Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja dan Pencegahan Keputihan di SMK Muhammadiyah 1 Moyudan Sleman Yogyakarta Tri Arini; Rista Islamarida; Maria Merdiana
Journal of Health (JoH) Vol 4 No 2 (2017): Journal of Health - Juli 2017
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.29 KB) | DOI: 10.30590/vol4-no2-p114-119

Abstract

Background: Reproductive health in women is not independent of the health of sex organs. Whitish is a symptom of disease characterized by discharge of fluid from the reproductive organs rather than blood. To be able to perform the attitude of prevention of whiteness required good knowledge to the student concerned. Purpose: Is know the relationship between the level of knowledge about the health of adolescent’s reproduction and the prevention of white discharge on student at SMK Muhammadiyah 1 Moyudan Sleman Yogyakarta Method: This is the non experiment research with quantitative method and Cross Sectional approach. This research is done at SMK Muhammadiyah 1 Moyudan Sleman Yogyakarta on March 2017. The data is collected by giving questionnaire Result: The result of this research is obtained that there are 43 students (84,3%) have a good level of knowledge about the health of adolescent’s reproduction and 8 students (15,7%) have enough level of knowledge. Where as, the determent demeanor of white discharge obtained 47 students (92,2%) have good demeanor and 4 students (7,8%) have bad demeanor. The result of statistic experiment is obtained correlation coefficient value (r) in the amount of r = 0,676 with significance p = 0,000 (p<0,05). Conclusion: There is the relationship between the level of knowledge about the health of adolescent’s reproduction and the prevention of white discharge on student at SMK Muhammadiyah 1 Moyudan Sleman Yogyakarta.
KEJADIAN HIPERTENSI DITINJAU DARI GAYA HIDUP LANSIA DI CONDONGCATUR SLEMAN YOGYAKARTA Wiwit Sugiarti; Rista Islamarida; Eltanina Ulfameytalia Dewi
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 2 No. 7: Maret 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lanjut usia adalah kelompok berumur tua. Dalam aspek kesehatan diketahui semakin bertambah tua umur, lansia cenderung mengalami banyak masalah kesehatan salah satunya adalah hipertensi. Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah diatas normal. Salah satu faktor penyebab hipertensi adalah gaya hidup yang tidak sehat dari individu, seperti kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan konsumsi makanan dan pola tidur. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan gaya hidup dengan hipertensi pada lansia di Dusun Ngringin Desa Condongcatur Depok Sleman Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah survey analitik korelasi deskriptif dengan pendekatan case control. Jumlah sampel sebanyak 64 orang, teknik pengambilan sampel total sampling. Pengumpulan data menggunakan Sphygnomanometer Air raksa dan kuesioner dengan teknik uji Chi- Square. Hasil penelitian diketahui bahwa gaya hidup akivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lansia di Dusun Ngringin diperoleh P value sebesar 0,000 (P value < α), hubungan gaya hidup pola makan dengan kejadian hipertensi pada lansia diperoleh P value sebesar 0,000 (P value < α), hubungan gaya hidup pola tidur dengan kejadian hipertensi pada lansia diperoleh P value sebesar 0,000 (P value < α). Kesimpulan Ada hubungan yang signifikan antara gaya hidup aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lansia, ada hubungan yang signifikan antara gaya hidup pola makan dengan kejadian hipertensi pada lansia, ada hubungan yang signifikan antara gaya hidup pola tidur dengan kejadian hipertensi pada lansia di Dusun Ngringin Desa Condongcatur Depok Sleman Yogyakarta
HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DAN PRESTASI BELAJAR FORMATIF PADA MAHASISWA S1 PROGRAM STUDI KEPERAWATAN STIKES GUNA BANGSA YOGYAKARTA Santoso; Nessy Anggun Primasari; Eltanina Ulfameytalia Dewi; Rista Islamarida
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 2 No. 8: April 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia berada diperingkat ke-3 pengguna media sosial Instagram, Twitter dan pengguna terbesar ke-4 media sosial facebook. Sekitar 86,3 juta orang atau 65 persen dari angka total pengguna internet tahun 2016 berada di Pulau Jawa penggunaan media sosial didominasi oleh kalangan anak muda dan di kawasan perkotaan seperti Jakarta dan beberapa kota besar lainnya di Pulau Jawa. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan media sosial dengan prestasi belajar formatif pada mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan di STIKES Guna Bangsa Yogyakarta. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif yaitu data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik. Desain penelitian menggunakan metode penelitian survey dan rancangan pendekatan yang digunakan adalah cross sectional dimana data yang menyangkut variabel bebas dan variabel terikat akan dikumpulkan dalam waktu yang bersama. Hasil : Hasil tabulasi silang intensitas penggunaan media sosial dengan prestasi belajar formatif mahasiswa menunjukkan koefisien korelasi r xy = -,032 dengan p = 0,05. Maka dinyatakan bahwa Ho diterima dan Ha ditolak dengan nilai probabilitas lebih besar dari tingkat kesalahan atau p = 0,717 (0,717>0,05). Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan prestasi belajar formatif mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan di STIKES Guna Bangsa Yogyakarta.
Karakteristik Penderita Tuberkulosis Paru di Kabupaten Sleman, D.I.Yogyakarta Desto Arisandi; Wiwit Sugiarti; Rista Islamarida
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v8i1.470

Abstract

Indonesia merupakan negara yang menyumbang jumlah penderita TB tertinggi di dunia setelah India dan China.  Prevalensi TB secara regional terhadap penemuan kasus baru TB di DIY sejak tahun 2017 hingga 2019 mengalami peningkatan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran distribusi karakteristik penderita TB paru wilayah kerja puskesmas Kabupaten Sleman, D.I.Yogyakarta tahun 2021.Jenis penelitian deskriptif observsional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian yaitu penderita TB paru berusia ³ 15 tahun yang berada di 25 wilayah kerja puskesmas Kabupaten, Sleman, D.I.Yogyakarta pada periode Januari-Desember 2021.Hasil penelitian yaitu jumlah penderita TB paru di wilayah kerja puskesmas yang ada di Kabupaten Sleman, D.I.Yogyakarta tahun 2021 sebanyak 261 orang dengan karakteristik lebih banyak pada laki-laki (58,62%), usia 15-25 (24,14%), bekerja sebagai Non PNS/Swasta (32,18%), tipe TB dengan kategori kasus baru (81,23%), dan hasil pengobatan akhir dengan kategori sembuh sebanyak 127 orang (48,66%).
Pemberdayaan Keluarga dan Kader dalam Pencegahan Stunting Berbasis Family Centered Nursing dan Modifikasi GOBI-3F Eltanina Ulfameytalia Dewi; Joko Santoso; Rista Islamarida
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.23836

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan masalah kesehatan prioritas yang memengaruhi perkembangan fisik dan kognitif anak. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Kecemen, Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten. Meningkatkan kapasistas keluarga dan kader posyandu dalam pencegahan stunting melalui pendekatan Family Centered Nursing (FCN) dan modifikasi GOBI-3F (Growth Monitoring, Oral Rehydration, Breastfeeding, Immunization, Female Education, Family Planning, dan Food Supplementation). Metode pelaksanaan meliputi focus group discussion (FGD), pelatihan keterampilan, kunjungan rumah, edukasi gizi, pembentukan kelompok peduli ibu menyusui, penguatan kesehatan mental dan komunikasi, serta pelatihan deteksi dini tumbuh kembang. Program ini melibatkan kader posyandu, ibu balita, guru PAUD, pemerintah desa dan mahasiswa. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan kader dan ibu balita, meningkatkan kemampuan kader dalam pengukuran antropometri, terbentuknya kelompok pendukung ibu menyusui, meningkatnya praktik penyediaan MP-ASI berbasis bahan pangan lokal, serta penguatan fungsi perawatan kesehatan keluarga. Program ini terbukti meningkatkan keberdayaan masyarakat dalam upaya pencegahan stunting. Program ini berahasil meningkatkan pengetahuan, ketrampulan, dan perilaku keluarga serta kader dalam pencegahan stunting melalui pendekatan family centered nursing dan GOBI-3F. Kunjungan rumah kepada klien juga menunjukkan kontribusi terhadap peningkatan kapasitas keluarga.  Kata Kunci: Kader, GOBI-3F, Family Centered Nursing, Stunting, Pemberdayaan Keluarga.  ABSTRACT Stunting is a priority health problem that affects children's physical and cognitive development. This community service program was implemented in Kecemen Village, Manisrenggo District, Klaten Regency. To increase the capacity of families and integrated health post (Posyandu) cadres in stunting prevention through the Family Centered Nursing (FCN) approach and modified GOBI-3F (Growth Monitoring, Oral Rehydration, Breastfeeding, Immunization, Female Education, Family Planning, and Food Supplementation). The implementation methods included focus group discussions (FGD), skills training, home visits, nutrition education, the formation of breastfeeding mother care groups, strengthening mental health and communication, and early detection of growth and development training. This program involved Posyandu cadres, mothers of toddlers, PAUD teachers, village government and university students. The results showed an increase in the knowledge of cadres and mothers of toddlers, increased cadre skills in anthropometric measurements, the formation of breastfeeding mother support groups, increased practice of providing complementary feeding based on local food ingredients, and strengthening the function of family health care. This program has been proven to increase community empowerment in stunting prevention efforts. This program successfully improved the knowledge, skills, and behavior of families and cadres in stunting prevention through a family-centered nursing approach and GOBI-3F. Home visits to clients also contributed to increased family capacity. Keywords: Cadres, GOBI-3F, Family-Centered Nursing, Stunting, Family Empowerment.
HUBUNGAN KESEJAHTERAAN SPIRITUAL DENGAN STRES MAHASISWA DI MASA PANDEMI COVID-19: THE RELATIONSHIP OF SPIRITUAL WELL-BEING WITH STUDENTS STRESS DURING THE COVID-19 PANDEMIC Ferry Apandi; Widuri Widuri; Rista Islamarida
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 6 No. 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v6i1.317

Abstract

Perubahan metode pembelajaran yang harus diadaptasi dan tuntutan tugas yang banyak di masa pandemi Covid-19 memungkinkan menjadi salah satu faktor stres bagi mahasiswa. Upaya yang dilakukan mahasiswa dalam menurunkan stres dimasa pandemi salah satunya dengan memenuhi kebutuhan kesejahteraan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesejahteraan spiritual dengan stres mahasiswa di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa STIKES Guna Bangsa Yogyakarta. Sampel penelitian berjumlah 257 responden yang dipilih dengan teknik pengambilan random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Spiritual Well Being, Religious Well Being dan Extenstional Well Being. Metode analisis yang digunakan adalah uji korelasi spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 90,3% responden memiliki kesejahteraan spiritual tinggi, sedangkan 9,7% memiliki kesejahteraan spiritual sedang. Dari aspek stres, 57,6% mengalami stres ringan, 40,1% stres sedang, dan 2,3% stres berat. Hasil analisis dengan uji korelasi spearman rank diperoleh nilai p= 0,000 (<0,05) dengan nilai correlation coefficient (R=-0,386) yang artinya memiliki keeratan hubungan dalam kategori lemah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kesejahteraan spiritual dengan stres mahasiswa di masa pandemi Covid-19.
PENGARUH EDUKASI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG CARA MENGENAL KEKAMBUHAN PADA PASIEN ISOLASI SOSIAL Apri Musfiroh; Eltanina Ulfameytalia Dewi; Rista Islamarida
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Isolasi sosial adalah kondisi di mana penderita skizofrenia menarik diri dari interaksi sosial dan menjadi pasif dalam aktivitas sehari-hari, memperburuk kondisi mental mereka. Edukasi kepada keluarga mengenai cara mengenali tanda-tanda kekambuhan pada pasien isolasi sosial sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan keluarga. Salah satu faktor mengurangi kekambuhan dan meningkatkan kualitas hidup adalah dengan peningkatan pengetahuan pada keluarga dan pasien. Tujuan: Untuk Mengetahui pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan keluarga tentang cara mengenal kekambuhan pada pasien isolasi sosial. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan Quasi experimental dengan Design one group pretest-posttest design. Jumlah sampel 40 responden merupakan pasien rawat inap dengan isolasi sosial, dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan kuisioner tingkat pengetahuan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada nilai rata-rata dari 45,38 pada pretest menjadi 66,85 pada posttest dengan nilai signifikansi 0.000 maka dapat di simpulkan nilainya nilai signifikansi 0.000 adalah < dari 0,05 maka  Ha di terima dengan ada pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan keluarga tentang mengenal tanda kekambuhan pada pasien isolasi sosial Kesimpulan: Edukasi yang diberikan memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan tingkat pengetahuan keluarga tentang cara mengenal kekambuhan pada pasien isolasi sosial.
Hubungan Tingkat Stres Akademik dengan Kejadian Insomnia Menjelang Penilaian Sumatif Akhir Jenjang pada Siswa Kelas XII SMA Negeri 1 Karangreja Bernand Willy Wijaya; Yektiningtyastuti Yektiningtyastuti; Rista Islamarida; Jennifa Jennifa
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i1.23498

Abstract

ABSTRACT Education is an important aspect in improving human resources. Final Summative Assessment (PSAJ) is one of the important forms of evaluation that can cause academic stress for students, and if not handled seriously, will cause various negative impacts, one of which is insomnia. This study aims to determine the relationship between academic stress levels and the incidence of insomnia before PSAJ in grade XII students of SMA Negeri 1 Karangreja. The research design used is descriptive correlation with a cross-sectional approach. A sample of 193 students was taken using a proportional stratified random sampling technique. Data was gathered using a questionnaire. Data analysis used the Spearman Rank test. The results of the study on the relationship between academic stress levels and the incidence of insomnia, obtained a significance of p-value = 0.000 ( 0.05). There was a significant relationship between academic stress levels and the incidence of insomnia before the Final Summative Assessment (PSAJ) in grade XII students of SMA Negeri 1 Karangreja. Keywords: Academic Stress Level, Insomnia, Student. ABSTRAK Pendidikan menjadi aspek yang penting dalam meningkatkan sumber daya manusia. Penilaian Sumatif Akhir Jenjang atau PSAJ adalah salah satu bentuk evaluasi penting yang dapat menimbulkan stres akademik bagi siswa, dan apabila tidak ditangani dengan serius akan menimbulkan berbagai dampak negatif salah satunya insomnia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres akademik dengan kejadian insomnia menjelang PSAJ pada siswa kelas XII SMA Negeri 1 Karangreja. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 193 siswa yang diambil menggunakan teknik proporsional stratified random sampling. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Rank Spearman. Hasil penelitian hubungan antara tingkat stres akademik dengan kejadian insomnia, diperoleh nilai signifikansi p-value = 0,000 (p 0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres akademik dengan kejadian insomnia menjelang Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) pada siswa kelas XII SMA Negeri 1 Karangreja. Kata Kunci: Insomnia, Siswa, Tingkat Stres Akademik.
Kesiapan Peningkatan Peran Orang Tua Pada Anak Usia Sekolah Dasar: Perspektif Keperawatan Keluarga Keren Latumanase; Eltanina Ulfameytalia Dewi; Rista Islamarida; Agus Haryanto Widagdo; Wiwit Sugiarti; Santoso; Mamik; Nugroho Joko Sasono
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2082

Abstract

Orang tua memiliki peran utama dalam mendukung tumbuh kembang dan keberhasilan pendidikan anak, khususnya pada usia sekolah dasar. Tahap ini menuntut kesiapan orang tua untuk meningkatkan peran pengasuhan, dukungan emosional, serta pemenuhan kebutuhan anak secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kesiapan peningkatan menjadi orang tua pada orang tua dengan anak usia sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah responden sebanyak 44 orang tua siswa sekolah dasar. Instrumen penelitian berupa kuesioner daring yang mengukur kesiapan peningkatan menjadi orang tua meliputi keinginan meningkatkan peran, dukungan emosi dan perhatian, kepuasan lingkungan rumah, kemampuan mengungkapkan harapan, serta pemenuhan kebutuhan fisik anak. Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kesiapan peningkatan menjadi orang tua dalam kategori positif (52,27%), sedangkan 47,73% berada pada kategori negatif. Subvariabel dengan proporsi kategori positif tertinggi adalah keinginan meningkatkan peran (61,36%), diikuti dukungan emosi dan perhatian (59,09%). Kesiapan peningkatan menjadi orang tua pada orang tua dengan anak usia sekolah dasar secara umum berada dalam kategori positif, namun masih diperlukan upaya peningkatan terutama pada aspek pemenuhan kebutuhan fisik dan pengungkapan harapan.
Gambaran Perkembangan Sosial Emosional Pada Anak Tunarungu Di Pondok Pesantren Darul Ashom Sleman Yogyakarta Silvania Nanda Puspita; Widuri; Rista Islamarida
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2092

Abstract

Perkembangan sosial emosional merupakan aspek penting dalam tumbuh kembang anak, terutama pada anak tunarungu yang mengalami keterbatasan komunikasi sehingga berpotensi memengaruhi kemampuan adaptasi sosial dan pengendalian emosi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perkembangan sosial emosional anak tunarungu di Pondok Pesantren Darul Ashom Sleman Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif, melibatkan 40 anak tunarungu usia 10–15 tahun yang diambil dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan The Pediatric Symptom Checklist-17 (PSC-17), dengan pengumpulan data dilakukan melalui pendampingan menggunakan bahasa isyarat dan penjelasan sederhana. Data dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 10–11 tahun dan telah tinggal di pondok selama tiga tahun. Pada aspek sosial, sebagian besar anak mampu berinteraksi dengan teman sebaya, namun masih ditemukan perilaku kurang adaptif seperti kesulitan mematuhi aturan, berbagi, dan memahami perasaan orang lain. Pada aspek emosional, sebagian besar anak tidak mengalami perasaan sedih dan putus asa, tetapi sebagian anak masih menunjukkan rendahnya rasa percaya diri, kecemasan, kegelisahan, serta kesulitan berkonsentrasi dan mudah teralihkan. Dapat disimpulkan bahwa perkembangan sosial emosional anak tunarungu di Pondok Pesantren Darul Ashom berada pada kondisi cukup baik, namun masih memerlukan dukungan melalui strategi pembelajaran yang adaptif dan inklusif untuk mengoptimalkan keterampilan sosial, pengendalian emosi, dan fokus belajar.