Andi Saputra Nasution
Akademi Teknik Deli Serdang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sosialisasi Pengembangan Bisnis Bengkel Las Bagi Siswa SMK Swasta Mandiri Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang Ronald Naibaho; Andi Saputra Nasution; Daniel Haposan Harahap
Karya Unggul: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Juni
Publisher : Karya Unggul: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu usaha yang bisa dijadikan pilihan adalah usaha bengkel las. Walaupun belum begitu diminati atau terkenal di kalangan masyarakat, namun bisnis ini mempunyai prospek yang cerah. Di dalamnya pun menawarkan keuntungan yang cukup menggiurkan. Lebih menariknya lagi, bisnis ini termasuk usaha rumahan, yang artinya memerlukan modal minim dan tidak perlu sewa tempat. Namun, rumah tersebut harus mencukupi juga, seperti mempunyai halaman yang luas ataupun garasi yang tidak lagi digunakan. Pengabdian ini dilaksanakan kepada 40 siswa kelas 11 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Swasta Mandiri Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang yakni mensosialisasikan Pengembangan Bisnis Bengkel Las oleh Tim Program Studi Teknik Mesin Akademi Teknik Deli Serdang. Adapun tujuan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah untuk memotivasi dan melakukan sosialisasi bidang enterpreunership atau dunia usaha ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta Mandiri Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli serdang. Sehingga Siswa maupun lulusan SMK swasta Mandiri Percut Sei Tuan memiliki informasi yang benar dan termotivasi untuk memilih usaha bengkel las sebagai pilihan usaha. Selain karena modal minim, pangsa pasar luas dan keuntungan besar. Potensi keuntungan yang bisa didapatkan dari usaha las sangat besar karena banyak produk las yang dibutuhkan. Dari sosialisasi dan motivasi diperoleh bahwa 100 % siswa sangat paham terhadap materi yang disosialisasikan. Dari angket yang disebar ada sebanyak 20 siswa (50 %) yang berminat menekuni bisnis bengkel las, siswa yang berkeinginan/cita-cita dengan bisnis lain 5 siswa (12,5 %), siswa yang memilih untuk studi lanjut 15 siswa (37,5 %) dari keseluruhan siswa yang mengikuti pengabdian kepada masyarakat (PKM).
Pemberdayaan dalam Meningkatkan Kesadaran tentang Pemanasan Global dan Energi Baru Terbarukan bagi Siswa SMK Marisi Medan Ronald Naibaho; Andi Saputra Nasution; Parlindungan S Pasaribu; Daniel Haposan Harahap
Karya Unggul: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Karya Unggul: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMK Marisi Kota Medan adalah Sekolah Kejuruan tingkat atas yang memiliki Program Studi Teknik informatika dan Teknis Bisnis Sepeda Motor. Dengan melakukan Pengabdian Masyarakat kepada siswa kelas XII melalui dialog, motivasi dan diskusi terbuka terhadap permasalahan isu-isu lingkungan seperti pemanasan global dan energi baru terbarukan maka siswa SMK Marisi akan semakin paham dan mengerti tantangan globalisasi. Dengan demikian tantangan perekonomian Indonesia umumnya dan khususnya Sumatera Utara yang dihadapi saat ini dan dimasa yang akan datang sesuai dengan peluang alumni SMK Prodi Teknik Informatika dan Teknis Bisnis Sepeda Motor, setelah tamat siswa SMK Marisi Kota Medan diharapkan mampu bekerja disektor energi baru terbarukan yang ke masa mendatang akan semakin booming.Dengan semakin menipisnya SDA sebagai bahan baku energi seperti batubara dan untuk meningkatkan bauran energi nasional maka sudah seharusnya pemanfaatan energi baru terbarukan seperti tenaga surya disosialisasikan ke siswa SMK sebagai calon-calon tenaga kerja untuk sektor energi khususnya energi terbarukan. Adapun tujuan pengabdian masyarakat desa (PMD) ini adalah untuk memotivasi siswa SMK Marisi Program Studi Teknik informatika dan Teknik Bisnis Sepeda Motor memahami peluang kerja sektor energi baru terbarukan yang akan semakin menjanjikan. Dengan adanya dialog, memberikan motivasi dan diskusi maka pengetahuan siswa bertambah dan semakin termotivasi. Dengan metode pendekatan yang partisipatif dan kolaborasi beberapa siswa ternyata memberikan dampak yang positif. Hal ini terlihat dari adanya respon siswa dan komitmen untuk semakin mempelajari isu pemanasan global dan energi baru terbarukan.