Indonesia. Untuk mendukung pemenuhan kebutuhan tersebut, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR melaksanakan program penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang bersifat subsidi. Program ini diharapkan dapat menekan jumlah kawasan kumuh yang tersebar di berbagai wilayah, khususnya di kawasan perkotaan. Dalam implementasinya, penyediaan perumahan perlu memperhatikan faktor-faktor yang memengaruhi preferensi masyarakat agar pembangunan yang dilakukan dapat berkelanjutan serta mampu meningkatkan daya beli kelompok MBR. Berdasarkan kajian literatur dan data sekunder dari berbagai jurnal, faktor utama yang memengaruhi pemilihan perumahan meliputi harga, lokasi, dan fasilitas. Di antara ketiga faktor tersebut, harga menjadi determinan paling signifikan dalam proses pemilihan. Penelitian ini menggunakan kombinasi pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk menganalisis pengaruh lokasi dan fasilitas terhadap harga perumahan. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan persamaan Y = 0,089 + 0,256 X1 + 0,651 X2. Penelitian ini mengindikasikan bahwa fasilitas merupakan variabel yang paling dominan memengaruhi harga, diikuti oleh faktor lokasi, dengan kontribusi kedua variabel bebas terhadap perubahan harga mencapai 96,8%.
Copyrights © 2025