Penelitian ini dilatar belakangi dengan kurangnya kesadaran masyarakat dalam partisipasi politik,banyak pihak yang melakukan partisipasi politik bukan karena kesadaran diri tetapi ada pihak yang mempengaruhinya,salah satu caranya adalah dengan melakukan money politik dan pihak yang menjadi target utama adalah masyarakat awam atau yang latar belakang pendidikannya masih rendah.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh latar belakang pendidikan terhadap partisipasi politik masyarakat dalam Pemilu Legislatif 2024 di RW 04 Kampung Ngenol, Desa Puspamukti, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran angket kepada 40 0rang responden yang memiliki latar belakang pendidikan berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan berpengaruh signifikan terhadap partisipasi politik, dengan semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin besar kemungkinan mereka untuk terlibat dalam proses politik, khususnya dalam Pemilu Legislatif 2024. Meskipun tingkat partisipasi politik dalam Pemilu 2024 tergolong baik (83%), keterlibatan masyarakat dalam kegiatan politik yang lebih mendalam, seperti diskusi publik dan kampanye, masih terbatas, terutama di kalangan masyarakat dengan latar belakang pendidikan rendah. Masyarakat yang berpendidikan tinggi cenderung lebih aktif dalam mengakses pengetahuan politik, berdiskusi, dan bahkan berpartisipasi dalam kegiatan politik yang lebih tinggi seperti menjabat dalam posisi politik atau administratif. Temuan ini menyimpulkan bahwa pendidikan memiliki peran krusial dalam meningkatkan kualitas partisipasi politik masyarakat, yang pada gilirannya dapat berkontribusi pada kemajuan demokrasi dan pembangunan politik di Indonesia. Kata Kunci: Latar belakang pendidikan, partisipasi politik, Pemilu Legislatif 2024