Murtiningsih Murtiningsih
Jenderal Achmad Yani University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH SENAM KEGEL TERHADAP INKONTINENSIA URIN PADA IBU PASCAPERSALINAN: STUDI LITERATUR Monika Anggelia Tumbol; Murtiningsih Murtiningsih
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : CV. Naiwa Best Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18721151

Abstract

Inkontinensia urin pascapersalinan adalah kondisi umum yang memengaruhi 25-45% ibu setelah melahirkan, terutama yang menjalani persalinan vaginal. Masalah ini timbul akibat melemahnya otot dasar panggul selama kehamilan dan persalinan, sehingga memengaruhi kualitas hidup secara fisik dan emosional. Salah satu intervensi non-farmakologis yang sering direkomendasikan untuk mengatasi masalah ini adalah senam Kegel. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh senam Kegel terhadap inkontinensia urin pada ibu pascapersalinan melalui tinjauan literatur dari 10 artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2018–2023. Artikel-artikel ini dianalisis berdasarkan durasi, intensitas latihan, pengawasan, dan hasil yang dicapai. Hasil menunjukkan bahwa senam Kegel efektif dalam mengurangi gejala inkontinensia urin jika dilakukan secara rutin dengan frekuensi 2-3 kali per minggu selama minimal tiga bulan. Pengawasan oleh tenaga kesehatan meningkatkan efektivitas dibandingkan latihan mandiri. Namun, beberapa penelitian menunjukkan hasil yang tidak signifikan, kemungkinan karena variasi metodologi, durasi latihan yang pendek, atau sampel yang kecil. Kesimpulannya, senam Kegel adalah intervensi yang menjanjikan untuk mengatasi inkontinensia urin pascapersalinan. Implementasi program latihan Kegel yang terstruktur dan terawasi sangat dianjurkan untuk hasil optimal. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan efektivitasnya dalam berbagai populasi.
LITERATURE REVIEW EFEKTIFITAS MELAKUKAN PIJAT OKSITOKSIN DAN PEMBERIAN DAUN KATUK PADA IBU POST PERSALINAN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI ASI Ni Nyoman Surti; Murtiningsih Murtiningsih
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : CV. Naiwa Best Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18723294

Abstract

ASI Ekslusif adalah makanan alami pertama untuk bayi dan menyediakan semua vitamin, nutrisi dan mineral yang diperlukan bayi untuk pertumbuhan enam bulan pertama. Tidak ada cairan atau makanan lain yang di perlukan, ASI terus tersedia hingga setengah atau lebih dari kebutuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kombinasi intervensi daun katuk dan pijat oksitosin terhadap produksi dan kelancaran ASI pada ibu postpartum. Berdasarkan tinjauan 10 jurnal ilmiah, hasil menunjukkan bahwa daun katuk, baik dalam bentuk ekstrak, teh, maupun rebusan, secara signifikan meningkatkan produksi ASI melalui stimulasi hormon prolaktin dan oksitosin. Selain itu, pijat oksitosin terbukti efektif dalam meningkatkan kelancaran ASI dengan memberikan efek relaksasi yang mendukung pelepasan hormon oksitosin. Kombinasi intervensi tersebut memberikan hasil yang lebih optimal dibandingkan penggunaan metode tunggal. Dampak positif dari intervensi ini terlihat pada peningkatan berat badan bayi, yang menunjukkan kecukupan ASI sebagai sumber nutrisi utama. Studi ini juga menyoroti pentingnya pendekatan holistik, termasuk dukungan psikologis dan edukasi bagi ibu menyusui, untuk meningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Dengan temuan ini, disarankan agar tenaga kesehatan, terutama bidan, mempromosikan penggunaan daun katuk dan pijat oksitosin sebagai bagian dari praktik klinis. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan kebijakan kesehatan maternitas berbasis bukti yang lebih efektif dan mudah diterapkan.