Didin Widyartono
State University of Malang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Karakteristik Asesmen Membaca Sastra pada Buku Ajar Bahasa Indonesia Kelas VII SMP Nurjihaan Nabiilah; Didin Widyartono; Karkono Karkono; Imam Agus Basuki; Pidekso Adi
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 3 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Dua (2) Negara: Indonesia dan Turki
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/djtkqy51

Abstract

Asesmen membaca sastra dalam buku ajar masih cenderung berfokus pada pemahaman dasar, sehingga kemampuan berpikir kritis dan apresiasi sastra siswa belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan mengkaji karakteristik asesmen membaca sastra pada buku Bahasa Indonesia kelas VII yang meliputi ragam tes, keselarasan tujuan dengan instrumen asesmen, dan tingkat pemahaman membaca berdasarkan Taksonomi Barrett. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi. Sumber data berupa latihan membaca sastra dalam buku Bahasa Indonesia kelas VII terbitan tahun 2021. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui membaca, mengidentifikasi, dan mengklasifikasi data berdasarkan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen membaca sastra didominasi oleh ragam tes objektif, sedangkan tes subjektif masih terbatas. Dari aspek keselarasan tujuan dengan instrumen, sebagian besar instrumen telah sesuai dengan tujuan pembelajaran, meskipun beberapa belum sepenuhnya mengukur kemampuan analisis mendalam. Pada tingkat pemahaman membaca, asesmen lebih banyak mengembangkan pemahaman literal dibandingkan inferensial, reorganisasi, evaluasi, dan apresiasi. Temuan ini menunjukkan bahwa asesmen membaca sastra masih berorientasi pada pemahaman tersurat, sehingga perlu pengembangan instrumen yang lebih mendorong kemampuan berpikir kritis, interpretatif, dan apresiatif siswa terhadap karya sastra.
Strategi Tuturan Respons Siswa Generasi Z terhadap Pertanyaan Guru dalam Interaksi Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas XI SMK Bunga Varenia Tiara Putri Wijaya; Imam Suyitno; Didin Widyartono
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 3 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Dua (2) Negara: Indonesia dan Turki
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/89j3dm35

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi tuturan respons siswa Generasi Z terhadap pertanyaan guru dalam interaksi pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindak tutur dalam perspektif pragmatik. Penelitian dilaksanakan di SMKN 7 Malang dengan subjek siswa kelas XI. Data penelitian berupa tuturan respons verbal siswa terhadap pertanyaan guru yang dikumpulkan melalui observasi, perekaman, pencatatan, dan wawancara semi-terstruktur. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi tuturan respons siswa Generasi Z terdiri atas empat kategori, yaitu strategi persetujuan, strategi penolakan, strategi konfirmasi, dan strategi penghindaran. Strategi persetujuan direalisasikan dalam bentuk persetujuan langsung, persetujuan dengan alasan, dan persetujuan parsial serta menjadi kategori yang paling dominan karena siswa cenderung memberikan respons yang selaras dengan maksud pertanyaan guru dan tujuan pembelajaran. Strategi penolakan direalisasikan melalui penolakan langsung, penolakan dengan alasan, dan penolakan dengan alternatif. Strategi konfirmasi diwujudkan dalam bentuk meminta pengulangan, meminta penjelasan, dan meminta penegasan, sedangkan strategi penghindaran direalisasikan melalui humor, jawaban tidak pasti, dan penundaan respons. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemilihan strategi tuturan respons dipengaruhi oleh konteks interaksi pembelajaran dan mencerminkan kemampuan pragmatik siswa dalam menyesuaikan cara berkomunikasi sesuai dengan situasi yang dihadapi. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian pragmatik, khususnya mengenai strategi tuturan dalam wacana kelas, serta menjadi referensi bagi guru dalam merancang strategi bertanya yang mampu mendorong respons siswa secara lebih aktif dan komunikatif.
Etika Jawa dalam Video Animasi Cerita Rakyat Jawa Timur di Saluran YouTube Gromore Studio Series Syafinaz Amalia Putri Sunardi; Djoko Saryono; Didin Widyartono
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 4 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/c6nqvh65

Abstract

Cerita rakyat Jawa Timur yang saat ini banyak disajikan dalam bentuk video animasi di YouTube, khususnya pada saluran Gromore Studio Series, menjadi salah satu media penyampai nilai-nilai etika Jawa kepada generasi muda di tengah arus digitalisasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menginterpretasikan representasi prinsip kerukanan dan prinsip hormat dalam etika Jawa dalam video animasi cerita rakyat Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berlandaskan teori representasi Stuart Hall dengan pendekatan konstruksionis serta teori etika Jawa Magnis-Suseno. Korpus penelitian terdiri atas tiga video animasi cerita rakyat Jawa Timur pada saluran YouTube Gromore Studio Series, yaitu Ande-Ande Lumut, Cindelaras, dan Aji Saka, dengan total dua puluh unit data yang dianalisis. Data audiovisual berupa ekspresi dan gestur tokoh, serta data verbal berupa narasi dan tuturan tokoh, dipilih berdasarkan indikator prinsip-prinsip etika Jawa yang telah ditetapkan dalam instrumen penelitian, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Satu unit data dimungkinkan memperoleh lebih dari satu kode apabila menggambarkan lebih dari satu indikator etika sekaligus, dengan penetapan kode didasarkan pada kesesuaian data terhadap deskriptor pada masing-masing indikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip kerukunan direpresentasikan melalui tiga indikator, yaitu penghindaran konflik terbuka, keselarasan dalam komunikasi, dan semangat kebersamaan, sedangkan prinsip hormat direpresentasikan melalui indikator ngajeni, unggah-ungguh, dan mengayomi, dengan representasi unggah-ungguh ditemukan sebagai indikator paling dominan. Temuan ini menunjukkan bahwa satu adegan dalam cerita rakyat dapat menggambarkan beberapa nilai etika sekaligus yang saling berkaitan, sesuai dengan pandangan hidup masyarakat Jawa yang menempatkan keselarasan dalam hubungan sosial dan kematangan batin sebagai unsur yang saling mendukung dalam membentuk perilaku yang baik. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian sastra digital sekaligus berpotensi menjadi alternatif sumber belajar nilai etika Jawa bagi generasi muda.