Sultan Sahrir
Universitas Hasanuddin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Workshop Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Budaya Lokal bagi Guru PAUD Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar Fitriani Fitriani; Nur Inayah; Serli Sri Agustina; Arie Martuty; Sultan Sahrir
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v9i12026p29-36

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memegang peranan penting dalam pembentukan karakter dan identitas budaya anak sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana guru PAUD memahami dan mengintegrasikan budaya lokal dalam media pembelajaran, mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru dalam pembuatan media pembelajaran berbasis budaya lokal, serta mengevaluasi pengaruh workshoppembuatan media pembelajaran terhadap peningkatan kemampuan guru PAUD. Metode penelitian menggunakan pendekatan lesson study dengan pelatihan dan praktik langsung yang melibatkan 21 guru PAUD di Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengembangkan media berbasis budaya lokal pasca-workshop, meskipun terdapat kendala keterbatasan keterampilan teknis, akses bahan, dan waktu. Workshop terbukti efektif meningkatkan kompetensi guru melalui metode kolaboratif dan reflektif, menciptakan media pembelajaran yang relevan secara budaya dan kontekstual. Kesimpulannya, pelatihan berkelanjutan dan dukungan sumber daya sangat diperlukan untuk memperkuat kemampuan guru PAUD dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis budaya lokal yang memperkuat identitas anak sejak dini.
ANALYSIS OF CAT CALLING BEHAVIOR OF HEGEMONIC MASCULINITY AND ITS HANDLING Syalechya Amani Fatihah; Akhmad Harum; Aswar; Sultan Sahrir
Irfani Vol. 22 No. 2 (2026): Irfani
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/irfani.v22i2.7764

Abstract

This study aims to: (1) identify the forms and patterns of hegemonic masculinity-based catcalling behavior in the school environment; (2) analyze perpetrators' perceptions of catcalling and its impacts; (3) examine the psychological and social factors influencing both perpetrators and victims; and (4) explore intervention strategies through the Cognitive Behavioral Therapy (CBT) approach. This study employed a qualitative clinical case study design. The findings revealed that catcalling behaviors included whistling, comments on physical appearance, and sexually suggestive remarks, which resulted in social anxiety, fear, and avoidance of certain areas within the school environment. The identified behavioral patterns reflected body objectification, spatial dominance, collective action, and social intimidation as manifestations of hegemonic masculinity. Initially, perpetrators perceived catcalling as harmless joking, a means of gaining peer validation, expressing masculine superiority, and demonstrated limited empathy toward victims. The implementation of Cognitive Behavioral Therapy (CBT) promoted greater awareness of the consequences of such behavior, encouraged self-reflection, and improved cognitive and social responses among perpetrators. Preventive efforts were further supported through gender equality education and strengthened school regulations. The study concludes that catcalling represents a manifestation of hegemonic masculinity that reinforces gender inequality and therefore requires sustainable psychological interventions, educational programs, and school policy support