Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Gambaran Perkembangan Sosial Emosional Pada Anak Tunarungu Di Pondok Pesantren Darul Ashom Sleman Yogyakarta Silvania Nanda Puspita; Widuri; Rista Islamarida
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2092

Abstract

Perkembangan sosial emosional merupakan aspek penting dalam tumbuh kembang anak, terutama pada anak tunarungu yang mengalami keterbatasan komunikasi sehingga berpotensi memengaruhi kemampuan adaptasi sosial dan pengendalian emosi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perkembangan sosial emosional anak tunarungu di Pondok Pesantren Darul Ashom Sleman Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif, melibatkan 40 anak tunarungu usia 10–15 tahun yang diambil dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan The Pediatric Symptom Checklist-17 (PSC-17), dengan pengumpulan data dilakukan melalui pendampingan menggunakan bahasa isyarat dan penjelasan sederhana. Data dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 10–11 tahun dan telah tinggal di pondok selama tiga tahun. Pada aspek sosial, sebagian besar anak mampu berinteraksi dengan teman sebaya, namun masih ditemukan perilaku kurang adaptif seperti kesulitan mematuhi aturan, berbagi, dan memahami perasaan orang lain. Pada aspek emosional, sebagian besar anak tidak mengalami perasaan sedih dan putus asa, tetapi sebagian anak masih menunjukkan rendahnya rasa percaya diri, kecemasan, kegelisahan, serta kesulitan berkonsentrasi dan mudah teralihkan. Dapat disimpulkan bahwa perkembangan sosial emosional anak tunarungu di Pondok Pesantren Darul Ashom berada pada kondisi cukup baik, namun masih memerlukan dukungan melalui strategi pembelajaran yang adaptif dan inklusif untuk mengoptimalkan keterampilan sosial, pengendalian emosi, dan fokus belajar.
Efektivitas Penerapan Telenursing/Virtual Care Dalam Upaya Peningkatan Kualitas Pelayanan Keperawatan: A Systematic Literature Review Widuri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 7 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i7.2284

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong transformasi pelayanan kesehatan melalui penerapan telenursing atau virtual care, namun bukti ilmiah mengenai efektivitasnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan masih tersebar dan memerlukan sintesis secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis bukti ilmiah mengenai efektivitas penerapan telenursing/virtual care dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan keperawatan. Penelitian ini menggunakan desain Systematic Literature Review (SLR) mengikuti pedoman PRISMA 2020, dengan penelusuran literatur menggunakan strategi Boolean ("telenursing" OR "virtual care") AND ("nursing quality" OR "patient outcomes") pada basis data PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar, mencakup artikel berdesain randomized controlled trial, kuasi-eksperimental, kohort, dan tinjauan sistematik yang terbit pada rentang 2015–2025, serta dinilai kualitas metodologisnya menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Tools. Dari 18 artikel yang teridentifikasi, enam artikel memenuhi seluruh kriteria inklusi dan disertakan dalam sintesis, terdiri atas dua tinjauan sistematik, dua randomized controlled trial, satu studi kohort, dan satu studi kuasi-eksperimental. Hasil sintesis menunjukkan bahwa telenursing secara konsisten memperbaiki luaran klinis dan kualitas hidup pasien dengan penyakit kronis seperti gagal jantung, gagal napas kronis, dan diabetes melitus, menurunkan angka readmisi pascahospitalisasi, dan meningkatkan efisiensi dan pengalaman pelayanan akut di rumah sakit. Dapat disimpulkan bahwa telenursing/virtual care merupakan strategi yang efektif dan adaptif dalam meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan lintas tatanan pelayanan, meskipun penelitian multicenter berskala lebih besar masih diperlukan untuk memperkuat generalisasi temuan.
Explorasi Pengalaman Keluarga dalam Merawat Anggota Keluarga Penyitas Stroke dalam Sudut Pandang Budaya Jawa: Studi Fenomenologi Siti Nai'mah; Teguh Santoso; Widuri
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i2.533

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan penyebab utama kecacatan jangka panjang yang berdampak signifikan tidak hanya pada pasien, tetapi juga pada keluarga sebagai caregiver utama. Dalam budaya Jawa, peran keluarga dalam merawat pasien stroke sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya. Namun, pemahaman mendalam mengenai pengalaman caregiver dalam perspektif budaya Jawa masih terbatas, sehingga diperlukan eksplorasi lebih lanjut untuk mendukung optimalisasi perawatan pada pasien stroke. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam pengalaman keluarga dalam merawat pasien stroke dalam sudut pandang budaya Jawa. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan tekmik wawancara mendalam. Penelitian dilakukan di Kota Yogyakarta pada bulan Agustus hingga Oktober 2025. Partisipan berjumlah 9 orang yang merupakan caregiver utama pasien stroke yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan mengguakan NVivo. Hasil: Terdapat tujuh tema utama dalam penelitian ini, yaitu (1) merawat sebagai kewajiban moral dan bentuk bakti keluarga, (2) internalisasi nilai nrimo sebagai bentuk penerimaan, (3) norma subjektif sebagai pendorong perilaku caregiving, (4) beban fisik dan emosional dalam perawatan jangka panjang, (5) dukungan sosial berbasis nilai gotong royong, (6) peran spiritualitas sebagai strategi koping, dan (7) integrasi pengobatan medis dan tradisional. Kesimpulan: Pengalaman keluarga dalam merawat pasien stroke dipengaruhi oleh nilai budaya, norma sosial, dan spiritualitas.