Supriadi
Institut Pendidikan Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STRENGTHENING PANCASILA MORAL VALUES THROUGH RELIGIOUS EXTRACURRICULAR ACTIVITIES AT SMPN 4 GARUT Fuzi Astuti Rahayu; Arik Darojat; Supriadi
SAHUR Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Vol 5 No 1 Tahun 2026
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/xmh5e422

Abstract

The instillation and strengthening of Pancasila moral values is a strategic effort to shape a young generation who are noble, tolerant, and have a strong national spirit. This study aims to describe how religious extracurricular activities contribute to strengthening students’ Pancasila moral values at SMPN 4 Garut. The research employed a qualitative method with a descriptive-analytic approach. Data were collected through observation, in-depth interviews with PPKn teachers in grades VII and IX as well as supervisors of religious extracurricular activities, and documentation of school programs. Data analysis followed the stages of data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions, while the credibility of the findings was tested through source triangulation. The results show that religious extracurricular activities such as Duha prayer, reading morning dhikr, reciting short surahs and Asma’ul Husna, Friday prayer, Islamic holy day celebrations (PHBI), girl-focused keputrian activities, “embun pagi”, and Friday charity have been consistently implemented. These activities help nurture Pancasila moral values including honesty, responsibility, empathy, mutual respect, independence, discipline, and social care in students’ daily behaviour. However, the implementation still faces several obstacles, such as limited cooperation among teachers in guiding students and the low awareness of some students who are difficult to direct toward positive behaviour. Overall, religious extracurricular activities at SMPN 4 Garut play an important role in strengthening students’ Pancasila moral values and need to be continuously optimized through better coordination and support from all school stakeholders. Keywords: Pancasila moral values, Reinforcement, Religious extracurricular activities.
THE EFFECT OF SELF-DIRECTED LEARNING MODEL ON STUDENT LEARNING OUTCOMES AT SMPN 2 TAROGONG KIDUL : (Quasi Eksperimen Pada Mata Pelajaran PPKn Kelas IX SMPN 2 Tarogong Kidul) Hilmi Julia; Ade Suherman; Supriadi; Triani Widyanti
SAHUR Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4 No 2 Tahun 2025
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/sahur.v4i2.3487

Abstract

Hasil belajar peserta didik merupakan salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan proses pembelajaran. Namun, berdasarkan observasi awal di kelas IX SMP Negeri 2 Tarogong Kidul, ditemukan bahwa hasil belajar peserta didik masih tergolong rendah. Rendahnya hasil belajar ini disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran konvensional yang kurang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar secara mandiri dan aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Self Directed Learning terhadap hasil belajar peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen jenis Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas IX, dengan sampel dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Self Directed Learning, dan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pretest, posttest, observasi, dan wawancara. Data dianalisis menggunakan uji statistik parametrik dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Self Directed Learning berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar peserta didik. Hal ini dibuktikan dengan adanya perbedaan rata-rata nilai posttest yang lebih tinggi pada kelas eksperimen dibandingkan dengan kelas kontrol. Selain itu, peserta didik dalam kelas eksperimen menunjukkan peningkatan dalam hal kemampuan berpikir kritis, kemandirian, dan inisiatif belajar. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Self Directed Learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik di kelas IX SMP Negeri 2 Tarogong Kidul. Kata kunci : Self Directed Learning, Hasil Belajar, Model Pembelajaran, Quasi Eksperimen.
THE INFLUENCE OF EDUCATIONAL BACKGROUND ON POLITICAL PARTICIPATION IN THE 2024 LEGISLATIVE ELECTIONS Permata Bayu Maulana; Ana Maulana; Supriadi
Journal Civics And Social Studies Vol. 9 No. 2 (2025): Vol 9 No 2 Tahun 2025
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/journalcss.v9i2.3481

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dengan kurangnya kesadaran masyarakat dalam partisipasi politik,banyak pihak yang melakukan partisipasi politik bukan karena kesadaran diri tetapi ada pihak yang mempengaruhinya,salah satu caranya adalah dengan melakukan money politik dan pihak yang menjadi target utama adalah masyarakat awam atau yang latar belakang pendidikannya masih rendah.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh latar belakang pendidikan terhadap partisipasi politik masyarakat dalam Pemilu Legislatif 2024 di RW 04 Kampung Ngenol, Desa Puspamukti, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran angket kepada 40 0rang responden yang memiliki latar belakang pendidikan berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan berpengaruh signifikan terhadap partisipasi politik, dengan semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin besar kemungkinan mereka untuk terlibat dalam proses politik, khususnya dalam Pemilu Legislatif 2024. Meskipun tingkat partisipasi politik dalam Pemilu 2024 tergolong baik (83%), keterlibatan masyarakat dalam kegiatan politik yang lebih mendalam, seperti diskusi publik dan kampanye, masih terbatas, terutama di kalangan masyarakat dengan latar belakang pendidikan rendah. Masyarakat yang berpendidikan tinggi cenderung lebih aktif dalam mengakses pengetahuan politik, berdiskusi, dan bahkan berpartisipasi dalam kegiatan politik yang lebih tinggi seperti menjabat dalam posisi politik atau administratif. Temuan ini menyimpulkan bahwa pendidikan memiliki peran krusial dalam meningkatkan kualitas partisipasi politik masyarakat, yang pada gilirannya dapat berkontribusi pada kemajuan demokrasi dan pembangunan politik di Indonesia. Kata Kunci: Latar belakang pendidikan, partisipasi politik, Pemilu Legislatif 2024