Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Net Profit Margin dan Debt to Equity Ratio terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2024–2025 Sazkia Rahma Zahra; Siti Nur Kholisah; Andreani Andreani; Nadia Pramesti; Widya Pratiwi; Susilowati Susilowati
Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Manajemen Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/xn9qje25

Abstract

Latar belakang studi ini dipicu oleh fenomena perubahan nilai perusahaan serta ketidakkonsistenan hasil penelitian terdahulu menguji Net Profit Margin (NPM) dan Debt to Equity Ratio (DER) atas nilai perusahaan di industri makanan dan minuman. Riset ini difokuskan untuk mengestimasi dampak NPM dan DER melalui pendekatan parsial maupun pengujian bersamaan terhadap variasi nilai perusahaan yang diukur Price to Book Value (PBV)  pada entitas manufaktur subsektor makanan dan minuman yang tercatat resmi di Bursa Efek Indonesia sepanjang masa pengamatan 2024-2025. Metode empiris yang diterapkan mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan berbasis data sekunder, di mana berkas laporan keuangan yang menjadi sumber data diakses langsung dari portal resmi Bursa Efek Indonesia. Penentuan kriteria menggunakan  teknik purposive sampling, yang menghasilkan keterwakilan 25 entitas bisnis dengan total 50 observasi. Dalam pemrosesan analisis data, perangkat lunak IBM SPSS Statistics versi 27 melalui regresi linear berganda dengan robust standard errors (HC3) untuk mengatasi heteroskedastisitas. Berdasarkan hasil pengujian data, ditemukan bahwa variabel NPM dan DER secara simultan membuktikan adanya pengaruh yang siginifikan dalam mengintervensi nilai perusahaan dengan nilai Adjusted R-Square sebesar 32,8%. Secara parsial, Adapun dalam pengujian secara parsial NPM terbuktu pengaruh positif dan siginikan terhadap PBV. Kondisi ini mengindikasikan bahwa profitabilitas NPM mampu meperkuat persepsi positif dari investor. DER turut memperlihatkan efek positif yang siginikan bahwa efisiensi pengelolaan struktur utang secara terukur dapat mendongkrak nilai perusahaan.
Perspektif Multidimensi Akuntansi Keperilakuan dalam Penguatan Sistem Akuntansi dan Kinerja Organisasi: Tinjauan Literatur Siti Nur Kholisah; Sazkia Rahma Zahra; Andreani Andreani; Widya Pratiwi; Salsya Bella Nur Fadila; Diah Ayu Sekar Astuti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11358

Abstract

Perkembangan teknologi dan digitalisasi menuntut organisasi di sektor swasta dan publik untuk tidak hanya fokus pada aspek teknis akuntansi, melainkan juga memahami perilaku manusia dalam proses pengambilan keputusan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi perspektif multidimensi akuntansi keperilakuan (behavioral accounting) dalam memperkuat sistem akuntansi dan meningkatkan kinerja organisasi secara berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode tinjauan pustaka (literature review) terhadap 30 artikel ilmiah nasional yang diterbitkan pada rentang tahun 2022-2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa akuntansi keperilakuan berperan sebagai penghubung antara faktor manusia, sistem akuntansi, dan kinerja organisasi melalui tiga dimensi, yaitu dimensi psikologis individu, dimensi sosial budaya organisasi, serta dimensi struktural institusional. Ketiga dimensi tersebut terbukti memengaruhi efektivitas sistem akuntansi baik di sektor swasta maupun publik. Penerapan akuntansi keperilakuan berdampak positif terhadap kinerja finansial melalui peningkatan kualitas pengambilan keputusan, penguatan pengendalian internal, dan akurasi pelaporan keuangan, sekaligus berdampak terhadap kinerja non finansial melalui peningkatan inovasi kinerja, motivasi kerja, partisipasi karyawan, produktivitas, kualitas layanan,  dan kepuasan pemangku kepentingan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan sistem akuntansi yang digunakan, tetapi juga kemampuan organisasi dalam mengelola perilaku individu, membangun budaya kerja yang positif, dan menciptakan lingkungan yang mendukung pencapaian tujuan organisasi secara optimal.