Dwi Ghita
Institut Kesehatan dan Bisnis St. Fatimah Mamuju

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penularan HIV pada Ibu Rumah Tangga: Literatur Review Nurrahma Layuk; Riska Reviana; Dwi Ghita; Meinita Wulansari
Medical Nurse Journal Vol.2 No.2 (Des 2025)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/menu.v2i2.177

Abstract

HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan global yang mengancam kehidupan manusia dan berdampak luas terhadap sistem pelayanan kesehatan serta kondisi sosial ekonomi. Tidak ada negara yang sepenuhnya terbebas dari epidemi ini, dan angka kesakitan serta kematian akibat HIV/AIDS masih menunjukkan kecenderungan yang signifikan. Ibu rumah tangga merupakan salah satu kelompok yang rentan terinfeksi HIV, terutama akibat faktor-faktor yang berada di luar kendali langsung mereka. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kejadian HIV pada ibu rumah tangga. Metode yang digunakan adalah literatur review, pencarian literatur dilakukan dengan menggunakan basis data dan jurnal-jurnal ilmiah yang relevan yaitu jurnal internasional dan nasional (Pubmed, ScienceDirect, dan Sinta) dalam kurun waktu 5 tahun. Proses seleksi dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi untuk memperoleh artikel yang berkualitas dan sesuai dengan topik penelitian. Hasil telaah ditemukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi HIV pada ibu rumah tangga antara lain tingkat pengetahuan, praktik perilaku seksual yang tidak aman, stigma sosial di masyarakat, sikap individu, serta keberadaan infeksi menular seksual (IMS). Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa upaya pencegahan penularan HIV pada ibu rumah tangga memerlukan pendekatan komprehensif yang mencakup peningkatan edukasi kesehatan, pengurangan stigma, promosi perilaku seksual aman, serta penguatan layanan kesehatan reproduksi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam perumusan kebijakan dan program pencegahan HIV pada kelompok rentan.
Analisis Faktor Risiko Kematian Neonatal pada Era Pasca-Pandemi di Indonesia Tahun 2025 Dwi Ghita; Astri Yuliandini; Riska Reviana
Midwife Care Journal Vol. 2 No. 2 (Nov 2025)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v2i2.157

Abstract

Kematian neonatal masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, terutama pada era pasca-pandemi yang membawa perubahan besar terhadap sistem pelayanan kesehatan ibu dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor risiko utama yang berkontribusi terhadap kematian neonatal pada tahun 2025 dengan menggunakan desain observasional analitik pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada beberapa rumah sakit daerah dan puskesmas di Indonesia selama Januari hingga September 2025 dengan total sampel 500 bayi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui rekam medis, register persalinan, serta catatan layanan neonatal, yang mencakup variabel maternal, neonatal, dan akses layanan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi bayi dengan berat badan lahir rendah mencapai 32%, sedangkan 27% mengalami gangguan pernapasan pada awal kehidupan. Selain itu, 24% ibu tercatat mengalami infeksi selama kehamilan, dan 30% persalinan dilakukan tanpa kehadiran tenaga kesehatan terlatih. Analisis regresi logistik mengungkapkan bahwa faktor risiko paling signifikan terhadap kematian neonatal adalah berat badan lahir rendah (OR = 4,21), gangguan pernapasan (OR = 3,74), infeksi maternal (OR = 2,89), tidak dilakukan inisiasi menyusu dini (OR = 2,42), serta rendahnya akses pelayanan kesehatan (OR = 2,11). Temuan ini menegaskan bahwa risiko kematian neonatal sangat dipengaruhi oleh kondisi biologis bayi, kesehatan maternal, serta kualitas layanan kesehatan yang diterima sebelum, saat, dan sesudah persalinan. Penelitian ini menekankan pentingnya penguatan layanan antenatal, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, optimalisasi praktik perawatan neonatal, serta perluasan akses layanan kesehatan berkualitas sebagai strategi kunci untuk menurunkan angka kematian neonatal di Indonesia pada era pasca-pandemi.