Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Komunikasi Kelembagaan dan Peningkatan Kapasitas Aparatur dalam Mewujudkan Pelayanan Publik Kolaboratif Ferdyansyah Wicaksono; Taqwaty Firdausijah; Iwan Satibi; Ade Irawan; Yayu Purwati
Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Juni
Publisher : LPPPM STAI Darul Hikmah Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35309/dharma.v6i2.645

Abstract

This community service program aimed to strengthen collaborative public services through capacity building of public officials and enhanced communication among community institutions in Kelurahan Nyengseret, Bandung City. The program involved 80 participants, including village officials, neighborhood leaders, Posyandu cadres, youth organizations, and community empowerment institutions. The method employed collaborative training and mentoring through participatory discussions, reflective learning, case simulations, and focus group discussions. The results indicated improved understanding of service-oriented work culture, inter-institutional communication, and public service as a shared responsibility. Several strategic issues were identified, including limited human resources, increasing service demands, gaps between public expectations and service capacity, and insufficient integration of community institutions. The program outputs included a stronger service mindset, increased awareness of service consistency, and the utilization of community-based communication. The findings highlight that a collaborative public service approach is an effective strategy for improving sustainable service quality at the village level.
KAPABILITAS TATA KELOLA INOVASI KEBIJAKAN KONSERVASI MATA AIR MENJADI RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA BANDUNG Ferdyansyah Wicaksono
Decision Vol 8 No 2 (2026): Decision : Jurnal Administrasi Publik
Publisher : Prodi Administrasi Publik FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/decision.v8i2.69106

Abstract

Kota Bandung menghadapi krisis air bersih dan keterbatasan ruang terbuka hijau secara bersamaan, sementara banyak inovasi daerah berhenti sebagai proyek sesaat karena lemahnya kelembagaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tata kelola dan difusi inovasi konservasi mata air menjadi ruang publik dan ruang terbuka hijau yang diinisiasi Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan aparatur sipil negara pelaku inovasi serta telaah literatur akademik dan dokumen pemerintah. Data dianalisis secara tematik dengan pola kontingensi historis, prakondisi, kondisi kebijakan, dan kesenjangan kebijakan, lalu disintesiskan dengan lima atribut difusi inovasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi lahir dari persilangan krisis air tanah, degradasi mata air di perbukitan timur, dan sempitnya lahan untuk ruang hijau. Kepemimpinan teknokratis perangkat daerah dan tuntutan kinerja inovasi daerah menjadi prakondisi yang membuka jendela kebijakan. Kondisi kebijakan tergolong kuat karena inovasi telah masuk rencana kerja pemerintah daerah, memperoleh anggaran tiga tahun berturut-turut, dan melibatkan lintas perangkat daerah. Namun, terdapat kesenjangan pada ukuran dampak hidrologis, kepastian status tata ruang, dan pelembagaan pengelola warga. Dari sisi difusi, inovasi unggul pada keunggulan relatif, kesesuaian, dan kemudahan diujicobakan, tetapi lemah pada keteramatan hasil ekologis. Penelitian menyimpulkan bahwa keberlanjutan inovasi lebih ditentukan oleh penguatan kelembagaan dan sistem pemantauan daripada pembangunan fisik semata, sehingga inovasi perlu ditautkan dengan perencanaan tata ruang dan pengelolaan berbasis komunitas.