Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UPAYA PENINGKATAN EKSISTENSI PERAN FARMASIS MELALUI EDUKASI APOCIL KENAL DAGUSIBU Recta Olivia Umboro; Fitri Apriliany; Anita Mursiany; Dedent Eka Bimmaharyanto Sarsono; Dwi Monika Ningrum
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.19833

Abstract

ABSTRAKFarmasis atau yang lebih dikenal dengan nama apoteker merupakan salah satu profesi yang memiliki peran yang cukup signifikan dalam dunia kesehatan khususnya dibidang obat. Walau telah diakui secara undang-undang oleh negara,  namun masih banyak dari masyarakat Indonesia yang belum mengenal peran dan fungsi dari apoteker. Kegiatan edukasi dengan tema APOCIL kenal DAGUSIBU yang berlokasi di Madrasah Ibtidaiyah (MI) NW Karang Bata Mataram bertujuan untuk untuk memperkenalkan profesi apoteker sekaligus untuk menciptakan agen perubahan sadar obat sedini mungkin di masyarakat. Peserta edukasi merupakan siswa usia sekolah (6-12 tahun). Metode edukasi dilakukan menggunakan media pembelajaran audio-visual (power point, video animasi Acil-DAGUSIBU) dan Game Base Learning. Evaluasi dilakukan melalui kegiatan pretest dan posttest. Pelaksanaan kegiatan dihadiri oleh 40 orang peserta sekolah dasar kelas 3,4,5. Hasil kegiatan berupa terpilihnya duta apocil dan diperoleh nilai rata-rata evaluasi kegiatan pretest yang sebesar 40.00 dan nilai rata-rata posttest sebesar 90.00.  Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan edukasi ini berdampak pada perubahan sikap  pemahaman dan pengetahuan dari peserta, hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan nilai evaluasi sesudah diberikan perlakuan sebesar 125%. Kata kunci: edukasi; APOCIL; DAGUSIBU. ABSTRACTThe profession of pharmacists, or just pharmacists, is important to the health sector, particularly in the area of medicine. Many Indonesians are still unaware of the role and function of pharmacists, despite the fact that the state has officially recognised them. The goal of the educational programme with the title "APOCIL knows DAGUSIBU," which is held at Madrasah Ibtidaiyah (MI) NW Karang Bata Mataram, is to raise awareness of drugs early in society and promote the profession of pharmacy. Participants in education are students in school (6–12 years old). Game Base Learning and audio-visual learning resources (Power Points, Acil-DAGUSIBU animated movies) are used in the instructional approach. Activities for the pretest and posttest are used for evaluation. Forty primary school students in grades three, four, and five participated in the exercise. The activity resulted in the selection of Apocil ambassadors; the average score on the pretest activity evaluation was 40.00, and the average score on the posttest was 90.00. Therefore, it can be said that this educational exercise has an effect on how the participants perceive and feel about themselves, as seen by the evaluation ratings rising by 125% following treatment. Keywords: education; APOCIL; DAGUSIBU.
Lansia sadar DMT2 melalui pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu dan edukasi manajemen perawatan diri Recta Olivia Umboro; Dedent Eka Bimmaharyanto S.; Dwi Monika Ningrum; Fitri Aprliany; Anita Mursiany; Hilda Hastuti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26977

Abstract

AbstrakPenduduk lanjut usia merupakan kelompok yang memiliki faktor risiko tinggi untuk mengalami gangguan kesehatan, salah satunya yaitu Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2). Untuk mengatasi kurangnya pemahaman lansia terhadap terkait deteksi dini dan manajemen perawatan diri pada DMT2 maka diadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat pada hari Sabtu, 5 November 2022 bertempat di Desa Batu Asak,Praya Barat, Lombok Tengah, NTB.Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan informasi dan pemahaman terkait DMT2 dalam upaya meningkatkan kesadaran pentingnya deteksi dini pada lansia dan manajemen perawatan diri DMT2. Sasaran pada kegiatan ini adalah masyarakat usia dewasa dan lansia. Kegiatan ini menggunakan metode fasilitasi melalui edukasi, dialog dan berbagi cerita berdasarkan pengalaman masyarakat serta pemeriksaan kadar gula darah sewaktu. Evaluasi dilakukan dengan metode pretest dan posttest. Kegiatan dihadiri oleh 27 peserta dengan rentang usia 25 tahun – lebih dari 60 tahun. Hasil evaluasi menunjukkan nilai rata-rata pretest sebesar 38.00 dan nilai rata-rata untuk post test sebesar 73.00. Kesimpulan dari kegiatan ini yaitu terjadi peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dini dan manajemen perawatan diri DMT2 pada lansia yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan persentase nilai evaluasi setelah perlakuan sebesar 92.11%. Kata kunci: diabetes melitus tipe 2; lansia; manajemen perawatan diri Abstract Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is one of the health issues that the aged population is particularly susceptible to. At Batu Asak Village, West Praya, Central Lombok, NTB, a community service activity was conducted on Saturday, November 5, 2022, to address the older population's ignorance about early identification and self-care management in type 2 diabetes.This program aims to raise awareness of the significance of early detection in the elderly and self-care management of type 2 diabetes by disseminating information about the disease. This exercise is intended for adults and senior citizens. This activity employs a facilitation approach that includes blood sugar testing, teaching, discussion, and the sharing of anecdotes based on the community's experiences. Pretest and posttest techniques were used for evaluation. Twenty-seven people, ranging in age from 25 to over 60, participated in the exercise. According to the evaluation results, the average pretest score was 38.00, and the average posttest score was 73.00. As evidenced by a 92.11% increase in the percentage of evaluation scores following treatment, the activity concludes that there is a greater level of community knowledge and awareness regarding the significance of early detection and self-care management of type 2 diabetes in the elderly. Keywords: elderly; self-care management; type 2 diabetes mellitus