Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

SISTEM MONITORING KUALITAS AIR PADA BUDIDAYA IKAN NILA BERBASIS INTERNET OF THINGS: TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS (SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW) Arnold Pakpahan; Regina Sirait; Elferida Hutajulu; Yunni Rianawati; Daniel Haposan Harahap
ATDS Saintech Journal of Engineering Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Juni
Publisher : Akademi Teknik Deli Serdang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas air merupakan faktor penentu keberhasilan budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus), khususnya parameter suhu, derajat keasaman (pH), dan kekeruhan air. Pemantauan parameter tersebut secara manual oleh pembudidaya cenderung kurang efisien dan rawan keterlambatan penanganan ketika terjadi penurunan kualitas air secara mendadak. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara sistematis perkembangan sistem monitoring kualitas air berbasis Internet of Things (IoT) pada budidaya ikan air tawar, mengidentifikasi kesenjangan (gap) dari studi-studi terdahulu, serta mengusulkan konsep rancangan sistem yang lebih sederhana dari sisi perangkat keras namun lebih lengkap dari sisi parameter yang dipantau. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA, melalui tahap identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan penetapan studi yang relevan dari basis data jurnal nasional. Hasil kajian terhadap sepuluh studi terpilih menunjukkan bahwa sebagian besar sistem yang ada masih menggunakan dua perangkat mikrokontroler terpisah (Arduino dan modul Wi-Fi tambahan), hanya memantau satu hingga dua parameter sekaligus, serta memanfaatkan aplikasi Android yang dibangun khusus sehingga menambah kompleksitas pengembangan. Kajian juga menemukan bahwa meskipun beberapa studi telah menyasar ikan nila secara khusus, belum ada studi yang memantau ketiga parameter (pH, suhu, dan kekeruhan) secara bersamaan untuk objek ikan nila menggunakan satu modul dan aplikasi siap pakai. Berdasarkan temuan tersebut, diusulkan konsep sistem monitoring kualitas air pada budidaya ikan nila yang menggunakan satu modul NodeMCU ESP8266 untuk membaca tiga parameter sekaligus (pH, suhu, dan kekeruhan) serta menampilkan hasilnya melalui aplikasi Blynk yang sudah tersedia, sehingga proses pemantauan menjadi lebih ringkas, hemat biaya pengembangan, dan tetap informatif bagi pembudidaya.
PENGARUH VARIASI SUSUNAN DAN FRAKSI SERAT SABUK KELAPA (COCONUT HUSK) SEBAGAI BAHAN DASAR DASHBOARD MOBIL DENGAN METODE TAGUCHI Parlindungan S Pasaribu; Ronald Naibaho; Andi Saputra; Daniel Haposan Harahap
ATDS Saintech Journal of Engineering Vol. 6 No. 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Akademi Teknik Deli Serdang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan material komposit berbasis serat alam menjadi fokus utama dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan sintetis di industri otomotif. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh variasi fraksi volume dan orientasi serat serat sabuk kelapa Coconut husk terhadap kekuatan tarik komposit sebagai alternatif bahan dashboard mobil. Serat sabuk kelapa dipilih karena memiliki sifat mekanik yang baik, ramah lingkungan, dan dapat diperbarui.Komposit dibuat menggunakan matriks resin polyester dengan variasi fraksi volume serat 3%, 5%, dan 7%, serta orientasi vertikal, horizontal dan acak. Sampel diuji tarik menggunakan metode hand lay-up sesuai standar ASTM D 638. Hasil penelitian menunjukkan variasi fraksi volume dan orientasi serat memengaruhi kekuatan tarik secara signifikan. Kombinasi serat vertikal dengan fraksi volume 7% menghasilkan kekuatan tarik tertinggi sebesar 38,95 MPa, sementara orientasi horizontal dengan fraksi 3% hanya mencapai 15,35 MPa. Semakin banyak serat sejajar dengan arah gaya tarik, semakin tinggi kekuatannya. Sebagaiperbandingan,kekuatan tarik plastic ABS HighI mpact untuk dashboardmobil berkisar antara 20-40 MPa. Oleh karena itu, komposit serat pandan duri memenuhi standar kekuatan dan berpotensi menjadi alternatif bahan yang ramah lingkungan untuk industri otomotif.
Sosialisasi Pengembangan Bisnis Bengkel Las Bagi Siswa SMK Swasta Mandiri Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang Ronald Naibaho; Andi Saputra Nasution; Daniel Haposan Harahap
Karya Unggul: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Juni
Publisher : Karya Unggul: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu usaha yang bisa dijadikan pilihan adalah usaha bengkel las. Walaupun belum begitu diminati atau terkenal di kalangan masyarakat, namun bisnis ini mempunyai prospek yang cerah. Di dalamnya pun menawarkan keuntungan yang cukup menggiurkan. Lebih menariknya lagi, bisnis ini termasuk usaha rumahan, yang artinya memerlukan modal minim dan tidak perlu sewa tempat. Namun, rumah tersebut harus mencukupi juga, seperti mempunyai halaman yang luas ataupun garasi yang tidak lagi digunakan. Pengabdian ini dilaksanakan kepada 40 siswa kelas 11 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Swasta Mandiri Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang yakni mensosialisasikan Pengembangan Bisnis Bengkel Las oleh Tim Program Studi Teknik Mesin Akademi Teknik Deli Serdang. Adapun tujuan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah untuk memotivasi dan melakukan sosialisasi bidang enterpreunership atau dunia usaha ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta Mandiri Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli serdang. Sehingga Siswa maupun lulusan SMK swasta Mandiri Percut Sei Tuan memiliki informasi yang benar dan termotivasi untuk memilih usaha bengkel las sebagai pilihan usaha. Selain karena modal minim, pangsa pasar luas dan keuntungan besar. Potensi keuntungan yang bisa didapatkan dari usaha las sangat besar karena banyak produk las yang dibutuhkan. Dari sosialisasi dan motivasi diperoleh bahwa 100 % siswa sangat paham terhadap materi yang disosialisasikan. Dari angket yang disebar ada sebanyak 20 siswa (50 %) yang berminat menekuni bisnis bengkel las, siswa yang berkeinginan/cita-cita dengan bisnis lain 5 siswa (12,5 %), siswa yang memilih untuk studi lanjut 15 siswa (37,5 %) dari keseluruhan siswa yang mengikuti pengabdian kepada masyarakat (PKM).
Sosialisasi Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) Tenaga Surya Bagi Masyarakat Kabupaten Deli Serdang Ronald Naibaho; Wilson Sebastian Nababan; Joel Panjaitan; Parlindungan S Pasaribu; Andi Saputra; Daniel Haposan Harahap; Yunni Rianawati
Karya Unggul: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Edisi Desember
Publisher : Karya Unggul: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT), khususnya tenaga surya, sebagai sumber energi alternatif yang berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan melalui metode sosialisasi berupa pertemuan tatap muka dan praktik langsung penerapan teknologi energi surya kepada masyarakat di Kabupaten Deli Serdang. Permasalahan utama yang dihadapi adalah keterbatasan sumber daya manusia dan rendahnya tingkat pemahaman masyarakat mengenai konsep, manfaat, dan implementasi EBT. Pelaksanaan kegiatan didukung oleh kompetensi akademik Program Studi Teknik Mesin dan Teknik Elektro Akademi Teknik Deli Serdang melalui mata kuliah Konversi Energi, yang membahas aspek sumber energi, desain, implementasi, kebijakan, serta aplikasi sistem EBT. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pemanfaatan energi surya serta munculnya antusiasme untuk mengaplikasikan teknologi tersebut, baik pada rumah tangga maupun fasilitas publik seperti kantor desa. Kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi nyata terhadap upaya ketahanan energi nasional, mendorong kemandirian energi masyarakat, serta mendukung program ramah lingkungan menuju net zero emission. Dengan demikian, sosialisasi pemanfaatan EBT tenaga surya merupakan strategi efektif dalam meningkatkan bauran energi terbarukan secara nasional dan mendukung pencapaian target kontribusi energi terbarukan secara berkelanjutan.
Pemberdayaan dalam Meningkatkan Kesadaran tentang Pemanasan Global dan Energi Baru Terbarukan bagi Siswa SMK Marisi Medan Ronald Naibaho; Andi Saputra Nasution; Parlindungan S Pasaribu; Daniel Haposan Harahap
Karya Unggul: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Karya Unggul: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMK Marisi Kota Medan adalah Sekolah Kejuruan tingkat atas yang memiliki Program Studi Teknik informatika dan Teknis Bisnis Sepeda Motor. Dengan melakukan Pengabdian Masyarakat kepada siswa kelas XII melalui dialog, motivasi dan diskusi terbuka terhadap permasalahan isu-isu lingkungan seperti pemanasan global dan energi baru terbarukan maka siswa SMK Marisi akan semakin paham dan mengerti tantangan globalisasi. Dengan demikian tantangan perekonomian Indonesia umumnya dan khususnya Sumatera Utara yang dihadapi saat ini dan dimasa yang akan datang sesuai dengan peluang alumni SMK Prodi Teknik Informatika dan Teknis Bisnis Sepeda Motor, setelah tamat siswa SMK Marisi Kota Medan diharapkan mampu bekerja disektor energi baru terbarukan yang ke masa mendatang akan semakin booming.Dengan semakin menipisnya SDA sebagai bahan baku energi seperti batubara dan untuk meningkatkan bauran energi nasional maka sudah seharusnya pemanfaatan energi baru terbarukan seperti tenaga surya disosialisasikan ke siswa SMK sebagai calon-calon tenaga kerja untuk sektor energi khususnya energi terbarukan. Adapun tujuan pengabdian masyarakat desa (PMD) ini adalah untuk memotivasi siswa SMK Marisi Program Studi Teknik informatika dan Teknik Bisnis Sepeda Motor memahami peluang kerja sektor energi baru terbarukan yang akan semakin menjanjikan. Dengan adanya dialog, memberikan motivasi dan diskusi maka pengetahuan siswa bertambah dan semakin termotivasi. Dengan metode pendekatan yang partisipatif dan kolaborasi beberapa siswa ternyata memberikan dampak yang positif. Hal ini terlihat dari adanya respon siswa dan komitmen untuk semakin mempelajari isu pemanasan global dan energi baru terbarukan.