Kualitas pembelajaran Keanekaragaman Hayati di SMA masih terbatas karena belum memanfaatkan potensi biodiversitas lokal secara optimal, khususnya data burung di Sumatera Barat. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan guru biologi SMA Negeri se-Kota Padang terhadap pengembangan materi Keanekaragaman Hayati yang mengintegrasikan data burung lokal dalam konteks SDG-4. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode campuran (mixed method) sebagai bagian dari fase preliminary research dalam kerangka Educational Design Research (EDR). Populasi adalah 59 guru biologi SMA Negeri Kota Padang dari 17 sekolah dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert (25 butir, 5 aspek) dan wawancara mendalam. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase indeks kebutuhan. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kebutuhan pada kategori "Sangat Tinggi" dengan rata-rata indeks 94,91%. Sebanyak 100% guru membutuhkan integrasi data burung lokal yang sesuai dengan Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka Fase E, 88,13% membutuhkan integrasi Target 4.7 SDG-4, dan 84,74% membutuhkan format penyajian kombinasi digital-cetak. Temuan ini mengonfirmasi urgensi pengembangan materi Keanekaragaman Hayati kontekstual berbasis avifauna lokal Sumatera Barat yang terintegrasi SDG-4 sebagai langkah strategis dalam mewujudkan pendidikan biologi yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026