Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Keluarga Berencana Pada Wanita Usia Subur Sri Suciana; Ety Aprianti; Lilik Suhery; Yulia Fitri; Rani Sanita
Menara Pengabdian Vol 5, No 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Desember 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jmp.v5i2.7480

Abstract

Program Pelayanan Keluarga Berencana (KB) merupakan upaya pemerintah untuk mengendalikan angka kelahiran dan menekan  laju pertambahan  penduduk  di  suatu  negara, program ini  juga  memiliki  peran  dalam menurunkan risiko kematian ibu melalui pencegahan kehamilan, penundaan usia kehamilan dan menjarangkan kehamilan. Data menunjukkan laju pertumbuhan penduduk di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 1,49% atau bertambah 4,5 juta setiap tahun. Hal ini tentunya bertolak belakang dengan program pemerintah dalam menggalakkan program Keluarga Berencana (KB)(Mahmudah Daryanti, 2021), KB merupakan salah satu pilar safe motherhood yang dikenal sebagai upaya untuk menurunkan AKI di Indonesia. Tujuan dari pilar ini agar program KB terkait kontrasepsi dapat menginformasikan pelayanan KB pada setiap pasangan usia subur (PUS) meliputi waktu, jumlah maupun jarak kehamilan yang sehat. Suport dari program Kb ini diharapkan dapat membantu mengurangi terjadinya “4 terlalu” sebagai faktor risiko penyebab  kematian  ibu (Yunita et al., 2023). Hambatan  yang di konfirmasi dari masyarakat  adalah  kurangnya  keinginan ibu mencari  informasi  tentang  KB. Dengan memberikan edukasi atau pengetahuan mengenai KB ,jenis-jenis Alat Kontrasepsi, efek samping  dan  lain-lain  kami  berharap  dapat  membantu  meningkatkan  pengetahuan  tentang  Alat kontrasepsi.  Upaya  yang  di  lakukan  antara  lain  dengan  memberikan  edukasi  kesehatan  tentang Alat  Kontrasepsi.  Oleh  sebab  itu  sehubungan  dengan  kondisi  diatas,  penulis  merasa  perlu diadakan   pengabdian   masyarakat   tentang   Edukasi   Keluarga   Berencana   dengan   harapan meningkatkan  pengetahuan  dan  wawasan  masyarakat  tentang  KB  dan  layanannya  sehingga program  KB  dapat  di  pahami,di  mengerti  dan  di  laksanakan  oleh  setiap  keluarga.    Tujuan kegiatan  Pengabdian  Masyarakat ini  adalah  untuk  memaksimalkan  pelayanan  kesehatan  ibu  dan anak dengan harapan dapat menekan laju pertambahan penduduk
Perbedaan Pengetahuan Dan Kemampuan Tentang Menyusui Sebelum Dan Sesudah Diberikan Konseling Melalui Media Lembar Balik Pada Ibu Menyusui Dengan Bayi Usia 0-6 Bulan Rani Sanita; Nila Eza Fitria
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 20, No 2 (2026): Vol 20 No. 02 APRIL 2026
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v20i2.7963

Abstract

Cakupan pemberian ASI eksklusif di Kota Padang meningkat menjadi 75,3% pada tahun 2023, tetapi masih di bawah target nasional 80% yang ditetapkan pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan dan kemampuan tentang menyusui sebelum dan sesudah diberikan konseling melalui media lembar balik pada ibu menyusui dengan bayi usia 0–6 bulan. Jenis penelitian ini adalah kuantitaif dengan desain quasi eksperimental one group pretest-posttest. Populasi adalah ibu yang melahirkan rata-rata perbulannya 29 oarang jadi sampel penelitian 15 responden dengan teknik Purposive Sampling. Tempat penelitian di TPMB Umil Fahmi, S.Keb. Waktu penelitian 31 Mei sampai 14 Juni 2025. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan dan lembar observasi LATCH untuk kemampuan menyusui, data diolah dengan proses editing, coding, tabulating, entri, cleaning dan dianalisis dengan uji T dependen dan uji Wilcoxon menggunakan program komputerisasi dengan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor rata-rata pengetahuan dari sebelum 11,67 menjadi 13,4 setelah konseling, serta skor rata-rata kemampuan dari sebelum 6,07 menjadi 7,4 setelah konseling. Uji T dependen menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan baik pada pengetahuan (p = 0,001) dan uji wilcoxon kemampuan (p = 0,001) sebelum dan sesudah diberikan konseling menggunakan media lembar balik.  Kesimpulan dari penelitian ini adalah konseling menyusui melalui media lembar balik efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuan menyusui pada ibu menyusui dengan bayi usia 0–6 bulan. Saran bagi bidan adalah diharapkan perannya dalam menciptakan kesehatan ibu dan anak. Dengan melakukan penyuluhan dan konseling kesehatan terhadap ibu menyusui terkait pentingnya menyusui.Kata Kunci: Konseling, Lembar Balik, Menyusui, Pengetahuan, Kemampuan