Bagus Wahyuda Utama
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mahar dalam Akad Nikah Menurut Perspektif Fikih Syafi’iyyah Bagus Wahyuda Utama; Heri Firmansyah
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/gy0cb534

Abstract

Mahar (ṣadāq) merupakan salah satu konsekuensi hukum yang melekat pada akad nikah dalam Islam dan berfungsi sebagai hak ekonomi istri yang wajib dipenuhi oleh suami. Dalam fikih mazhab Syafi‘i, mahar memiliki kedudukan strategis meskipun tidak termasuk rukun nikah. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep mahar dalam akad nikah menurut perspektif fikih Syafi‘iyyah dengan menelaah landasan normatif, kedudukan hukum, bentuk dan kadar mahar, serta implikasi hukumnya terhadap relasi suami istri. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual dan normatif-doktrinal. Sumber data diperoleh dari Al-Qur’an, hadis, serta kitab-kitab fikih mazhab Syafi‘i yang mu‘tabar, didukung oleh literatur hukum Islam berbahasa Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa mahar dalam fikih Syafi‘iyyah dipahami sebagai hak absolut istri yang lahir secara otomatis akibat akad nikah atau hubungan suami istri yang sah. Fleksibilitas penentuan mahar, pengaturan mahar mitsil, serta perlindungan hak istri dalam pelaksanaannya mencerminkan orientasi keadilan dan perlindungan perempuan dalam hukum keluarga Islam. Konsep mahar dalam mazhab Syafi‘i juga memiliki relevansi yang kuat dengan sistem hukum perkawinan Islam di Indonesia.
HADHANAH (CHILD CUSTODY) IN INDONESIAN SCHOOLS OF THOUGHT AND JURISPRUDENCE Bagus Wahyuda Utama; Muhammad Amar Adly
AS-SAIS (JURNAL HUKUM TATA NEGARA/SIYASAH) Vol 10, No 2 (2026): AS-SAIS : Jurnal Hukum Tata Negara / Siyasah
Publisher : Hukum tata Negara/Siyasah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/as-sais.v10i2.30402

Abstract

Hadhanah or child custody is one of the most sensitive and complex issues in Islamic family law, especially after divorce. This study aims to analyze the concept of hadhanah from the perspective of the four schools of jurisprudence (Hanafi, Maliki, Shafi'i, and Hanbali) and examine its application in the decisions of Indonesian Religious Courts. This research employs a normative juridical method with a comparative approach and verdict analysis. The findings reveal significant differences in custodian priority order and the age limits of children among the schools, yet all four agree that the best interests of the child (mashlahah al-walad) is the primary criterion. Indonesian Religious Courts, through the Compilation of Islamic Law and Supreme Court jurisprudence, tend to integrate the principle of the best interest of the child with madhab norms, resulting in adaptive and contextual decisions.Keyword: Hadhanah; Child Custody; Schools of Jurisprudence; Jurisprudence; Best Interest of the Child.