Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis balik kelongsoran lereng lowwall dan pengaplikasiannya pada tambang pit utara di PT Banyan Koalindo Lestari Aldito Suranta Tambunan; Alio Jasipto; Hafid Zul Hakim; Deni Mildan
Jurnal Geoparks Vol 1, No 01 (2026): Jurnal Geoparks Volume 01 Nomor 01 April 2026
Publisher : Department of Geological Engineering, Faculty of Engineering, Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jgp.v1i01.17606

Abstract

PT Banyan Koalindo Lestari merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batubara di Indonesia dan memiliki luas Izin Usaha Pertambangan (IUP) seluas 10.980 ha. Pada April 2024, terjadi longsoran di pit utara sisi lowwall PT BKL. Penyebab kelongsoran belum diketahui sehingga diperlukan analisis balik untuk mencari penyebab kelongsoran, belum pernah dilakukanya analisis balik oleh perusahaan. Ada beberapa hal yang diduga menjadi parameter yaitu material properties, pengaruh air, kegempaan, dan beban alat. Analisis balik dilakukan pada material properties didapatkan pada nilai kohesi batuan sandstone dan claystone adalah 0.057 dan 0.030 dan sudut geser dalamnya 24.530 serta 15.300, didapatkan penurunan strength reduction factor sebesar 46.5%. Pada pengaruh air didapatkan penurunan yang cukup signifkan adalah 49.5%. Kegempaan dan beban alat memiliki dampak yang tidak terlalu signifikan dapat dilihat dari penurunan kedua parameter, nilai penurunan kedua parameter adalah 10.53% dan 16.3%. dari hasil yang telah diperoleh dapat dikatakan bahwa penyebab kelongsoran adalah material properties dan pengaruh air. Diketahui penyebab kelongsorannya dan dilakukan pemodelan diperoleh strength reduction factor sebesar 0.86, Kesesuaiann antara total displacement dan pergerakan lereng aktual mendapatkan hasil 0.7 cm dengan 2.4 cm . Kedua hasil ini dikatakan tidak terlalu jauh sehingga masih bisa merepresentasikan keadaan lapangan pada model yang dibuat pada software analisis berbasis FEM.
ESTIMATE COAL RESOURCES IN BLOCK 3 KEBAN SOUTH SUMATERA USING USGS CIRCULAR 891 Deni Mildan; Michael Johan; Hafid Zul Hakim; Edo Kharisma Army; Alicya Inmas Mauladika
INTAN Jurnal Penelitian Tambang Vol. 9 No. 1 (2026): INTAN: Jurnal Penelitian Tambang
Publisher : Program Studi S1 Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56139/intan.v9i1.370

Abstract

Coal resource estimation represents critical phases within the mining life cycle, and fundamentally determines both the technical feasibility and economic viability of a project. However, coal resource estimation is often hindered by uncertainties caused by data variability, geological heterogeneity, and limited subsurface information. Therefore, a method capable of addressing uncertainties in the estimation process is necessary. The research was conducted in Block 3 Keban, Lahat, South Sumatra, with moderate geological conditions. This study employed the circular USGS method to estimate the coal resources based on the distance of known information points and geological confidence level. This methodology operates by establishing distinct circular areas of influence around 13 drillholes: 250, 500, and 750 meter radii for measured, indicated, and inferred categories, respectively. The resource classification results indicate a total estimated coal tonnage of 17.44 million tons for the measured category, 47.61 million tons for the indicated category, and 91.75 million tons for the inferred category. Despite the substantial cumulative volume identified, the overall geological confidence remains relatively low due to the high proportion of resources in the Inferred category. Therefore, an intensified exploration program, specifically infill drilling, is necessary to increase borehole density and enhance the validity of the geological model. These results are expected to provide a reference framework for future exploration and mining strategy planning.