Perkembangan teknologi dan digitalisasi menuntut organisasi di sektor swasta dan publik untuk tidak hanya fokus pada aspek teknis akuntansi, melainkan juga memahami perilaku manusia dalam proses pengambilan keputusan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi perspektif multidimensi akuntansi keperilakuan (behavioral accounting) dalam memperkuat sistem akuntansi dan meningkatkan kinerja organisasi secara berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode tinjauan pustaka (literature review) terhadap 30 artikel ilmiah nasional yang diterbitkan pada rentang tahun 2022-2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa akuntansi keperilakuan berperan sebagai penghubung antara faktor manusia, sistem akuntansi, dan kinerja organisasi melalui tiga dimensi, yaitu dimensi psikologis individu, dimensi sosial budaya organisasi, serta dimensi struktural institusional. Ketiga dimensi tersebut terbukti memengaruhi efektivitas sistem akuntansi baik di sektor swasta maupun publik. Penerapan akuntansi keperilakuan berdampak positif terhadap kinerja finansial melalui peningkatan kualitas pengambilan keputusan, penguatan pengendalian internal, dan akurasi pelaporan keuangan, sekaligus berdampak terhadap kinerja non finansial melalui peningkatan inovasi kinerja, motivasi kerja, partisipasi karyawan, produktivitas, kualitas layanan, dan kepuasan pemangku kepentingan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan sistem akuntansi yang digunakan, tetapi juga kemampuan organisasi dalam mengelola perilaku individu, membangun budaya kerja yang positif, dan menciptakan lingkungan yang mendukung pencapaian tujuan organisasi secara optimal.