Ishma Nurhasanah
UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Makna Nilai-nilai Syariah dalam Pelayanan Nasabah di Bank Syariah Indonesia )BSI: Studi Fenomenologi Ishma Nurhasanah; Juliana Putri
JIBF MADINA : Journal Islamic Banking and Finance Madina Vol. 6 No. 2 (2025): JIBF MADINA TAHUN 2025
Publisher : Program Studi Perbankan Syariah Jurusan Syariah, Ekonomi dan Bisnis Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal (STAIN MADINA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna penerapan nilai-nilai syariah dalam pelayanan nasabah di Bank Syariah Indonesia (BSI). Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana pegawai menginternalisasi nilai-nilai Islam seperti amanah (kepercayaan), sidq (kejujuran), adl (keadilan), ta’awun (tolong-menolong), dan ihsan (pelayanan terbaik) dalam praktik kerja sehari-hari. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif fenomenologi, yang bertujuan menggali pengalaman subjektif pegawai dalam memberikan pelayanan berbasis nilai-nilai syariah. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, serta dokumentasi terhadap kegiatan pelayanan di kantor cabang BSI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai syariah telah menjadi pedoman moral dan spiritual dalam membentuk etika kerja Islami di lingkungan BSI. Nilai amanah dan sidq menciptakan transparansi serta kepercayaan antara pegawai dan nasabah, sedangkan nilai adl memperkuat prinsip keadilan dalam pelayanan. Selain itu, nilai ta’awun dan ihsan tercermin melalui budaya kerja sama, empati, dan semangat memberikan pelayanan terbaik sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT. Meskipun demikian, ditemukan beberapa tantangan seperti tekanan target bisnis dan kurangnya pembinaan spiritual yang berkesinambungan. Oleh karena itu, diperlukan upaya penguatan nilai-nilai syariah melalui pelatihan, pembinaan moral, serta kepemimpinan yang berorientasi pada spiritualitas kerja. Penerapan nilai-nilai tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan, tetapi juga memperkuat citra BSI sebagai lembaga keuangan yang berlandaskan prinsip keadilan dan keberkahan dalam Islam.
SRATEGI INOVASI PRODUK PERBANKAN SYARIAH BERBASIS KEBUTUHAN GEN Z Ishma Nurhasanah; Khairatul Umuri; Rezeki Amalia; Husni Kamal
e-Jurnal Aksioma Al-Musaqoh : Journal of Islamic Economics and Business Studies Vol 9 No 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri perbankan syariah Indonesia menghadapi tantangan strategis dalam menarik dan mempertahankan nasabah dari gen Z yakni kelompok yang lahir antara 1997 hingga 2012 dan kini mulai mendominasi segmen konsumen aktif. Meskipun total aset perbankan syariah nasional telah melampaui Rp800 triliun, pangsa pasarnya masih berkisar 7,5% dari total perbankan nasional, salah satunya akibat keterbatasan inovasi produk yang sesuai dengan preferensi digital Gen Z. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik kebutuhan keuangan Gen Z, menganalisis bentuk inovasi produk perbankan syariah yang paling relevan, mengevaluasi dampak inovasi terhadap kinerja institusi, serta merumuskan rekomendasi strategis implementasi inovasi. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis (Systematic Literature Review/SLR) terhadap sumber akademik dan laporan industri terpercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gen Z memiliki lima dimensi kebutuhan utama: aksesibilitas digital tinggi, transparansi produk, relevansi nilai etis-sosial, inklusivitas finansial, dan personalisasi layanan. Inovasi yang paling relevan mencakup tabungan digital berbasis tujuan dengan fitur gamifikasi, investasi mikro syariah melalui platform digital, integrasi ekosistem fintech halal, serta pembiayaan berbasis penilaian kredit alternatif. Data menunjukkan bahwa bank syariah yang aktif berinovasi mencatat pertumbuhan DPK rata-rata 18,7% per tahun dengan proporsi nasabah muda mencapai 42–48%, jauh melampaui bank yang konservatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa inovasi produk berbasis kebutuhan Gen Z bukan sekadar pilihan taktis, melainkan keniscayaan strategis untuk menjamin relevansi dan daya saing perbankan syariah Indonesia dalam jangka panjang.