Agus Maulana Firdaus
UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Genealogi Keilmuan Santri dan Dinamika Islam Nusantara dalam Tradisi Pendidikan Pesantren: Studi Kasus di Pondok Pesantren Nadhratul Ulum, Kalibeber Wonosobo Agus Maulana Firdaus; M. Arja Habibi; Nadya Farkha Salsabila Mubarok3
Al Jabiri: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol. 4 No. 1 (2025): AL-JABIRI: Jurnal Ilmiah Studi Islam
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/aljabiri.v4i1.1312

Abstract

This study aims to analyze the role of Pondok Pesantren Nadhratul Ulum in preserving and developing Islam Nusantara through the scholarly traditions of the santri, as well as how the pesantren adapts to social, political, and technological changes. Using a qualitative descriptive approach and case study, this research collects data through in-depth interviews with pesantren leaders, teachers, students, and alumni, as well as observations of the educational processes at the pesantren. The main findings of the study show that this pesantren successfully preserves the identity of Islam Nusantara through the teaching of kitab kuning (traditional Islamic texts) that link Islamic teachings with local Indonesian culture. In addition, Pondok Pesantren Nadhratul Ulum also demonstrates adaptation to the changing times by utilizing technology in learning, while still maintaining traditional teaching methods such as halaqah (study circles). The study also highlights that the integration of technology is done carefully to support the learning process without compromising the direct interaction between teachers and students, which is considered the core of pesantren education. These findings provide insights into how pesantren in Indonesia can adapt to globalization and modernity without losing the essence of the traditions that have existed. This research is expected to contribute to a deeper understanding of the role of pesantren in contemporary Islamic education, particularly in the context of Islam Nusantara.
Moderasi Beragama dalam Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Microlearning: Studi Kasus Integrasi Nilai-Nilai Moderasi di Madrasah Asep Sunarko; Rendi Setiyawan; Agus Maulana Firdaus
Al Jabiri: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol. 4 No. 2 (2025): AL-JABIRI: Jurnal Ilmiah Studi Islam
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/aljabiri.v4i2.1537

Abstract

Penguatan moderasi beragama dalam pendidikan perlu dihadirkan melalui pembelajaran yang kontekstual dan dekat dengan pengalaman peserta didik. Pembelajaran bahasa Arab memiliki peluang untuk menjadi ruang penguatan nilai moderasi, terlebih ketika dikembangkan melalui pendekatan microlearning yang memungkinkan materi disajikan secara singkat, terarah, dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk integrasi nilai-nilai moderasi beragama dalam pembelajaran bahasa Arab berbasis microlearning, strategi guru dalam mengintegrasikan nilai tersebut, serta respons peserta didik terhadap proses pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di MTsN 1 Wonosobo dan MTs Al Biruni. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi pembelajaran, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik melalui proses pengodean, pengelompokan tema, interpretasi, dan triangulasi sumber serta teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai moderasi beragama diintegrasikan melalui pemilihan tema, kosakata, dialog, contoh kalimat, aktivitas kelompok, dan interaksi pembelajaran. Nilai yang dominan meliputi toleransi, saling menghargai, keadilan, keseimbangan, kerja sama, dan kasih sayang. Microlearning digunakan melalui video pendek, kartu kosakata digital, audio, teks singkat, infografis, dan kuis yang dikaitkan dengan situasi kehidupan sehari-hari. Peserta didik menunjukkan respons positif dan mulai menghubungkan nilai moderasi dengan perilaku menghargai perbedaan, menyampaikan pendapat secara santun, dan bekerja sama. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Arab tidak hanya berfungsi untuk mengembangkan kompetensi kebahasaan, tetapi juga dapat menjadi ruang integrasi nilai moderasi beragama secara kontekstual.