Norma Lia
IAIN Parepare

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dilema Kecepatan dan Akurasi Jurnalisme Digital dalam Perspektif Teori Media Baru Norma Lia
Publisistik: Riset Jurnalistik dan Media Komunikasi Vol. 2 No. 1 (2025): Publisistik : Riset Jurnalistik dan Media Komunikasi
Publisher : Program Studi Jurnalistik Islam Institut Agama Islam Negeri Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/publistikji.v2i1.14659

Abstract

Cara kerja media massa kini mengalami perubahan yang signifikan seiring berkembangnya teknologi digital, terkhusus pada pemberitaan online. Di sisi lain, yang menjadi bagian utama dalam menyampaikan suatu informasi adalah pada kecepatan publikasi dan pembacanya. Namun keakuratan informasi pun bisa saja terancam akan kecepatan dalam pempublikasian. Sehingga hal tersebutlah yang menjadikan media dilanda dilema akan hal etis dan profesional dalam pemberitaannya, utamanya menjadi urutan pertama menyampaikan berita di tengah persaingan yang ketat. Artikel ini mengkaji bagaimana media online seperti Kompas.com dan Liputan6 menghadapi dilema antara kecepatan dan ketepatan informasi pada. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur dan analisis isi pemberitaan dari kedua media. Teori Media Baru digunakan sebagai lensa analisis untuk melihat bagaimana perkembangan teknologi seperti penggunaan chatbot, AI, dan sistem notifikasi mempengaruhi cara kerja redaksi, distribusi berita, serta proses verifikasi informasi. Temuan menunjukkan bahwa meskipun teknologi mempercepat proses penyampaian berita, media tetap bergantung pada verifikasi manual dan kontrol editorial manusia agar akurasi tetap terjaga. Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa teknologi tidak serta-merta menggantikan peran manusia dalam jurnalisme, melainkan harus dijadikan alat bantu untuk mendukung prinsip-prinsip dasar jurnalistik seperti akurasi, keberimbangan, dan tanggung jawab publik. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian jurnalistik digital dengan menyoroti pentingnya integrasi teknologi yang bijak dan etis dalam praktik media daring. Selain itu, penelitian ini juga memberi gambaran tentang bagaimana media arus utama di Indonesia beradaptasi dengan tuntutan era digital tanpa mengorbankan integritas pemberitaan.
Analisis Framing Robert Entman pada Pemberitaan Permintaan Maaf Trans7 kepada Pesantren Lirboyo di CNN Indonesia dan Kompas.com Norma Lia; Mifda Hilmiyah
Publisistik: Riset Jurnalistik dan Media Komunikasi Vol. 3 No. 1 (2026): Publisistik : Riset Jurnalistik dan Media Komunikasi
Publisher : Program Studi Jurnalistik Islam Institut Agama Islam Negeri Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji cara media online membingkai laporan tentang permintaan maaf Trans7 kepada Pondok Pesantren Lirboyo terkait tayangan Xpose Uncensored yang dianggap menyakiti perasaan kalangan pesantren. Fokus utama dalam penelitian ini adalah bagaimana CNN Indonesia dan Kompas.com menggunakan empat elemen framing Robert Entman (definisi masalah, penyebab, penilaian moral,dan saran solusi), serta bagiaman variasi pembingkaian tersebut mempengaruhi pandangan publik terhadap Trans7, Chairul Tanjung, dan pesantren sebagai lembaga keagamaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis serta membandingkan cara pemberitaan kedua media tersebut untuk mengungkap penekanan makna yang terbentuk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan analisis framing berdasarkan model Robert Entman serta desain deksriptif- komparatif. Data diambil dari dua berita yang dipublikasikan oleh CNN Indonesia dan Kompas.com pada bulan Oktober 2025. Hasil dari penelitian mengungkap bahwa CNN Indonesia membingkai masalah ini dengan menekankan tanggung jawab lembaga, profesionalisme media dan solusi sistematis. Di sisi lain, Kompas.com lebih fokus pada aspek personal, moral, dan spiritual melalui sosok Chairul Tanjung serta pentingnya hubungan silaturahmi dan rekonsiliasi sosial. Keduanya juga menggambarkan pesantren Lirboyo dengan cara positif sebagai pihak yang bijaksana. Pembingkaian tersebut berperan dalam membentuk pandangan masyarakat yang cenderung meredakan perselisihan dan meningkatkan citra baik media serta pesantren. Dari sudut pandang teori, penelitian ini menambah wawasan dalam kajian framing media mengenai isu keagamaan dan menegaskan pentingnya model Entman dalam konteks media digital di Indonesia. Dari sisi praktik, temuan penelitian ini mendorong media untuk lebih berhati-hati dalam melaporkan isu-isu sensitif serta memperkuat literasi kritis di kalangan masyarakat.