Kualitas air merupakan faktor penentu keberhasilan budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus), khususnya parameter suhu, derajat keasaman (pH), dan kekeruhan air. Pemantauan parameter tersebut secara manual oleh pembudidaya cenderung kurang efisien dan rawan keterlambatan penanganan ketika terjadi penurunan kualitas air secara mendadak. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara sistematis perkembangan sistem monitoring kualitas air berbasis Internet of Things (IoT) pada budidaya ikan air tawar, mengidentifikasi kesenjangan (gap) dari studi-studi terdahulu, serta mengusulkan konsep rancangan sistem yang lebih sederhana dari sisi perangkat keras namun lebih lengkap dari sisi parameter yang dipantau. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA, melalui tahap identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan penetapan studi yang relevan dari basis data jurnal nasional. Hasil kajian terhadap sepuluh studi terpilih menunjukkan bahwa sebagian besar sistem yang ada masih menggunakan dua perangkat mikrokontroler terpisah (Arduino dan modul Wi-Fi tambahan), hanya memantau satu hingga dua parameter sekaligus, serta memanfaatkan aplikasi Android yang dibangun khusus sehingga menambah kompleksitas pengembangan. Kajian juga menemukan bahwa meskipun beberapa studi telah menyasar ikan nila secara khusus, belum ada studi yang memantau ketiga parameter (pH, suhu, dan kekeruhan) secara bersamaan untuk objek ikan nila menggunakan satu modul dan aplikasi siap pakai. Berdasarkan temuan tersebut, diusulkan konsep sistem monitoring kualitas air pada budidaya ikan nila yang menggunakan satu modul NodeMCU ESP8266 untuk membaca tiga parameter sekaligus (pH, suhu, dan kekeruhan) serta menampilkan hasilnya melalui aplikasi Blynk yang sudah tersedia, sehingga proses pemantauan menjadi lebih ringkas, hemat biaya pengembangan, dan tetap informatif bagi pembudidaya.