Pembelajaran biologi di SMA belum mengintegrasikan isu Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada materi sistem pencernaan manusia, sehingga pembelajaran belum kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan modul pembelajaran biologi terintegrasi SDGs pada materi sistem pencernaan manusia di SMA. Penelitian deskriptif dengan pendekatan mixed methodes pada tahap analyze dari model ADDIE. Subjek penelitian melibatkan satu guru biologi dan 74 murid kelas XI Fase F Peminatan Biologi di SMA Negeri 1 Ampek Angkek yang dipilih dengan teknik puposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan angket observasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif persentase indeks kebutuhan. Hasil menunjukkan tingkat kebutuhan pengembangan bahan ajar terintegrasi SDGs pada materi sistem pencernaan manusia berada pada kategori “Sangat Tinggi” (98,6%). Angka ini dilatarbelakangi oleh kondisi lapangan di mana 74,3% murid belum mengenal konsep SDG, serta 98,6% murid kesulitan membaca label gizi dan sering mengonsumsi makanan cepat saji. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, 32,4% murid secara spesifik menyatakan membutuhkan modul pembelajaran. Temuan ini mempertegas urgensi pengembangan modul pembelajaran biologi terintegrasi SDGs sebagai bahan ajar mandiri untuk mengedukasi murid sekaligus mendukung target SDG-2, SDG-3, dan SDG-6 pada tahun 2030.