Pasangan suami istri yang menjalani hubungan jarak jauh atau Long Distance Married (LDM) tidak seperti pasangan pada umumnya yang dapat menjalani kehidupan berumah tangga yang tinggal serumah. Pasangan LDM tidak hidup serumah dalam jangka waktu yang lama, dan mereka tidak dapat merasakan kehadiran fisik suami atau istrinya setiap saat. Dalam penelitian ini, komunikasi suami istri jarak jauh menghadapi kenyataan bahwa mereka tidak hidup serumah tetapi juga harus terpisah dari satu sama lain secara ruang dan waktu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menjelaskan perilaku komunikasi pada pasangan suami istri yang menjalani hubungan jarak jauh dalam upaya mereka untuk mempertahankan hubungan pernikahan yang harmonis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Keterbukaan dalam berkomunikasi dengan pasangan merupakan cara efektif dalam menjaga keharmonisan keluarga; 2) Perilaku komunikasi pasangan suami istri jarak jauh, dibagi menjadi tiga bagian yaitu a. Komunikasi menggunakan media, b. Intensitas komunikasi, c. Kendala dalam berkomunikasi, 3) Makna keharmonisan dalam pernikahan yaitu keterbukaan dan saling percaya.
Copyrights © 2024