Gangguan kognitif pada orang tua dapat disebabkan oleh proses menua. Penurunan kognitif dapat menyebabkan demensia pada orang tua. Namun, pencegahan yang efektif terhadap penurunan kognitif dapat mencegah demensia dan juga membantu pasien menjalani kualitas hidup yang lebih baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana senam otak mempengaruhi kualitas kognitif orang tua yang menderita mild cognitif inpairment (MCI). Penelitian ini dirancang sebagai penelitian Quasi Eksperimental dengan desain kontrol grup. Dalam penelitian ini, 82 pasien dipilih sebagai sampel purposif. Mereka dibagi menjadi 41 kelompok intervensi dan 41 kelompok non-intervensi. Kelompok intervensi menerima latihan senam otak selama tiga hari berturut-turut. Kelompok non-intervensi yang menerima Senam dari rumah sakit, senaman dilakukan selama 25 menit dan instruksi diberikan selama 20 menit. Pada kelompok non intervensi hanya diberikan edukasi dari rumah sakit selama 5 menit. Evaluasi dilakukan kepada kelompok intervensi maupun non intervensi berupa pengukuran skor kognitif pada lansia pada hari ke 3 setelah melakukan brain gym. Sampel dalam penelitian adalah laki-laki 28 orang perempuan 54 orang Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap variabel memiliki korelasi dengan kognitif orang tua, dengan nilai sig < 0,05. Variabel yang paling berdampak pada kognitif orang tua dengan gangguan kognitif ringan (MCI) adalah senam otak, dengan nilai P = 0,002 < 0,05. Hal ini menunjukan bahwa senam otak (brain gym) berpengaruh terhadap peningkatan kognitif pada passien lansia dengan Mild Cognitif Impairment (MCI). Penelitian ini merekomendasikan perlunya penelitian lebih lanjut dan penggunaan brain gym sebagai salah satu intervensi mandiri perawat dalam sauhan keperawatan lansia.