Gas compressor package merupakan salah satu peralatan utama dan vital, yang beroperasi 24 jam non-stop didalam gas plant. Untuk itu dibutuhkan keandalan (Reliability), ketersediaan (Availability), dan keselamatan (Safety) peralatan serta fasilitas menjadi hal yang terpenting dalam pengoperasiannya. Namum sering dihadapi dilapangan, tingginya tingkat kerusakan menyebabkan downtime serta berdampak langsung pada proses produksi dan biaya perawatan. Disebabkan kegagalan mekanis karena kurang optimalnya kegiatan pemeliharaan dan perencanaan perawatan yang diterapkan. Diperlukan penerapan pemeliharaan dan perawatan peralatan dengan metode Total Productive Maintenance (TPM) untuk mendorong partisipasi operator dalam kegiatan pemeliharaan rutin, sedangkan Reliability Centered Maintenance (RCM) berguna untuk menetapkan startegi kebijakan perawtan berbasis resiko dan fungsi krisis. Pada penelitian ini, data dikumpulkan dari histori kerusakan yang terjadi pada gas compressor package, dilakukan analisis menggunakan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), Fishbone dan perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE), serta evaluasi keandalan sistem. Hasil penelitian menunjukkan nilai OEE sebesar 73,08%, masih jauh dibawah standart JIPM sebesar 85% pada priode September 2023 – Oktober 2024. Nilai tersebut merupakan perkalian dari tiga komponen utama: Availability yang mencapai 75,84%, Performance sebesar 96,35%, dan Quality 100%. Nilai Availability yang rendah dari target 95%, memberikan citra buruk untuk Perusahaan.
Copyrights © 2026