Asesmen membaca sastra dalam buku ajar masih cenderung berfokus pada pemahaman dasar, sehingga kemampuan berpikir kritis dan apresiasi sastra siswa belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan mengkaji karakteristik asesmen membaca sastra pada buku Bahasa Indonesia kelas VII yang meliputi ragam tes, keselarasan tujuan dengan instrumen asesmen, dan tingkat pemahaman membaca berdasarkan Taksonomi Barrett. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi. Sumber data berupa latihan membaca sastra dalam buku Bahasa Indonesia kelas VII terbitan tahun 2021. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui membaca, mengidentifikasi, dan mengklasifikasi data berdasarkan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen membaca sastra didominasi oleh ragam tes objektif, sedangkan tes subjektif masih terbatas. Dari aspek keselarasan tujuan dengan instrumen, sebagian besar instrumen telah sesuai dengan tujuan pembelajaran, meskipun beberapa belum sepenuhnya mengukur kemampuan analisis mendalam. Pada tingkat pemahaman membaca, asesmen lebih banyak mengembangkan pemahaman literal dibandingkan inferensial, reorganisasi, evaluasi, dan apresiasi. Temuan ini menunjukkan bahwa asesmen membaca sastra masih berorientasi pada pemahaman tersurat, sehingga perlu pengembangan instrumen yang lebih mendorong kemampuan berpikir kritis, interpretatif, dan apresiatif siswa terhadap karya sastra.