Kemandirian belajar dapat menunjukkan kesadaran diri siswa untuk mencapai tujuan belajar tanpa bergantung pada bantuan orang lain dalam menguasai materi atau pengetahuan. Belajar mandiri sangat penting bagi siswa karena dapat menjadikan mereka proaktif dan mampu mengatasi permasalahan apa pun serta membantu mereka percaya diri dalam melakukan berbagai hal tanpa bantuan orang lain. Bahasa Indonesia di sekolah dasar merupakan pelajaran yang dapat digunakan untuk belajar berkomunikasi serta memiliki tujuan untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, kreativitas dan sikap. Penelitian ini bertujuan mengetahui kemandirian belajar siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia serta faktor pendukung dan penghambat kemandirian belajar siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SD Inpres Bumi Sagu. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif berupa data deskriptif, menggunakan tiga teknik pengumpulan data yang terdiri dari: observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa kemandirian belajar siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia yaitu sudah maksimal, namun masih ada beberapa siswa orang yang masih belum sepenuhnya bisa mandiri. Faktor pendukung kemandirian belajar siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia yaitu: lingkungan sekitar atau fasilitas yang ada, dari diri siswa itu sendiri, motivasi dari guru ataupun orang tuanya, kegiatan supervisi akademik dan LKPD yang menarik. Sebaliknya, faktor penghambat yaitu: pengelolaan kelas, kurangnya minat belajar siswa, emosional siswa itu sendiri dan kurangnya tanggung jawab atas diri sendiri.
Copyrights © 2026