Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Nutrisi, Narasi, dan Negosiasi Risiko: Membaca Kontroversi MBG dalam Perspektif Risk Communication: Nutrisi, Narasi, dan Negosiasi Risiko: Membaca Kontroversi MBG dalam Perspektif Risk Communication Suryani Musi; Dea Audia Elsaid
Journal of Media and Communication Studies Vol. 4 No. 2 (2026): JOURMICS (Journal Of Media And Communication Studies)
Publisher : Communication and Islamic Broadcasting Studies IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/jourmics.v4i2.17549

Abstract

This study examines the controversy surrounding Indonesia's Free Nutritious Meal Program (Makan Bergizi Gratis/MBG) from a risk communication perspective. Normatively, MBG is presented as a strategic intervention to reduce stunting and improve human capital. In practice, however, the program has become a contested public narrative shaped by food safety concerns, fiscal scale, media framing, and institutional trust. Using qualitative conceptual analysis based on crisis communication, risk communication, and risk society literature, this article explains the gap between objective risk and perceived risk in public responses to MBG. The findings show that public anxiety is not caused solely by operational problems, but by the failure of policy communication to acknowledge uncertainty transparently and consistently. Statistical claims on stunting reduction do not automatically produce legitimacy because citizens evaluate risk through emotion, social value, experience, and trust. MBG therefore shifts from a technical nutrition policy into a narrative crisis of state credibility.
Perilaku Komunikasi Pasangan Suami Istri Jarak Jauh dalam Mempertahankan Keharmonisan Rumah Tangga: Long Distance Couples' Communication Behavior in Maintaining Household Harmony Nur Istiqamah Desiana; Ari Fahry; Dea Audia Elsaid; Muhammad Reissyaf
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 8: Agustus 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i8.5908

Abstract

Pasangan suami istri yang menjalani hubungan jarak jauh atau Long Distance Married (LDM) tidak seperti pasangan pada umumnya yang dapat menjalani kehidupan berumah tangga yang tinggal serumah. Pasangan LDM tidak hidup serumah dalam jangka waktu yang lama, dan mereka tidak dapat merasakan kehadiran fisik suami atau istrinya setiap saat. Dalam penelitian ini, komunikasi suami istri jarak jauh menghadapi kenyataan bahwa mereka tidak hidup serumah tetapi juga harus terpisah dari satu sama lain secara ruang dan waktu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menjelaskan perilaku komunikasi pada pasangan suami istri yang menjalani hubungan jarak jauh dalam upaya mereka untuk mempertahankan hubungan pernikahan yang harmonis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Keterbukaan dalam berkomunikasi dengan pasangan merupakan cara efektif dalam menjaga keharmonisan keluarga; 2) Perilaku komunikasi pasangan suami istri jarak jauh, dibagi menjadi tiga bagian yaitu a. Komunikasi menggunakan media, b. Intensitas komunikasi, c. Kendala dalam berkomunikasi, 3) Makna keharmonisan dalam pernikahan yaitu keterbukaan dan saling percaya.