Dany Wijaya Kesuma
Universitas Negeri Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Use of Artificial Intelligence in Learning: Primary School and Prospective Teachers' Perceptions Alfian Fawaidil Wafa; Dany Wijaya Kesuma
Madrasah: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 18, No 1 (2025): Madrasah: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/mad.v18i1.37216

Abstract

This research was conducted to analyze exactly how teachers and prospective elementary school teachers perceive the use of Artificial Intelligence (AI) in the learning process. This research aims to be a means of recommending the implementation of optimal use of AI at the primary education level. This study uses a quantitative approach with a descriptive research design through a survey method. Data were taken from 46 respondents of teachers and prospective elementary school teachers in the city of Malang who were selected using voluntary sampling techniques. Descriptive statistical analysis shows that, in general, respondents gave predominantly positive responses to AI integration, with average perception scores ranging from 19.17 to 21.46, indicating a tendency to agree. Key findings reveal a perception paradox: on the one hand, 73.9% of teachers believe AI can improve teaching effectiveness through personalisation and administrative efficiency; on the other hand, there is significant concern (69.6% agree) that AI has the potential to reduce essential social interaction between teachers and students. In addition, the main obstacles identified are the lack of teacher literacy and limited technological infrastructure in schools. Therefore, this study recommends the need for structured professional training and improved digital infrastructure as prerequisites for balancing the functional benefits of AI with the maintenance of the humanistic pedagogical role of teachers in primary schools.
Pelatihan Pengembangan Bahan Ajar Interaktif dengan Mengoptimalkan Fitur Interactive Flat Panel Yerry Soepriyanto; Dyah Lestari; Ence Surahman; Efi Dian Ariska; Dany Wijaya Kesuma; Mochammad Hilman Amirudin Nahri
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v9i12026p1-5

Abstract

Sebuah sekolah telah memiliki perangkat Interactive Flat Panel lebih dari tiga tahun, akan tetapi guru hanya memanfaatkan bahan ajar berbasis perangkat tersebut yang disediakan baik oleh perangkat, lembaga maupun Internet. Sementara itu jumlah guru yang mengembangkan bahan ajar relatif sedikit, oleh karena itu perlu diadakan pelatihan pengembangan bahan ajar interaktif. Tujuannya untuk melatih guru dalam mengembangkan bahan ajar interaktif yang berbasis pada Interactive Flat Panel atau papan Interaktif dengan memanfaatkan fitur yang dimilikinya. Fitur tersebut adalah anotation, drag & drop, object manipulation, drawing and writing. Bahan ajar interaktif diperlukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan fitur yang telah disediakan oleh papan interaktif. Dengan demikian perlu dikembangkan desain pelatihan untuk tujuan yang telah ditetapkan. Desain pelatihan dikembangkan dengan mengadopsi model McArdle melalui tiga tahap pelaksanaan yaitu pra, pelaksanaan dan evaluasi. Pelatihan dilaksanakan dalam dua tahap yaitu pelatihan pengenalan fitur-fitur yang dimiliki oleh IFP dan mendemonstrasikan pemanfaatannya pada bahan ajar interaktif yang tersedia gratis di Internet. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa guru meningkat pemahamannya terkait pemanfaatan fitur papan interaktif pada bahan ajar interaktif yang digunakan dalam pembelajaran. Peningkatan ini ditunjukkan oleh N-Gain yang terkategori efektif dan sedang. Selain itu ketersediaan bahan ajar interaktif semakin meningkat kuantitasnya yang berhasil dikembangkan oleh guru secara mandiri.