Suyono
Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Implementasi Nilai-Nilai Agama Hindu Dalam Keluarga Untuk Mewujudkan Budi Pekerti Pemuda Di Desa Balinuraga Suyono
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 13 No. 2 (2022): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehidupan spiritual mulai dirasakan kurang diimplementasikandi Desa Balinuragaterutama dalam lingkungan keluarga, akibatnya adalah moral dan etika masyarakat khususnya generasi muda Hindu saat ini semakin mendangkal.Dalam Ajaran Agama Hindu terdapat nilai-nilai agama yang sangat mendalam bagi kehidupan manusia. Dengan nilai agama tersebut, manusia mampu hidup dan melaksanakan swadharmanya sebagai orang yang beragama Hindu sehingga dapat mencapai tujuan akhir yaitu Moksartam Jagadhita Ya Caiti Dharma. Permasalahannya sekarang bagaimanakah implementasi nilai-nilai Agama Hindu dalam keluarga dan budi pekerti pemuda di Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodekualitatif dengan tipe penelitian adalah penelitian deskriptifselain itu juga disertai data dari hasil kuesioner. Hasil penelitian yang diperolehmenyatakan bahwa umat Hindu di Desa Balinuraga belum mengimplementasikan nilai-nilai agama dengan baik dalam keluarganya dan generasi mudanya mencerminkan budi pekerti yang kurang baik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, saran yang dapat diberikan untuk umat Hindu khususnya di Desa Balinuraga lebih menerapkan nilai-nilai agama dalam keluarganya sehingga generasi mudanya mencerminkan generasi muda yang memiliki budi pekerti yang luhur.
Evaluasi Kinerja Guru Pendidikan Hindu Suyono
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 14 No. 1 (2023): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja guru adalah salah satu topik penting dalam pendidikan dan menjadi masalah global dalam peningkatan kualitas pendidikan di banyak negara, termasuk kinerja guru Pendidikan Hindu. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja guru Pendidikan Agama Hindu di Sekolah Menengah Atas di Provinsi Lampung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari penelitian evaluasi dengan model pasak wajah. Sampel penelitian adalah 66 guru Pendidikan Agama Hindu yang diambil dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja guru Pendidikan Agama Hindu dalam perencanaan pembelajaran adalah baik. Guru dapat merancang proses pembelajaran yang baik, meskipun kemampuan dalam memilih metode dan strategi, memilih media dan sumber belajar dan menyusun komponen penilaian dalam mengevaluasi pembelajaran harus ditingkatkan. Karena ketiga komponen tersebut masih dalam kategori cukup. Kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran berada dalam kategori baik, meskipun masih ada beberapa komponen terukur yang harus ditingkatkanseperti dengan melakukan kegiatan elaborasi, melakukan proses penilaian dan selanjutnya program. Oleh karena itu, secara eksplisit menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Hindu di Provinsi Lampung harus dievaluasi kinerja. Ini bertujuan untuk pengembanganprofesional dan peningkatan karier sebagai guru.
Manajemen Supervisi Akademik Melalui Teknik Individu Dan Pendekatan Langsung Sebagai Upaya Peningkatan Mutu Pembelajaran Suyono
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 14 No. 2 (2023): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Supervisiakademikadalahserangkaian kegiatanuntukmembantudosen mengembangkan kemampuannya dalam mengelola prosespembelajarandemipencapaiantujuanpembelajaran, pengelolaanpembelajaranmeliputipersiapan pembelajaran,perlaksanaan pembelajarandan penilaian hasil pembelajaran.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik individu supervisi akademik terhadappelaksanaan pembelajaran dan mengetahui pengaruhpendekatanlangsung supervisi akademik terhadap pelaksanaanpembelajaran. Penelitianinimenggunakanmetodedeskriptifdenganpendekatankualitatif.Teknikpengumpulan datadengan metodewawancara,observasi danstudidokumentasi. Subjek penelitianadalahkepalasekolah, wakilkepalasekolahdan dosen. Data dianalisis denganteknik reduksi, penyajian danpenarikankesimpulan. Hasil penelitianmenunjukkanperencanaansupervisiakademikdisusunpadaawaltahunakademikbarudenganmelibatkanwakilketua 1 bidang akademik,dandosen-dosen.Sasarandalam perencanaansupervisi akademikkepalasekolahadalahkemampuandosendalammengelola pembelajaran,mulai dari merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi hasil belajar mahasiswa. Pelaksanaan supervisi akademik dilakukanterlebih dahulumengkomunikasikan kepadadosen-dosen,dilakukansebanyaksatu kalidalamsatusemester,atauduakalidalamsatutahunakademik.Tekniksupervisi akademikyangdigunakanyaitutekniksecaraindividuatau pengamatansetiapdosendengankunjungankelas,pendekatansuperviseyangdilakukanmelaluipendekatan langsung kepada semua dosen. Hambatan-hambatan adanyakegiatan-kegiataneksternalyangsifatnyamendadak,sehinggajadwalsupervisiyangsudahdisusunsebelumnyajugaterganggu. Dosen yangdisupervisi merasamasihadarasaewuhpekewuhterhadapkunjunagnkelas.
Deskripsi Dan Fungsi Bangunan Pura (Candi Gedong) Umat Hindu Etnis Jawa Suyono; Dwi Hadi Putra
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 15 No. 1 (2024): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh ketidaktahuan masyarakat tentang bentuk dan fungsi Bagunan Pura (Candi Gedong). Penelitian ini bertujuan untukmengetahuibentuk dan fungsi Bagunan Pura (Candi Gedong) serta Sejarah Candi Gedong. Waktu penelitian dari bulan Juli sampai bulan September. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan deskriptif kualitatif non statistic, Proses analisis datamenggunakan model yang dikembangkan oleh Miles danHubermanyaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi.Hasil penelitian ini adalah 1. BentukArsitektur Candi Gedong berupa: a. Dimensi bagunan berupa bentuk dan ukuran candi gedong.Dimensi bangunan berupa bentuk yaitu bagian atas atap candi berisikan ukiran Stupa, karang mata satu, karang manuk dan karang rangda, bagian badanyang memiliki ukiran Arca, karam boma, karang bunga dan lis dan bagian kaki yang memiliki ukiran Karang Gajah, karang bunga dan lis.B. Bahan Bagunan yang digunakan dalam pembuatan candi. 2, fungsi Candi Gedong yaitu Tempat berstananya Tuhan yang berwujud (Arca). 3. Sejarah Candi Gedong yaitu mengadopsi dari candi Prambanan dan menurut sejarah Hindu di Nusantara.Candi merupakan sarana bagi umat Hindu untuk melaksanakan bakti (sembahyang). Candi prambanan memiliki berbagai macam arca dan yang utama adalah Tri Murti, begitu juga dengan Candi Gedong yang memiliki arca didalam bangunannya. Arca yang digunakan sesuai dengan wilayah masing-masing.Kata
Implementasi Ajaran Tri Hita Karana Pada Masyarakat Hindu Di Kampung Cahyo Randu Kecamatan Pagar Dewa Kabupaten Tulang Bawang Barat Suyono; Putu Sudarma
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 15 No. 2 (2024): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep ajaran Hindu bahwa kebahagiaan hanya terwujud jika adanya hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam. Manusia sebagai makhluk yang paling sempurna diantara makhluk lainnya di bumi memiliki peranan utama dalam menegakkan aturan. Manusia dengan kecerdasan yang dimilikinya dapat membuat aturan-aturan dalam berinteraksi sesama manusia.Konsep Tri Hita Karana padamasyarakatdi DesaCahyouRandutercermin dalam tata kehidupanmasyarakat Hindu. Hubungannya dengan Tri Hita Karana, Parhyangan (Sang Hyang Widhi Wasa), Pawongan (manusia), Palemahan (alam tempat tinggal) adalah merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.Dirumuskan permasalahan sebagai berikut : bagaimanakah bentuk ajaran Tri Hitakarana yang diimplementasikan di Desa Cahyou Randu Kecamtan Pagar Dewa? bagaimanakah proses implementasi ajaran Tri Hitakarana di Desa Cahyou Randu Kecamatan Pagar Dewa? Dan Nilai-nilai pendidikan agama Hindu apa saja yang terkandung dalam implementasi ajaran Tri Hitakarana di Desa Cahyou Randu Kecamatan Pagar Dewa? Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif.Simpulan sebagai berikut: Bentuk Ajaran Tri Hita Karana yang diimplementasikan di Desa Cahyou RanduKecamatan Pagar Dewa dibidang Parhyangan yakni diwujudkan dengan pemujaan terhadap Dewa Tri Murti, dibidang Pawongan diwujudkan dengan saling tolong-menolong, dibidang Palemahan diwujudkan dengan pelestarian alam. Proses Implementasi ajaran Tri Hita Karana terhadap perilaku masyarakat Hindu di Desa Cahyou RanduKecamatan Pagar DewaKabupaten Tulang Bawang Baratdibidang Parhyangan diwujudkan dengan ngayah, dibidang Pawongan diwujudkan dengan organisasi (sekaa), dibidang Palemahan diwujudkan dengan kerjabhakti. Nilai-nilai pendidikan agama Hindu dalam implementasi ajaran Tri Hita Karana di Desa Cahyou RanduKecamatan Pagar Dewayaitu (1) Nilai Pendidikan Tattwa bahwa masyarakat Hindu di Desa Cahyou Randuterlihat dalam menunjukkan sradha dan bhaktinya kepada Sang Hyang Widhi Wasa dengan cara menghaturkan banten dan melaksanakan piodalan juga persembahyangan bersama. (2) Nilai Pendidikan Susila dalam implementasi ajaran Tri Hita Karana di Desa Cahyou Randuagar selalu mengendalikan pikiran, perkataan, perbuatan untuk bertindak sesuai dengan ajaran Agama Hindu. (3) Nilai Pendidikan Upacara adalah mendidik masyarakat untuk tetap melaksanakan kegiatan yang bersifat ritual, sebagai upaya mendekatkan diri kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Fungsi Lembaga Adat Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Pinandita Suyono; Made Ardite Umbare
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 16 No. 1 (2025): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil wawancara pra penelitian yang peneliti lakukan, ditemukan salah satu permasalahan yang terjadi di desa ini ialah tingkat partisipasi masyarakatnya yang masih rendah. Masyarakat hanya menyerahkan tanggungjawabkepada kepala desa, Sehingga Kepala Desa di Kampung Menggala kesulitan untuk bisa menampung aspirasi masyarakat. Saat dilaksanakan rapat Desa Masyarakat tidak mau menyampaikan aspirasinya atau masyarakat Kampung Menggala khususnya Banjar Wira Dharma sebutdengan “ ”. Rumusan masalahdalampenelitianiniadalah, pertama: Bagaimana kepemimpinan Klian Banjar Wira DharmaDusun Cakat Raya Kampung Menggala Kecamatan Menggala Timur Kabupaten Tulang Bawang?Kedua, bagaimana fungsi Klian Banjar Wira DharmaDusun Cakat Raya Kampung Menggala Kecamatan Menggala Timur Kabupaten Tulang Bawangdalam proses pelaksanaan pembangunan desa? Kepemimpinan Klian Banjar Wira Dharmadi Dusun Cakat Raya Kampung Menggala Kecamatan Menggala Timur Kabupaten Tulang Bawangdalam masa pandemi seperti saat ini, mengarah pada tipe kepemimpinan empati. Pertama, empati membangun keterikatan. Kedua, empati memberikan pemahaman.Dengan kepemimpinan empati dari Klian Banjar tersebut, maka akan membawa kita berpikir sebelum memberikan penilaian dan membuat asumsi tentang kedekatan pemimpin dan anggotanya, dalam kasus ini antara Klian banjar dengan warganya.Seperti halnya dalam jabatan kepala desa, dalam hal ini Klian Banjar selaku pemimpin tertinggi di desa adat dapat dilihat fungsi kepemimpinan Klian Banjar, dengan indikator sebagai berikut : Pertama, fungsi instruktif yaitu fungsi yang menjelaskan bagaimana cara Pemerintah Desa Adat dalam hal ini adalah Aparat Desa Adat dalam menentukan perintah maupun mengerjakan perintah.Kedua, fungsi kumulatif yaitu fungsi yang dimiliki oleh Pemerintah Desa dalam hal ini Aparat Desa ataupun Klian Banjar terhadap bagaimana cara menetapkan keputusan terutama menyangkut masalah desa adat. Cara yang dilakukan Klian Banjar adalah dialog dengan aparat Banjar dan juga dengan warga Banjar. Dari dialog tersebut pada akhirnya Klian Banjar mendapatkan aspirasi.
Peran Pendidikan Hindu Dalam Menyikapi Tekanan Sosial Dan Tindakan Bunuh Diri: Studi Di Kecamatan Gading Rejo Suyono
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 16 No. 2 (2025): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pendidikan Hindu dalam memberikan proteksi mental terhadap tekanan sosial yang memicu tindakan bunuh diri di Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu. Fenomena bunuh diri yang dipicu oleh tekanan sosial menunjukkan adanya tantangan besar dalam internalisasi nilai-nilai agama di kehidupan praktis. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menggali data melalui wawancara dan observasi terhadap tokoh agama dan praktisi pendidikan Hindu di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Hindu berperan penting melalui penguatan konsep Karma Phala dan Sraddha sebagai landasan ketahanan diri. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada pola penyampaian materi yang harus relevan dengan problem sosiologis masyarakat setempat. Penelitian ini merekomendasikan perlunya integrasi antara bimbingan konseling psikologis dengan nilai-nilai pendidikan Hindu untuk menciptakan sistem dukungan (support system) yang lebih kuat bagi umat yang mengalami tekanan sosial berat.