Rijal Kusdianto
STIKES Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Karakteristik Remaja Dan Peran Keluarga Terhadap Perilaku Seksual Di SMA N 01 Kabupaten Kaur 2025 Rijal Kusdianto; Silvia Puspa; Jajang Suryana; Anggana Kastra Latif; Hesti Marlina
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i2.2121

Abstract

Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Dr. Racmat terhadap kesehatan reproduksi remaja yang dilakukan pada tahun 2022 remaja usia 15-19 tahun baik putra maupun putri tidak sedikit yang sudah pernah melakukan hubungan seksual. Data terhadap 10.833 remaja laki- laki berusia 15-19 tahun didapatkan bahwa sekitar 72% sudah berpacaran, 92% sudah berciuman,62% sudah pernah meraba- raba pasangan, 10,2% sudah pernah berhubungan seksual. Sedangkan hasil survey dari 9.344 remaja putri berusia 15- 19 tahun didapatkan data sekitar 77%  sudah berpacaran, 92% sudah pernah berciuman, 62% sudah meraba- raba pasangan, 6,3% sudah pernah melakukan hubungan seksual. Tujuan penelitian ini: untuk mengetahui hubungan karakteristik remaja dan peran keluarga dengan perilaku seks di SMA N 01 Kaur. Metode Penelitian : Desain penelitian deskriptif analitik pendekatan studi cross sectional. Lokasi penelitian di SMA Negeri 01 Kaur pada bulan desember 2025. Pengambilan data primer diperoleh dari kuesioner kepada 100 siswa Pengambilan sampel total sampling. Hasil penelitian: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa variabel yang memiliki hubungan bermakna dengan pengetahuan, jenis kelamin, peran keluarga dengan nilai P = 0,003, 0,027, 0,037< α 0,05. Simpul dan Saran : Dari 3 variabel independen yang memiliki hubungan bermakna dengan variabel dependen adalah  “ada hubungan pengetahuan, jenis kelamin, peran keluarga dengan perilaku seksual”. Harapkan kepada orang tua  tua agar lebih berperan aktif dan membangun komunikasi terbuka dengan anak remajanya agar tidak mencari informasi pada sumber yang tidak tepat sehingga dapat menjurmuskan remaja pada perilaku seksual beresiko
Pengaruh Brain Gym Terhadap Kognitif Pada Pasien Lansia Dengan Mild Cognitif Impairment (MCI) Di RS X Kota Bengkulu. Rijal Kusdianto; Silvia Puspa Victoria; Jajang Suryana; Anggana Kastra Latip; Hesti Marlina
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 7 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i7.2291

Abstract

Gangguan kognitif pada orang tua dapat disebabkan oleh proses menua. Penurunan kognitif dapat menyebabkan demensia pada orang tua. Namun, pencegahan yang efektif terhadap penurunan kognitif dapat mencegah demensia dan juga membantu pasien menjalani kualitas hidup yang lebih baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana senam otak mempengaruhi kualitas kognitif orang tua yang menderita mild cognitif inpairment (MCI). Penelitian ini dirancang sebagai penelitian Quasi Eksperimental dengan desain kontrol grup. Dalam penelitian ini, 82 pasien dipilih sebagai sampel purposif. Mereka dibagi menjadi 41 kelompok intervensi dan 41 kelompok non-intervensi. Kelompok intervensi menerima latihan senam otak selama tiga hari berturut-turut. Kelompok non-intervensi yang menerima Senam dari rumah sakit, senaman dilakukan selama 25 menit dan instruksi diberikan selama 20 menit. Pada kelompok non intervensi hanya diberikan edukasi dari rumah sakit selama 5 menit. Evaluasi dilakukan kepada kelompok intervensi maupun non intervensi berupa pengukuran skor kognitif pada lansia pada hari ke 3 setelah melakukan brain gym. Sampel dalam penelitian adalah laki-laki 28 orang perempuan 54 orang Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap variabel memiliki korelasi dengan kognitif orang tua, dengan nilai sig < 0,05. Variabel yang paling berdampak pada kognitif orang tua dengan gangguan kognitif ringan (MCI) adalah senam otak, dengan nilai P = 0,002 < 0,05. Hal ini menunjukan bahwa senam otak (brain gym) berpengaruh terhadap peningkatan kognitif pada passien lansia dengan Mild Cognitif Impairment (MCI). Penelitian ini merekomendasikan perlunya penelitian lebih lanjut dan penggunaan brain gym sebagai salah satu intervensi mandiri perawat dalam sauhan keperawatan lansia.