Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pengaruh Natrium Tetraborat terhadap Mikrostruktur Kawat Seling untuk Pisau Pencacah Rumput Syaiful Arif; Widarto; Joni Arif
Metrotech (Journal of Mechanical and Electrical Technology) Vol 5 No 3: September 2026
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/metrotech.v5i3.9955

Abstract

Pisau mesin pencacah rumput merupakan komponen yang menentukan kinerja dan umur pakai mesin sehingga memerlukan material dengan kekerasan dan ketahanan aus yang baik. Kawat seling baja karbon tinggi berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pisau, namun kualitas mikrostrukturnya dipengaruhi oleh proses perlakuan panas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan natrium tetraborat (boraks) terhadap perubahan mikrostruktur kawat seling sebagai material pisau mesin pencacah rumput.Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan 2 spesimen kawat seling yang dipanaskan pada temperatur 850 °C selama 60 menit. Natrium tetraborat diberikan sebanyak 80% (atau 80g) selama proses pemanasan sebagai pelindung permukaan, kemudian spesimen didinginkan cepat menggunakan media oli. Karakterisasi mikrostruktur dilakukan menggunakan mikroskop metalografi pada pembesaran 50x & 100×, sedangkan sifat mekanik dievaluasi melalui pengujian kekerasan metode Vickers.Hasil pengamatan menunjukkan bahwa penambahan natrium tetraborat menghasilkan pembentukan fasa martensit yang lebih dominan dan lebih homogen dibandingkan spesimen tanpa perlakuan. Lapisan oksida pada permukaan spesimen juga berkurang sehingga proses transformasi fasa berlangsung lebih optimal. Nilai kekerasan meningkat dari 450 menjadi 540 HV mengalami peningkatan sebesar 20% dibandingkan spesimen tanpa penambahan natrium tetraborat.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan natrium tetraborat pada proses perlakuan panas memberikan pengaruh positif terhadap pembentukan mikrostruktur martensit, mengurangi oksidasi selama pemanasan, serta meningkatkan kekerasan kawat seling sehingga lebih sesuai digunakan sebagai material pisau mesin pencacah rumput.
Multi-Response Optimization of Mechanical Properties and Quantitative Porosity of A356 Aluminum Alloy Subjected to T6 Heat Treatment Using Response Surface Methodology: Optimasi Multi-Respons Sifat Mekanik dan Porositas Kuantitatif Paduan Aluminium A356 pada Perlakuan Panas T6 Menggunakan Response Surface Methodology Joni Arif; syaiful arif; Widarto; Ardian Maulana
R.E.M. (Rekayasa Energi Manufaktur) Jurnal Vol 11 No 2 (2026): In Progress
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/r.e.m.v11i2.1871

Abstract

This study addresses key methodological gaps in prior T6 heat-treatment research on A356 aluminum alloy, namely the ambiguity of treatment-temperature definitions, reliance on perceived (non-quantitative) porosity assessment, incomplete statistical testing across mechanical responses, and the use of single-factor discrete temperature screening instead of a continuous optimization design. A two-factor Central Composite Design (aging temperature 162-183 °C; aging time 2.3-13.7 h) following a fixed solution treatment (540 °C/6 h, water quench) was employed, comprising 13 experimental runs. Responses (tensile strength, hardness, elongation, and quantitative porosity via image analysis and Archimedes density) were modeled using Response Surface Methodology (RSM) and optimized jointly through a composite desirability function. Quadratic regression models were statistically significant (p < 0.001) for all responses. The optimum condition was identified at an aging temperature of 173.2 °C for 7.8 h, yielding a predicted tensile strength of 283.1 MPa, hardness of 93.2 HB, elongation of 10.0%, and porosity as low as 3.1%, confirmed experimentally within 4% deviation. Secondary Dendrite Arm Spacing (SDAS) was quantitatively correlated with both tensile strength and hardness (R² > 0.85). The findings extend existing T6 optimization literature by providing a validated, continuous, multi-response optimization framework with quantitative defect characterization for A356 components.