Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analysis of Implementation AHP Algorithm as a Decision Support System for the Feasibility of Rehabilitating Low-Income Residents' Houses: Implementasi Algoritma AHP Sebagai Sistem Pendukung Keputusan Kelayakan Rehabilitasi Rumah Warga Berpenghasilan Rendah Basiroh Basiroh; Widya Novita Al Afifah Irwanto
RADIANT: Journal of Applied, Social, and Education Studies Vol. 7 No. 1 (2026): RADIANT: Journal of Applied, Social, and Education Studies
Publisher : Politeknik Assalaam Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52187/rdt.v7i1.381

Abstract

The availability of decent housing is one of the important indicators in improving the quality of life of the community, especially for residents with low incomes. In practice, the process of determining the eligibility of recipients of housing rehabilitation assistance is often still done manually and subjectively, thus potentially causing inaccuracy and injustice in decision making. The initiative stems from the growing need for systematic and objective tools to support government and social institutions in identifying eligible households for housing rehabilitation programs. In addressing this need, the Analytical Hierarchy Process (AHP) method is employed as a core decision-making framework within the DSS due to its strength in handling complex decision problems involving multiple criteria. The system incorporates various assessment criteria, including household income, structural condition of the house, number of dependents, ownership status, and age of the building. These criteria are structured hierarchically, and their relative importance is determined through pairwise comparisons facilitated by AHP. By applying this method, the system is capable of producing a weighted score for each applicant, thus enabling decision-makers to prioritize assistance based on quantifiable and transparent factors. The research includes both qualitative and quantitative analysis, starting from needs assessment, system requirement analysis, and user interface design, to the implementation of the AHP algorithm within the DSS. Results from case studies and prototype testing demonstrate that the system improves the accuracy and fairness of housing rehabilitation assessments compared to conventional manual evaluations. Moreover, it offers a user-friendly interface for stakeholders with varying technical backgrounds. In conclusion, the integration of AHP in the proposed DSS provides a reliable and scalable solution to support equitable housing policy decisions. Future developments may include integration with GIS for location-based analysis and mobile accessibility for field surveys
Pendampingan Implementasi Pembelajaran Berbasis Proyek (Teaching Factory) pada Pengolahan Tepung Mocaf (Modified Cassava Flour) sebagai Bahan Baking di SMK Pusat Unggulan: Studi Kasus SMK Negeri 1 Kalibawang Aninditawidagda Pandam Sudaryanto; Basiroh Basiroh; Rifqi Fauzi Rahmadzani; Ila Khafia Wafda
Jurnal Pengabdian Indonesia Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan sebagai upaya penguatan pembelajaran vokasi di SMK Negeri 1 Kalibawang sebagai SMK Pusat Unggulan melalui penerapan model pembelajaran berbasis proyek (Teaching Factory) yang memanfaatkan Modified Cassava Flour (Mocaf) sebagai bahan baku lokal dalam pengembangan produk baking. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah belum optimalnya integrasi pembelajaran dengan proses produksi nyata yang berdampak pada rendahnya kompetensi teknis dan minat kewirausahaan peserta didik. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kompetensi guru dan peserta didik melalui implementasi Teaching Factory berbasis potensi lokal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan penerapan Teaching Factory yang mengintegrasikan proses pembelajaran dan produksi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi teknis peserta, terbentuknya unit produksi sekolah berbasis Mocaf, serta dihasilkannya produk baking inovatif yang memiliki potensi pasar. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa penerapan Teaching Factory berbasis bahan baku lokal efektif dalam memperkuat pembelajaran vokasi dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan peserta didik secara berkelanjutan.
PENDAMPINGAN PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TEACHING FACTORY PENGOLAHAN TEPUNG MOCAF SMK PUSAT UNGGULAN UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN Basiroh; Nancy Octyajati; Riana Rahmawati Dewi
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2026): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v10i1.10092

Abstract

Kegiatan ini difokuskan pada pemanfaatan Mocaf sebagai bahan dasar produk baking melalui pendekatan proyek yang mengintegrasikan proses pembelajaran dan produksi. Namun, sekolah masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan pengetahuan dan keterampilan pengolahan Mocaf. Permasalahan tersebut menghambat implementasi Teaching Factory yang efektif dan relevan dengan dunia kerja. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi guru dan siswa melalui pendampingan teknis dalam pengolahan Mocaf sebagai bahan baku baking, sekaligus memperkuat pelaksanaan model Teaching Factory yang kontekstual, aplikatif, dan berbasis potensi lokal. Pendampingan ini menggunakan Participatory Action Research yaitu pendekatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada partisipasi aktif, kolaborasi, dan perubahan sosial. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan teknis peserta sebesar 35% berdasarkan hasil evaluasi praktik sebelum dan sesudah pelatihan. Selain itu, terbentuk 1 unit produksi sekolah berbasis Mocaf, serta dihasilkan 4–5 jenis produk baking inovatif yang siap dipasarkan. Kegiatan ini juga meningkatkan minat dan jiwa kewirausahaan siswa yang ditunjukkan oleh sekitar 70% peserta menyatakan tertarik untuk mengembangkan usaha berbasis produk Mocaf.
Implementasi Algoritma AHP Sebagai Sistem Penunjang Keputusan dalam Mengevaluasi Kelayakan Rehabilitasi Rumah Warga Berpenghasilan Rendah Basiroh Basiroh; Widya Novita Al Afifah Irwanto
Indonesian Journal of Information Technology and Computing (IMAGING) Vol 5, No 2 (2025): 31 Desember 2025
Publisher : Politeknik Harapan Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52187/img.v5i2.396

Abstract

The availability of decent housing is one of the important indicators in improving the quality of life of the community, especially for residents with low incomes. In practice, the process of determining the eligibility of recipients of housing rehabilitation assistance is often still done manually and subjectively, thus potentially causing inaccuracy and injustice in decision making. The initiative stems from the growing need for systematic and objective tools to support government and social institutions in identifying eligible households for housing rehabilitation programs. In addressing this need, the Analytical Hierarchy Process (AHP) method is employed as a core decision-making framework within the DSS due to its strength in handling complex decision problems involving multiple criteria. The system incorporates various assessment criteria, including household income, structural condition of the house, number of dependents, ownership status, and age of the building. These criteria are structured hierarchically, and their relative importance is determined through pairwise comparisons facilitated by AHP. By applying this method, the system is capable of producing a weighted score for each applicant, thus enabling decision-makers to prioritize assistance based on quantifiable and transparent factors. The research includes both qualitative and quantitative analysis, starting from needs assessment, system requirement analysis, and user interface design, to the implementation of the AHP algorithm within the DSS. Results from case studies and prototype testing demonstrate that the system improves the accuracy and fairness of housing rehabilitation assessments compared to conventional manual evaluations. Moreover, it offers a user-friendly interface for stakeholders with varying technical backgrounds. In conclusion, the integration of AHP in the proposed DSS provides a reliable and scalable solution to support equitable housing policy decisions. Future developments may include integration with GIS for location-based analysis and mobile accessibility for field surveys. 
Pemanfaatan Internet of Things (IoT) dalam Pengembangan Pertanian Cerdas: Studi Komparatif Beberapa Negara Pramono Hadi; Basiroh Basiroh; Abdul Jalil
Jurnal Penelitian IPTEKS Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL PENELITIAN IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/penelitianipteks.v11i1.1559

Abstract

Internet of Things (IoT) telah menjadi salah satu teknologi kunci dalam transformasi pertanian modern melalui konsep smart farming. Teknologi ini memungkinkan pemantauan dan pengelolaan pertanian secara real-time berbasis data, sehingga berpotensi meningkatkan efisiensi penggunaan input, produktivitas, dan keberlanjutan sistem pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan IoT dalam sektor pertanian di beberapa negara serta mengidentifikasi tantangan dan faktor kunci keberhasilan implementasinya, khususnya dalam konteks negara berkembang. Metode penelitian yang digunakan adalah systematic literature review (SLR) terhadap artikel ilmiah nasional dan internasional, dokumen kebijakan, serta laporan resmi yang dipublikasikan pada periode 2018–2025. Negara yang dikaji meliputi Belanda, Amerika Serikat, Jepang, India, dan Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa IoT berperan penting dalam pemantauan lahan dan tanaman, manajemen irigasi cerdas, deteksi dini hama dan penyakit, pengelolaan ternak, serta pengambilan keputusan berbasis data. Namun, implementasi IoT pertanian masih menghadapi tantangan utama berupa keterbatasan infrastruktur, biaya investasi tinggi, isu interoperabilitas dan tata kelola data, keamanan siber, serta rendahnya kapasitas sumber daya manusia. Di Indonesia, meskipun adopsi IoT masih terbatas, penerapan smart farming pada hidroponik, greenhouse, irigasi tetes, dan perikanan menunjukkan potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan IoT pertanian memerlukan pendekatan yang kontekstual, inklusif, dan didukung oleh kebijakan serta penguatan kapasitas kelembagaan.
Analisis Penerimaan Tekonologi Internet of Things (IoT) Dalam Pertanian Menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) Basiroh Basiroh; Widya Novita Al Afifah Irwanto
JKTI Jurnal Keilmuan Teknologi Informasi Vol 1 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/jkti.v1i2.2036

Abstract

This The advancement of digital technology has had a significant impact across various sectors, including agriculture. One of the innovations increasingly applied is the Internet of Things (IoT), which enables more effective and efficient monitoring and control of agricultural activities. However, the success of implementing this technology is highly influenced by the level of user acceptance, particularly among farmers. This study aims to analyze the acceptance of IoT in agriculture using the Technology Acceptance Model (TAM), which includes the variables Perceived Ease of Use (PEOU), Perceived Usefulness (PU), Attitude Toward Using (ATU), Behavioral Intention (BI), and Actual Use (AU). The research employed a quantitative approach, with data collected through questionnaires distributed to farmers who are familiar with or have used IoT-based technologies in their agricultural practices. Data analysis was conducted using Structural Equation Modeling (SEM) with a Partial Least Squares (PLS) approach. The findings reveal that PEOU and PU significantly influence both ATU and BI, which in turn drive the actual use (AU) of IoT technology. Overall, the level of IoT acceptance in agriculture falls into the high category, with respondents’ acceptance percentage exceeding 70%. These results highlight that IoT holds substantial potential to enhance productivity, efficiency, and crop quality. However, its adoption needs to be supported by improved digital literacy, technical assistance, and government policies that facilitate infrastructure development and access to technology
PENDAMPINGAN KULIAH PAKAR IoT DAN AI: SINERGI CERDAS UNTUK PEMASARAN BERBASIS DATA Basiroh Basiroh; Dhona Meylida; Raisa Aribatul Hamidah; Sri Purwanti
WIDHARMA - Jurnal Pengabdian Widya Dharma Vol. 5 No. 02 (2026): Agustus 2026
Publisher : LPPM Universitas Widya Dharma Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54840/widharma.v5i02.610

Abstract

Perkembangan Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) telah mendorong transformasi signifikan dalam strategi pemasaran berbasis data. Namun, masih terdapat kesenjangan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam mengintegrasikan kedua teknologi tersebut untuk mendukung pengambilan keputusan pemasaran yang cerdas dan adaptif. Permasalahan ini menjadi tantangan penting di lingkungan akademik, khususnya dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten menghadapi era digital dan industri 4.0. Kegiatan pendampingan kuliah pakar ini bertujuan untuk meningkatkan literasi teknologi, pemahaman konseptual, serta kemampuan implementatif mahasiswa dalam memanfaatkan IoT dan AI sebagai instrumen pemasaran berbasis data. Metode pengabdian yang digunakan meliputi pendekatan edukatif-partisipatif melalui kuliah pakar, diskusi interaktif, studi kasus, serta demonstrasi implementasi sistem berbasis IoT dan AI dalam analisis perilaku konsumen. Kegiatan ini juga disertai dengan sesi praktik sederhana terkait pengolahan data dan pemanfaatan algoritma AI untuk segmentasi pasar dan prediksi tren. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep integrasi IoT dan AI dalam ekosistem pemasaran digital. Mahasiswa mampu mengidentifikasi potensi pemanfaatan data sensor dan data perilaku pengguna untuk mendukung strategi pemasaran yang lebih personal, efisien, dan berbasis analitik. Selain itu, kegiatan ini memperkuat sinergi antara dunia akademik dan perkembangan teknologi industri, sehingga mendukung terciptanya sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada pengambilan keputusan berbasis data