Industri perbankan syariah Indonesia menghadapi tantangan strategis dalam menarik dan mempertahankan nasabah dari gen Z yakni kelompok yang lahir antara 1997 hingga 2012 dan kini mulai mendominasi segmen konsumen aktif. Meskipun total aset perbankan syariah nasional telah melampaui Rp800 triliun, pangsa pasarnya masih berkisar 7,5% dari total perbankan nasional, salah satunya akibat keterbatasan inovasi produk yang sesuai dengan preferensi digital Gen Z. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik kebutuhan keuangan Gen Z, menganalisis bentuk inovasi produk perbankan syariah yang paling relevan, mengevaluasi dampak inovasi terhadap kinerja institusi, serta merumuskan rekomendasi strategis implementasi inovasi. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis (Systematic Literature Review/SLR) terhadap sumber akademik dan laporan industri terpercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gen Z memiliki lima dimensi kebutuhan utama: aksesibilitas digital tinggi, transparansi produk, relevansi nilai etis-sosial, inklusivitas finansial, dan personalisasi layanan. Inovasi yang paling relevan mencakup tabungan digital berbasis tujuan dengan fitur gamifikasi, investasi mikro syariah melalui platform digital, integrasi ekosistem fintech halal, serta pembiayaan berbasis penilaian kredit alternatif. Data menunjukkan bahwa bank syariah yang aktif berinovasi mencatat pertumbuhan DPK rata-rata 18,7% per tahun dengan proporsi nasabah muda mencapai 42–48%, jauh melampaui bank yang konservatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa inovasi produk berbasis kebutuhan Gen Z bukan sekadar pilihan taktis, melainkan keniscayaan strategis untuk menjamin relevansi dan daya saing perbankan syariah Indonesia dalam jangka panjang.
Copyrights © 2026