Putu Satya Narayanti
Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA MINAT BACA PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI DESA POLANTO JAYA Ni Made Ayu Pastrini; Putu Satya Narayanti; I Ketut Kertayasa
JATMIKA : Journal Education and Learning of Elementary School Vol. 3 No. 2 (2026): JATMIKA : Journal Education and Learning of Elementary School
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/jels.v3i2.840

Abstract

Salah satu pondasi dasar yang harus ditanamkan kepada peserta didik adalah sikap gemar membaca. sikap gemar membaca ini merupakan salah satu sikap yang harus dikembangkan dalam proses pembelajaran di sekolah. Dalam membentuk budaya gemar membaca sekolah menjadi sasaran yang paling penting dan utama. Dengan sikap gemar membaca tersebut,tentunya siswa akan dengan mudah memperoleh informasi-informasi dari berbagai sumber bacaan yang dapat diaksesnya. Di samping itu mutu pendidikan juga ditentukan oleh kemampuan membaca atau kemampuan memahami bacaan para peserta didiknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan rendahnya minat baca pada siswa Sekolah Dasar di Desa Polanto Jaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru kelas dan siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif berdasarkan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab rendahnya minat baca siswa, yaitu faktor internal merupakan faktor yang berasal dari diri siswa yaitu kemampuan membaca, memahami makna yang terkandung dalam bacaan, kesulitan membaca, membaca buku atas perintah guru, siswa jarang mencari buku atau bahan bacaan sesuai dengan kebutuhannya dan siswa yang menyelesaikan tugas melalui internet tanpa buku. Sedangkan, faktor eksternal yaitu faktor keluarga, faktor ekonomi, lingkungan sekolah kurang mendukung dan literasi program belum berjalan maksimal. Adapun upaya yang sudah dilakukan oleh guru untuk meningkatkan minat baca siswa , yaitu mengadakan lomba membaca setiap akhir semester, literasi membaca stiap awal pembelajaran dan pojok bacaan. Adapun upaya dilakukan agar menumbuhkan rasa minat baca pada siswa serta memberi dorongan agar siswa lebih rajin untuk membaca.
KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SD INPRES BUMI SAGU Niluh Nina Kusumayanti; Putu Satya Narayanti; Ni Made Mega Hariani
JATMIKA : Journal Education and Learning of Elementary School Vol. 3 No. 2 (2026): JATMIKA : Journal Education and Learning of Elementary School
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/jels.v3i2.841

Abstract

Kemandirian belajar dapat menunjukkan kesadaran diri siswa untuk mencapai tujuan belajar tanpa bergantung pada bantuan orang lain dalam menguasai materi atau pengetahuan. Belajar mandiri sangat penting bagi siswa karena dapat menjadikan mereka proaktif dan mampu mengatasi permasalahan apa pun serta membantu mereka percaya diri dalam melakukan berbagai hal tanpa bantuan orang lain. Bahasa Indonesia di sekolah dasar merupakan pelajaran yang dapat digunakan untuk belajar berkomunikasi serta memiliki tujuan untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, kreativitas dan sikap. Penelitian ini bertujuan mengetahui kemandirian belajar siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia serta faktor pendukung dan penghambat kemandirian belajar siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SD Inpres Bumi Sagu. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif berupa data deskriptif, menggunakan tiga teknik pengumpulan data yang terdiri dari: observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa kemandirian belajar siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia yaitu sudah maksimal, namun masih ada beberapa siswa orang yang masih belum sepenuhnya bisa mandiri. Faktor pendukung kemandirian belajar siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia yaitu: lingkungan sekitar atau fasilitas yang ada, dari diri siswa itu sendiri, motivasi dari guru ataupun orang tuanya, kegiatan supervisi akademik dan LKPD yang menarik. Sebaliknya, faktor penghambat yaitu: pengelolaan kelas, kurangnya minat belajar siswa, emosional siswa itu sendiri dan kurangnya tanggung jawab atas diri sendiri.
HUBUNGAN ANTARA KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SDN 3 PALU Niluh Sri Nadi; Putu Satya Narayanti; I Ketut Kertayasa
JATMIKA : Journal Education and Learning of Elementary School Vol. 3 No. 2 (2026): JATMIKA : Journal Education and Learning of Elementary School
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/jels.v3i2.842

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kompetensi peagogik guru dengan motivasi belajar siswa di SDN3 Palu. Metode yang digunakan adalah kuantitatif yang bersifat korelasi. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Stratified Sampling dengan jumlah sampel 50 siswa. Teknik pengumpulan berupa angket, pedoman wawancara lembar validasi isi dan bahasa serta dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan uji korelasi product moment dan pengujian hipotesis. Hasil penelitian diperoleh yaitu 0,000 dengan koefisien yang sebesar 0,622 Artinya Kompetensi pedagogik dan motivasi belajar siswa memilki hubungan positif dengan dengan derajat hubungan kuat. Faktor pendukung pedagogik guru yaitu pengalaman mengajar, latar belakang pendidikan, ikut pelatihan PMM, KKG, lingkungan kerja, saling memberikan saran antar sesama guru serta dukungan fasilitas sekolah. Sedangkan faktor penghambatnya seperti beban kerja yang berlebihan, keterbatasan waktu serta kurangnya motivasi atau kemauan dalam diri guru.
PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN SISWA DI SD INPRES KASTABUANA DESA BARAS 8 PROVINSI SULAWESI BARAT Ni Ketut Puriani; Putu Satya Narayanti; Wayan Sudarsana
JATMIKA : Journal Education and Learning of Elementary School Vol. 3 No. 2 (2026): JATMIKA : Journal Education and Learning of Elementary School
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/jels.v3i2.861

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar dalam meningkatkan pengetahuan siswa di SD Inpres Kastabuana Desa Baras 8 Provinsi Sulawesi Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh melalui wawancara dan juga menggunakan panduan lembar observasi menunjukan bahwa bentuk pemanfaatan perpustakaan di SD Inpres Kastabuana untuk mendukung peningkatan pengetahuan siswa melalui kunjungan rutin, tugas berbasis literasi dan koleksi buku yang bervariasi. Hambatan yang dihadapi meliputi rendahnya kesadaran literasi, minat baca dan kurangnya kenyaman fasilitas. Upaya peningkatan dilakukan melalui dukungan kepala sekolah, peran pustakawan, serta strategi guru dalam memotivasi siswa dan membiasakan siswa mengunjungi perpustakaan.