Humiras Hardi Purba
Teknik Industri, Universitas Mercu Buana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Maintenance Gas Compressor dengan Integrasi Total Produktive Maintenance (TPM) dan Reliability Centered Maintenance (RCM) di Gas Plant Yandi Umar; Humiras Hardi Purba; Herry Agung Prabowo
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol. 13 No. 1 (2026): JISI UMJ
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.13.1.137-154

Abstract

Gas compressor package merupakan salah satu peralatan utama dan vital, yang beroperasi 24 jam non-stop didalam gas plant. Untuk itu dibutuhkan keandalan (Reliability), ketersediaan (Availability), dan keselamatan (Safety) peralatan serta fasilitas menjadi hal yang terpenting dalam pengoperasiannya. Namum sering dihadapi dilapangan, tingginya tingkat kerusakan menyebabkan downtime serta berdampak langsung pada proses produksi dan biaya perawatan. Disebabkan kegagalan mekanis karena kurang optimalnya kegiatan pemeliharaan dan perencanaan perawatan yang diterapkan. Diperlukan penerapan pemeliharaan dan perawatan peralatan dengan metode Total Productive Maintenance (TPM) untuk mendorong partisipasi operator dalam kegiatan pemeliharaan rutin, sedangkan Reliability Centered Maintenance (RCM) berguna untuk menetapkan startegi kebijakan perawtan berbasis resiko dan fungsi krisis. Pada penelitian ini, data dikumpulkan dari histori kerusakan yang terjadi pada gas compressor package, dilakukan analisis menggunakan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), Fishbone dan perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE), serta evaluasi keandalan sistem. Hasil penelitian menunjukkan nilai OEE sebesar 73,08%, masih jauh dibawah standart JIPM sebesar 85% pada priode September 2023 – Oktober 2024. Nilai tersebut merupakan perkalian dari tiga komponen utama: Availability yang mencapai 75,84%, Performance sebesar 96,35%, dan Quality 100%. Nilai Availability yang rendah dari target 95%, memberikan citra buruk untuk Perusahaan.